Selesai les aku langsung pulang ke apartemen ku
Ting
Ting
Ting
"Ke perpustakaan apartemen sini?" Pesan dari salana
"Males" jawab ku
"Tau nomor aku dari mana?" Tanya ku lagi
"Gua samper. Udh jd ketua OSIS nomor nya pasti ada di grup manapun" jawab salana
"Males" jawabku
"Non, ada yang samper" ucap bibi
Hah? Dia udah di depan pintu apartemen?
Nyebelin banget si, padahal aku udah bilang kalau aku males
"Aku lagi gamau ke perpustakaan" jawabku
"Gua maksa sekarang, ayo" ucap salana sambil menarik tangan ku
"Pelan pelan dong, sakit nih" ucap ku
Sesampainya di perpustakaan aku memilih buku novel untuk di baca.
Dipertengahan aku membaca aku terganggu dengan suara ketikan yang dia hasilkan.
Aku menoleh ke arah laptopnya, tetapi dia langsung menutupi
"Aku ga kepo, cuman keganggu aja sama suara ketikan nya" ucap ku sambil nada kesal
"Gaada yang bilang kalau lu kepo" ucap salana
"Ih nyebelin banget si nih orang" ucap ku dalam hati
"Kamu emang suka nulis?" Tanya ku
"Buku yang kamu baca juga karya aku" jawab salana santai
"Jangan bohong" jawab ku
"Siapa yang bohong" jawab salana
Aku langsung memeriksa penulis bukunya dan benar saja ada nama salana di sana.
"Biasa aja alur ceritanya" ucap ku
"Selera lu jelek" jawab salana
"Alurnya yang jelek" ucap ku
(Telfon dari bibi)
Aku langsung berlari keluar untuk mengangkat telfon dan langsung bertemu dengan bibi dan supir ku yang sudah membawa koper
"Bibi sama bapak mau kemana?" Tanya ku panik
"Non, bibi sama bapak bakal di pindahin ke Amerika buat jagain anak nya tuan. Maaf yaa non bibi gaa bilang sama non, bibi juga tadi di telfon sama bapak secara tiba-tiba" ucap bibi
"Iya non, bapak juga. Bapak juga kaget karena tuan bilang nya mendadak dan tiba-tiba udah di belikan tiket pesawat, maaf yaa non" ucap supirku
Aku diam mematung. Aku bingung harus bersikap apa.
"Jadi bibi sama bapak ninggalin aku?" Ucap ku sambil menahan nangis
"Bibi sama bapak tidak meninggalkan non, tapi kita di suruh oleh tuan non" ucap bibi
Aku hanya terdiam saat bibi memeluk ku
Aku binggung dengan diriku
Rasanya ingin berteriak
Karena dari kecil hanya bibi dan supir yang menemani ku
Eyang sibuk dengan pekerjaannya
Mommy dan pipih sibuk dengan keluarga baru mereka
Setelah bibi dan supirku pergi aku langsung di telfon oleh pipihku
"Nanti pipih carikan yang baru" ucap pipih
"Ga perlu, aku mau sendiri aja. Untuk bersih-bersih aku bisa telfon cleaning service, anter jemput aku bisa pakai jasa" ucap ku dingin kepada pipih dan langsung mematikan telfonnya
KAMU SEDANG MEMBACA
First Experience Rosana
Novela Juvenil"Cinta segender itu tulus" BULLSHIT!! Faktanya ia malah menggoreskan luka dan membuat ku tidak percaya siapa-siapa lagi. Menceritakan tentang Rosana yang pindah sekolah dan bertemu dengan seorang cewe yang menjadi pacar pertamanya. Mohon jangan a...
