What's Wrong with Jihoon aunty?

1.4K 131 18
                                        

Ruang kerja pribadi Jeonghan terlihat ramai dari biasanya. Pemilik butik terkemuka di Gangnam itu kedatangan tamu setelah makan siangnya. Bisa di sebut bukan tamu sih, kerena yang datang hanyalah Jisoo dan Chan serta satu lagi sahabatnya.

"Hahahhahahha...."

Gadis mungil yang  duduk di sofa ruang kerja Jeonghan tak berhenti tertawa saat mendengar cerita pertemuan Jisoo dan Seokmin yang sangat konyol kemarin. Ia memegangi perutnya yang sakit karena terus tertawa.

"Bisakah kau berhenti mentertawakan aku Ji?" Sebal Jisoo sambil melempar plushie dino milik Chan.

"Yah! Aku paham jika si Seokmin itu orangnya random. Tapi sungguh, aku tak tau dia akan berbuat kurang ajar begitu" Ucap Jihoon di sisa tawanya.

"Sudahlah Soo, Seokmin kan sudah meminta maaf. Dia bahkan mengirimimu ice americano dan wafel saat Seungcheol pulang" Jeonghan mencoba meredam sebal Jisoo yang masih belum hilang sejak kemarin.

"Itu karena dia menumpahkan apa yang aku pesan kemarin!"

"Tapi kak Jeonghan, jika itu aku. Aku juga pasti akan sangat kesal sih. Bahkan Kak Jisoo bisa melapor balikan Seokmin dengan tuduhan perbuatan yang tidak menyenangkan" Jihoon terdengar seperti mengompori.

Jisoo menjentikkan jarinya, "wah, ide bagus Ji, seharusnya aku melaporkan balik Si hidung Pinocchio itu!"

Jeonghan hanya menggeleng malas menanggapi, ia lebih memilih memperhatikan anaknya yang sedang asyik dengan cemilannya. "Oh ya Jihoon, ada apa kau tiba-tiba ke butik di jam kerja begini?"

"Menghindari Soonyoung" Jawab Jihoon santai sambil mencomot anggur dan memakannya.

"Ai, kau masih main kejar-kejaran dengan Sooyoung?" Tanya Jisoo heran. Karena ia tau bagaimana kisah hate-love relationship teman semasa kuliahnya dan pasangan Jeongcheol itu. Putus dan nyambung entah berapa kali sejak mereka memutuskan pacaran lima tahun lalu.

"Dia mendesakku menerima lamarannya. Aku malas."

Jeonghan mendesah lelah, karena akhir-akhir ini memang masalah pasangan Jihoon dan kekasihnya itu adalah Jihoon yang belum mau menikah. Padahal di antara mereka Jihoon lah yang paling lama menjalin hubungan walau sering putus nyambung.

"Hey, bukankah itu bagus kalau Soonyoung mengajakmu menikah? Itu tandanya dia serius denganmu. Lalu apa alasanmu menolaknya?" Jisoo nampak heran dengan isi kepala si mungil Jihoon.

"Dia pasti akan semakin protektif padaku. Dan aku alergi saat dia berubah menjadi si bakteri yang menempel semaunya. Aku benci di kekang dan di atur"

Ya, Jeonghan dan Jisoo tau seberapa bebasnya jiwa seorang Lee Jihoon. Seorang gadis berusia matang yang berprofesi sebagai produser musik di agensi besar. Di balik penampakannya yang pendiam, Jihoon adalah social butterfly yang memiliki banyak kenalan hebat. Dan Soonyoung, sang kekasih. Sangat tahu jika para teman lelaki Jihoon adalah orang-orang berkelas. Dan mengikat Jihoon dengan pernikahan adalah cara pria itu untuk membuat Jihoon tak berpaling.

"Apa hanya itu alasanmu Ji?" Jeonghan mencoba memancing agar gadis itu mau mengutarakan alasan sebenarnya mengapa Jihoon selalu menolak lamaran Soonyoung. Tapi ia tak bisa memaksa saat Jihoon memilih tetap diam dan berpura-pura tak mendengar pertanyannya.

Drt... Drt...

Keheningan sejenak mereka teralihkan saat ponsel milik Jeonghan bergetar tanda panggilan masuk. Awalnya ia mengira sang suami yang menelpon, tapi ternyata bukan. Dengan malas wanita itu mengangkat panggilan itu.

"Ya Soonyoung, Jihoon disini. Cepatlah datang sebelum dia kabur"

Dan setelah panggilan terputus, Jeonghan mendapat tatapan mematikan dari gadis sipit yang melempar bantal sofa ke arahnya.

Chan the CupidTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang