15. salana pov

84 6 0
                                        

*salana pov*

Saat sudah sampai di depan apartemennya, aku melihat banyak sendal dan aku langsung mengurungkan niat ku untuk masuk ke apartemen Nisa.

Aku tau dia hari ini tidak masuk karena kecewa dengan keputusan pipih nya yang seenaknya itu.

Aku tau bagaimana rasanya hidup sendirian
Bagaimana kesepiannya
Bagaimana iri ketika melihat keluarga yang lengkap dan harmonis

Sesampainya aku di depan apartemen ku, aku langsung melihat mantan ku.
Kiki.
Dia seperti sedang menunggu aku di depan pintu

"Kenapa Dateng kesini?" Tanya ku

Kiki langsung menengok ke belakang dan memeluk ku

"Sorry 😔. Aku minta maaf banget, kita bisa mulai dari awal lagi kan?" Ucap nya

Sejujurnya aku tidak ingin lagi. Tapi cintaku sangat besar terhadapnya.

"Nanti aku pikirin dulu" ucap ku

Saat aku dan kak Kiki ingin masuk tiba-tiba lift terbuka di lantai apartemen ku dan langsung menunjukkan orang

"Eh, maaf kiraiin gaada tamu" ucap Nisa

"Mau kemana?" Tanya ku

"Tadinya kita mau ngajak ke cafe bawah" jawab Rosana

Pandangan ku langsung tertuju kepada kak tomboy
Dan pandangan Kiki langsung tertuju kepada Nisa.

Flashback

"Kita keluar yuk, menghirup udara luar terus ke cafe sambil melihat jalanan" ucap kak cat

Cafe yang terletak di bawah apartemen memang dibangun seperti rumah kaca jadi waktu sore hingga malam adalah hal yang pas untuk ke cafe tersebut

"Mau ajak salana ga?" Ucap ku sepontan

Entah mengapa tiba-tiba aku teringat oleh salana

"Boleh tuh" ucap Kika

Tetapi saat sampai di lantai apartemen salana, ternyata ada kak Kiki yang sedang di depan apartemen salana

"Eh, maaf kiraiin gaada tamu" ucap ku

"Mau kemana?" Tanya salana

"Tadinya kita mau ngajak ke cafe bawah" jawab ku

Kita berempat langsung masuk ke dalam lift lagi

"Pffttt- lucu banget si lu nis" ucap Abila

"Kenapa?" Tanya ku bingung

"Kirain gaada tamu, baku banget" jelas abila sambil tertawa

"Gua juga mikir gitu" ucap kak cat

"Ihh jangan gituu" ucap ku

"Makin gemes deh" ucap kak cat sambil mencubit pipiku dan mencium nya

"Aduh tadi apa yaa gaiiss" ucap Kika

"Mana gaa di sensor lagi" ucap Abila

Aku langsung mencubit pinggang kak cat

"Ihhh kakak mah kebiasaan" ucap ku dengan nada kesal

"Aduh...aduh... iyaa maaf lepasin...lepasin" ucap kak cat sambil mencoba melepaskan

"Kebiasaan?" Ucap Abila

"Gua sudah tidak bisa berfikir jernih" ucap Kika

"Maksudnya tuh kebiasaan nyubit pipi" ucap ku

"Kalau nyium?" Tanya Kika menggoda

"Baru 2 kali" ucap ku keceplosan

"Tuh kak. Baru 2 kali, besok-besok lagi ya" ucap Abila

Gaa aman lama-lama sama mereka, aku bisa-bisa keceplosan mulu

First Experience Rosana Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang