Hot Night(+18)

1.4K 76 6
                                        

Warning!!!!

.

.

"Soonyoung kau mau membawaku kemana?! Ini bukan kamar inapku?!"

Jihoon panik bukan main saat Soonyoung masih saja menyeretnya hingga di satu lantai di atas hall room di mana pesta di adakan. Dimana di lantai itu terdapat kamar yang memang di sewakan untuk para tamu undangan. Ia semakin panik saat Soonyoung berhenti di depan pintu kamar yang bukan kamar inapnya.

Pria itu tak mengindahkan pertanyaan si gadis dan terus menyeretnya masuk. Dan dengan kasar menarik Jihoon dan menjatuhkannya di atas kasur.

"Soonyeong ku mohon maafkan aku, aku tahu aku bersalah. Tapi aku tak punya pilihan lain selain menyembunyikan ini dari mu," Jihoon susah payah bangkit dan membenarkan dress-nya yang tersingkap. Gadis itu duduk di tepi kasur sambil menatap Soonyoung takut-takut. "Jika kau menginginkan ini berakhir, aku akan terima. Walau sebenarnya aku masih tetap mencintaimu, tapi ku mohon jangan begini.  Jangan membuatku takut. Jika kau ingin aku pergi, aku akan pergi- aku bahkan akan keluar dari kantor. Aku juga akan- heumpp!!"

Suara ribut Jihoon terhenti saat tiba-tiba Soonyoung menariknya berdiri dan menyerangnya dengan sebuah ciuman yang berantakan. Menempelkan tubuh mereka tanpa jarak sedikitpun dan menekan tengkuknya untuk memperdalam ciuman.

Di tengah keterkejutannya, Jihoon mencoba mendorong tubuh Soonyoung yang semakin menggila. Bibirnya bahkan kini terasa sakit karena di gigit oleh pria itu.

Bermenit-menit mereka berciuman hingga Jihoon tak bisa lagi menahan nafas, gadis itu memukuli dada Soonyoung karena sesak.

"Akh!!"

Ciuman terlepas, tapi Jihoon harus di buat meremang sekaligus ngilu karena Soonyoung menyesap kuat kulit lehernya.

"Soonyeong, ku-mohon. Jangan begini-" Jihoon terbata berucap karena Soonyoung seperti orang kerasukan.

Pria itu mencumbu setiap inci lehernya. Sekuat tenaga Jihoon mendorong Soonyoung tapi tak berefek apa-apa. Soonyong masih mendekap Jihoon sekuat yang ia bisa. Satu tangannya bahkan menurunkan sleting dress gadis yang masih mencoba meloloskan diri itu.

"Soonyeong ku mohon, jangan seperti ini, hiks! Bicaralah... Kita bicara baik-baik... Kau membuatku takut hiks..."

Isakan yang lolos dari mulut Jihoon menghentikan aksi nekat Soonyoung. Pria itu menarik kakinya selangkah dan mantap Jihoon yang sedang menahan dressnya agar tak luruh. Bahu gadis itu bahkan tersingkap dan menampakan kissmark yang ia buat secara paksa barusan.

Soonyeong lalu merambatkan tangannya pada pipi Jihoon yang basah oleh airmata. Ia usap lembut pipi berperona itu sambil bergumam, "maafkan aku"

"Maafkan aku Jihoon" dekapan lembut Soonyoung berikan pada Jihoon yang gemetar.

"Kenapa kau begini? Kenapa kau memperlakukanku seperti pendosa Soonyoung, hiks.." airmata Jihoon luruh pada jas Soonyoung yang berantakan, ia membiarkan saja Soonyoung mendekapnya sambil bergumam maaf berkali-kali. "Jika kau ingin kita berpisah, aku akan terima. Kita akan-"

"Tidak" Soonyoung menyela cepat, ia menangkup pipi Jihoon dan beradu pandang, "jangan katakan itu. Aku tak akan melepasmu Jihoon"

"Lalu kenapa kau memperlakukanku seperti ini?"

Soonyeong menggeleng, tak juga paham kenapa ia bersikap kasar pada cinta sejatinya itu. Pria itu kembali mendekap sang gadis, "Aku tak tahu Jihoon. Aku terlalu hanyut dalam rasa kecewaku. Aku marah padamu, tapi aku juga marah pada diriku sendiri karena tak juga memahami posisimu. Aku tak tahu harus berbuat seperti apa, aku tak tahu bagaimana caranya aku meminta maaf karena sudah menyudutkanmu"

Chan the CupidTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang