New jurney?

621 53 5
                                        

Pesta pernikahan Wonwoo dan Mingyu berjalan dengan lancar seperti harapan. Pemberkatannya lancar sedang pestanya sangatlah meriah. Kebahagiaan sang pasangan pengantin sungguh terasa di acara.

Keesokan harinya pasangan pengantin baru itu tak membuang-buang waktu dan segera pergi berbulan madu ke Hawaii. Langsung terbang dari jejju tanpa pulang dulu ke Seoul. Tapi itu memang sudah di rencanakan. Pasangan Seungcheol - Jeonghan dan Soonyoung - Jihoon ikut serta mengantar kepergian mereka dibandara.

"Terimakasih atas bantuan kalian ya kak, tanpa kalian pesta tak akan berjalan lancar"

Mingyu menepuk bahu tegap Seungcheol. Karena banyak bantuan yang Seungcheol berikan padanya. Dari pemilihan hotel serta villa yang pemuda itu gratiskan untuk tamu-tamu khusus.

Dan ayah Chan itu mengangguk, "jangan sungkan. Kita sahabat, pasti saling membantu. Dan nikmati waktu libur kalian sebaik mungkin Gyu, manjakan istrimu"

"Tentu kak," Mingyu lantas beralih pada Soonyoung yang tersenyum kecil, pria tinggi besar itu lantas menepuk punggung yang lebih tua seakan menyalurkan semangat, "kurasa setelah ini giliran mu dan kak Jihoon, kak."

Mengerti arti ucapan Mingyu, Soonyoung mengangguk. "Doakan saja,"

*****

Setelah memastikan pasangan pengantin baru masuk gedung departure, Seungcheol dan Soonyoung keluar bandara dengan mobil berbeda. Karena memang tadi mereka berangkat dengan dua mobil.

Sementara Seungcheol dan Jeonghan yang memilih kembali Villa, Soonyoung memilih mengajak gadisnya berkeliling sejenak.

"Kenapa mengajakku kesini?" Tanya Jihoon saat Soonyoung memberhentikan mobilnya di pinggir jalan yang dekat dengan pantai terbuka.

"Turunlah," bukannya menjawab. Soonyoung malah melepas sabuk pengamannya dan juga membuka sabuk milik Jihoon, dan meminta gadis itu turun.

Jihoon mengangguk pasrah dan mengikuti Soonyoung yang sudah keluar lebih dulu.

"Ah!!! Segarnya...." Soonyoung berseru saat ia memilih masuk area pantai dan merentangkan kedua tangannya menikmati angin yang berhembus. "Rasanya berbeda sekali dengan Seoul"

Jihoon bergeming tak jauh dari Soonyoung. Memindai sekeliling pantai yang sama sekali tak ada orang selain mereka. Angin berhembus agak kencang hingga rambutnya berterbangan.

Matanya menatap punggung Soonyoung yang masih merentangkan tangannya menghadap pantai dengan mata tertutup. Kemeja pria itu yang tak dikancing berkibar diterpa angin.

Jihoon semakin dalam menatap. Pantai yang sunyi dan menenangkan itu tak sepadan dengan isi kepalanya yang penuh.

Kekhawatiran yang tak berdasar membuat hatinya tak tenang. Kekhawatiran yang seharusnya tak lagi menguasai segala keputusannya.

Jihoon berfikir, untuk apa ia membiarkan dirinya tetap tenggelam dalam kubangan masa lalu yang kelam. Sedang Soonyoung sudah mengajaknya meninggalkan segala kepedihan dan memulai sesuatu yang baru.

Bukankah seharusnya Jihoon berterima kasih pada sang kekasih karena masih mau bersamanya. Masih mau memberinya cinta yang tak pernah berkurang sejak bertahun tahun lamanya mereka memutuskan bersama. Selalu sama, cinta Soonyoung masih sama untuknya. Bahkan setelah segala kesalahan dan ketidak pastian yang Jihoon hadirkan.

Kakinya perlahan mendekat pada Soonyoung yang masih dengan posisinya. Jihoon memantapkan hati. Ia harus mengakhirinya. Sebelum kekecewaan dan kekhawatiran lain datang mendekat. Sebelum keberaniannya menghilang.

Soonyoung berjengit kaget saat Jihoon menyelipkan tangannya di bawah tangannya yang merentang. Memeluknya dari belakang dengan cukup erat.

"Jihoon-"

Chan the CupidTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang