Ini kisah tentang perjalanan mereka berempat yang terdampar disebuah negeri yang tidak ada didunia nyata. Hanya karna sebuah kartu Remi yang mereka mainkan bersama.
Sebuah tempat yang asing yang mempunyai seribu rahasia dan penuh dengan teka teki.
M...
Langit yang tadi masih bersinar terang kini sudah mulai menggelap dan suasana yang hangat kini terasa lebih dingin.
Matahari sudah berganti bulan dan kehangatan pagi digantikan dengan dinginnya malam.
Namun mereka berempat masih dengan posisi tertidur atau lebih tepatnya pingsan setelah kejadian pagi tadi.
"Ennggh.." erangan terdengar dari bibir mungil Nabila yang merasa tidak nyaman karna kakinya mulai merasakan hembusan angin.
Ia terbangun dengan memegang kepalanya lalu menatap sekitar, masih ditempat yang sama seperti pagi tadi.
Nabila berinisiatif membangunkan Rony yang berada didekatnya.
"Kak Rony bangun kak!" Ucap Nabila sambil menggoyangkan badan Rony membuat sang empu pun terusik dari tidurnya dan memposisikan dirinya menjadi duduk.
"Nab kamu gapapa nab?" Tanya Rony yang seakan tersadar dengan kejadian tadi pagi.
"Gapapa kak, aman. Kakak tolong bangunin kak Salma ya! Biar kak Paul Nabila yang bangunin" ucap Nabila dan diangguki Rony tanpa bantahan sedikitpun.
Kenapa Nabila menyuruh Rony untuk membangunkan Salma? Karna posisi mereka Paul ada disebelah kiri Nabila dan Rony disebelah kanannya serta Salma disebelah kanan Rony.
Rony menatap Salma yang memejamkan mata itu dengan tatapan yang sulit diartikan. Rony malah terdiam melihat wajah tertidur Salma yang menurutnya cantik.
Sedangkan disebelahnya Nabila sedang berusaha membangunkan Paul.
"Paull bangunn!" Ucap Nabila sambil menggoyangkan tubuh Paul dengan kencang.
"Bangun oyyy! Ada gempa!" Seru Nabila tepat ditelinga Paul.
Paul yang merasakan badannya bergerak seperti ada gempa pun terbangun dan bahkan langsung berdiri dari tidurnya.
"Gempa dimana ini?? Tolong gempaa!" Teriak Paul yang masih belum menyadari sesuatu.
Setelah menyadari sesuatu Paul pun menatap kesal ke arah Nabila sedangkan sang empu menahan tawa.
"Nabila anjirr! Titisan Salma Lo ya. Ga bisa apa ga ngerecokin gue!" Ucap Paul dengan kesal.
Bayangin dia yang lagi pingsan atau tidur itu harus langsung berdiri karna dikira ada gempa. Woyy berdiri dari tidur tanpa duduk dulu itu pusing banget cokkk.
"Ya sorry paull" ucap Nabila yang tetap dengan senyuman manisnya.
Mendengar ucapan Nabila Paul hanya bisa menatap sebal tanpa bisa membalasnya, mungkin lain waktu.
Kini Nabila beralih menatap Rony yang terdiam menatap Salma yang masih tertidur itu.
"Kak Rony ko malah bengong sih! Terpesona yaa" ucapan Nabila membuat Rony tersadar dari lamunannya dan membantah apa yang Nabila ucapkan.
"Gak, diem deh nab" balas Rony singkat.
"Cie Rony cie. terpesona sama Salma ceritanya" ledek Paul yang sedari tadi memperhatikan percakapan mereka berdua.
"Nab, bangunin Salma gih!" Titah Rony yang diangguki Nabila, ia pun melangkah menuju salma.
Nabila hanya bisa tertawa kecil dengan tingkah rony yang cool macam Tukul.