2. sekolah negeri

415 13 0
                                        

Selamat pagi semua, hari ini ibu bersama murid baru yang nantinya akan menjadi teman kalian. Rosana silahkan perkenalan.

"Selamat pagi semua, perkenalkan nama saya Rosana, biasa di panggil Nisa. Saya murid pindahan dari ***** internasional school, saya harap kita bisa menjadi teman baik"

Oke Nisa, kamu bisa duduk di, mmm. Sepertinya kelas ini berisi 34 jadi genap, ibu mohon maaf ya kamu jadi duduk sendirian nantinya"

Tidak apa-apa Bu ucap nisa

Aku duduk di barisan paling belakang dan sendirian. Tetapi sepertinya sendirian lebih menyenangkan karena aku juga masih sangat tidak sudi untuk pindah sekolah jadi mood ku untuk mengobrol sangat jelek dan rendah.

Tetapi Dewi Fortuna tidak berpihak kepadaku, 2 orang perempuan yang ada di depan ku tiba-tiba menengok ke arah belakang dan menyapaku sembari tersenyum.

"Hallo, aku (Kika)"

"Aku (Abila)"

Kamu Nisa kan ya? Salam kenal yaa

Aku membalas mereka sambil tersenyum juga (terpaksa karena mereka tersenyum, padahal aku sedang tidak mood tersenyum)

"Hallo (Kika) dan (Abila). Aku Nisa, salam kenal juga"

(Plis sampai sini saja, basa basinya) dalam hati ku

"Kamu sebelumnya sekolah di ***** internasional school? Itu sekolahan elit kan? Tapi kenapa kamu pindah ke sini? Tanya Abila

Tetapi ternyata harapan ku pupus, mereka bertanya lebih jauh.

"Iya aku tadinya sekolah di ***** internasional school, tetapi pindah karena di pindahkan oleh orang tua ku saja si, tidak ada hal lain, hehehe (plis cukup)

"Oiya? Tapi kenapa kamu mau?" Tan

Rasanya ku ingin jawab "AKU PUN GAMAU. ORANG GILA MANA YANG MAU PINDAH SEKOLAH DARI INTERNASIONAL KE NEGERI YANG PASTINYA FASILITAS NYA BERBEDA"

Tetapi harus ku tahan. Emosional yang seperti itu tidak boleh dikeluarkan.

"Mmm, kenapa ya? Gapapa si, aku gaada alasan untuk menolaknya saja"

"Ooh seperti itu ya"

Bel istirahat pertama berbunyi.

SYUKURLAH.

Pulang sekolah, aku di jemput oleh supir ku yang sudah bekerja dengan eyang sedari dulu. Ya, aku tinggal bersama eyang. Sepertinya yang kalian tau, pipih dan mommy ku cerai dan mereka hidup dengan keluarganya masing-masing sekarang. Jadi aku pilih tinggal bersama eyang saja.

Pulang sekolah tentu saja aku langsung melanjutkan les sebagai penompang agar nilai ku bagus dan selalu rangking 1 baik di kelas maupun angkatan.

Selesai les merupakan hal yang paling ku tunggu. Karena aku bisa menyalurkan hobi ku yaitu, anggar.

Aku juga merupakan atlet fencing dan berkuda. Tidak hanya sampai di situ, saat SMP di Paris aku juga merupakan lulusan terbaik dari les seni ku (bermain biola, piano, dll) hingga melukis. Dan olahraga lainnya seperti tennis lapangan, splash, basket dan memanah.

Sampainya di rumah aku langsung merebahkan badan ku di kamar ku

Sampainya di rumah aku langsung merebahkan badan ku di kamar ku

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kamar yang selalu menjadi saksi aku menangis karena banyak hal.
Dan kali ini, karena pindah sekolah yang seenaknya orang tua ku bertindak tanpa persetujuan ku.

Jika orang tua ku sudah bertindak untuk ku, bahkan eyang tidak bisa membelaku.

First Experience Rosana Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang