Hari kedua...
Aku bangun dan langsung mandi lanjut memakai seragam Negeri ini yang berbeda dengan SMA dulu 🤕 dan dilanjutkan dengan skincare.
Seperti biasa, aku duduk sendirian. Tetapi kali ini aku memilih untuk berada di depan.
"Hallo Nisa, kamu dateng nya pagi banget" sapa Kika saat masuk ke kelas
"Iyaa karena tadi aku pikir bakal macet, jadi aku datang lebih awal" ucap ku
"Oiya nis, aku lupa bilang ke kamu. Sebenernya kelas kita ini ada uang kas, jadi aku baru masukin nama kamu untuk Minggu ini yaa. Dan kebetulan bendahara nya aku sendiri" ucap Kika
"Oiya Kika, boleh. Nanti bilang aja ke aku ya aku harus bayar berapa" ucap ku
"Kamu udah tau susunan kelas ini?" Tanya Kika
"Belum si nis, tapi cukup kasih tau aku, ketua, wakil, sekretaris dan bendahara aja ya, kebetulan bendaharanya kamu kan ya?" Ucap ku
"Iyaa, jadi aku disini sebagai bendahara, (Alif) sebagai ketua dan (Fanny) sebagai wakil kelas dan (Sissy) sebagai sekretaris" Jelas kika
"Oke Kika, makasih ya sudah di beritahu susunannya" Ucap ku
Setelah satu jam berlalu, bel sekolah pun berbunyi dan pertanda memasuki mata pelajaran pertama.
Sejujurnya aku cukup butuh waktu untuk berteman dengan sistem pembelajaran di sini, karena ada beberapa hal yang berbeda dengan di sekolah ku dulu.
Fisika.
Pelajaran pertama fisika sangat menguras energi dan membuat perut ku berdemo ramai.
Jika di bilang aku perfect dalam segala hal, bisa di bilang iya dan tidak. Karena aku hanya menyukai hobi ku dan hal tersebut di dukung oleh eyang. Karena orang tua ku hanya menginginkan aku juara dalam bidang akademik. Dan kebetulan aku orang yang ambisius dalam hal yang sudah aku tekuni.
Bel istirahat pertama berbunyi!
Aku menuju kantin sendirian dan ingin melihat jajanan apa yang ada di kantin, karena kemarin aku sengaja membawa bekal dari rumah dan tidak ke kantin.
Sesampainya di kantin. Aku sangat terkejut.
Mulai dari harga yang sangat murah, jajanan yang sangat berbeda.
Bayangkan saja, teh harga nya 3k?, Burger, hotdog 5k?!. Ini serius?
Dan... Pastinya tidak ada salmon atau fish and chips favorite ku 🙃.
Mata ku tertuju kepada mie ayam yang penjualnya lumayan higenis (memakai masker, sarung tangan) dan tidak begitu ramai dan desak-desakan. Tidak lupa aku memesan minuman air putih dan jus alpukat.
Saat melihat-lihat kursi yang kosong, seseorang memanggilku sambil melambaikan tangan untuk aku bergabung. Dan benar sekali, mereka Kika dan Abila.
Langsung saja aku menuju ke kursi mereka dan berkata "ini aku gapapa gabung sama kalian?"
"Gapapa lah niss, lagian juga kan kita yang ngajak kamu" ucap Abila.
"Makasih yaa" ucap ku
Dipertengahan makan ku tiba-tiba Kika berucap
"Kalian tau gaasi, Melvin?. Ketua OSIS kita itu yang anak IIS 1" ucap Kika
"Gua tau...gua tauu. Gosipnya dia diberhentikan jadi ketua OSIS kan? Karena dia ketauan mabok pakai seragam sekolah?" Ucap Abila excited
Aku hanya mendengarkan mereka ngobrol, karena belum tau banyak tentang sekolah ini.
"Iyaapss betul sekali. Dan hal itu bukan hanya gosip tetapi juga kenyataan" ucap Kika
KAMU SEDANG MEMBACA
First Experience Rosana
Fiksi Remaja"Cinta segender itu tulus" BULLSHIT!! Faktanya ia malah menggoreskan luka dan membuat ku tidak percaya siapa-siapa lagi. Menceritakan tentang Rosana yang pindah sekolah dan bertemu dengan seorang cewe yang menjadi pacar pertamanya. Mohon jangan a...
