Seungcheol memandangi putranya yang tiba-tiba ada di dalam kantornya, lebih tepatnya ada di ruang pribadinya. Memang menyebalkan sekali Si Jisoo itu, yang tiba-tiba datang bersama Junhui ke kantor dan menyerahkan bayi itu padanya di saat jam rapatnya sebentar lagi tiba. Gadis berkebangsaan luar Korea itu beralasan, Jeonghan sedang ada temu client mendadak di Gapyong. Dan dirinya tak bisa menitipkan Chan pada keluarganya atau keluarga Jeonghan karena secara kebetulan kedua keluarga itu sedang ada urusan di luar rumah. Ah, memang nasib Seungcheol mengurus Chan hari ini.
"Bagaimana ini Chan, Daddy harus keruang rapat lima menit lagi" monolog Seungcheol sambil menahan badan Chan yang sedang berdiri sambil berpegangan sandaran sofa.
Dengan satu tangan yang menahan tubuh Chan, Seungcheol mengeluarkan ponselnya dan menelpon nomor sekretarisnya.
"Wonwoo, tolong segera keruanganku" titahnya tanpa menunggu respon dari seberang sana.
Tak sampai lima belas detik, seseorang mengetuk pintu ruangannya.
"Kenapa sajangnim? bukankah seharusnya kita keruang rapat?" Tanya gadis cantik bertubuh tinggi dan berpakaian semi formal, "oh! Channie!!"
Setelah memekik sedikit gadis itu berlari di atas heels tingginya dan mendekat pada Chan.
"Aigoo... Aunty kangen sekali denganmu" lanjutnya duduk dan mengecup pipi Chan. "Kenapa Chan ada di sini kak?"
Wonwoo meninggalkan bahasa dormalnya dan tersenyum lebar membawa Chan kedalam pangkuannya.
"Jisoo yang membawanya. Jeonghan sedang ada pertemuan penting dengan client dan gadis itu membawanya kekantor"
"Loh kak Jisoo sudah di Seoul? Sejak kapan?" Tanya Wonwoo lagi agak terkejut mendengar sahabatnya yang lama tak ia jumpai ternyata sudah ada di Seoul.
"Sudah empat hari ini"
"Ish! Lalu kenapa kakak tak memberitahu aku sih?! Kak Jisoo juga kenapa tak menemuiku tadi saat dia datang kesini?"
Seungcheol berdecak sambil merapihkan bahan rapatnya, "Jisoo buru-buru karena akan melihat-lihat apartemen yang akan dia tinggali. Dan aku lupa memberitahumu, kau tau kan aku ada banyak sekali kerjaan"
Gadis dua tahun lebih muda dari Seungcheol itu mencebik. "Lalu kenapa kakak memanggilku, client sudah menunggu kita loh kak"
Pria itu bangkit dan membenarkan jasnya, "kau tetaplah disini dan jaga Chan, biar Vernon saja yang ikut rapat bersamaku. Aku tak bisa mempercayakan orang lain untuk menjaga Chan"
Wajah gadis berkacamata itu tersenyum sumringah, "Oke. Dengan senang hati aku akan menjaga Chan. Tapi dia dalam keadaan kenyang kan?"
"Iya, kata Jisoo dia baru memakan cemilan dan meminum susunya. Sudah ya, aku tinggal dulu"
Gadis itu mengangguk lalu mengarahkan tangan kecil Chan untuk melambai pada Seungcheol yang keluar ruangan, "bye bye Daddy..."
Wonwoo tak melunturkan senyumannya setelah Seungcheol keluar ruangan. Gadis itu memandangi Chan yang sedang memainkan pita panjang di kerah kemejanya.
"Channie baby... Kenapa kau sangat menggemaskan sih" satu kecupan mampir kembali dipipi Chan.
"Sudah berapa lama kita tak bertemu ya?? Oh! Dua Minggu! Padahal Wonwoo aunty kangen loh"
"Nunu!!!"
Chan memekik senang menampilkan senyum lebarnya mantap Wonwoo sambil menepuk dada gadis itu.
Wonwoo tertawa saat Chan melafalkan namanya dengan pelafalan yang lucu. "Chan juga kangen Nunu aunty?"
"Nunuu..."
