Malam yang Panjang

200 18 0
                                        

Kacau.

Langit mendung mulai menurunkan rintik hujan. Angin berembus kencang. Suhu langsung turun. Orang-orang mulai menggigil.

Meski begitu kerumuman di depan gedung besar tampak tidak terganggu. Mengantri menggunakan payung atau mantel bergantian masuk ke dalam gedung. Wajah-wajah yang basah tampak tidak terganggu dengan cuaca buruk, malahan terlihat senang dan penuh semangat.

Setengah jam lagi acara akan dimulai. Panitia sibuk melakukan pengecekan terakhir. Kursi penonton sedikit demi sedikit mulai penuh. Suara berisik dari segala arah menunjukkan antusias yang tinggi untuk hari ini.

Iori menggigit bibirnya pelan. Jantungnya berdetak kencang. Isi kepalanya kalut. Mau tidak mau mereka harus melewati malam ini. Beruntung acara hari ini hanya fanmeeting, bukan konser.

"Ichi, apa kau khawatir karena Riku tidak bisa datang?" Yamato menepuk bahunya pelan. Sedikit mengejutkan Iori yang sedang setengah melamun.

Sebelum Iori menanggapi, Yamato mendekatkan wajahnya pada telinga Iori. Berbisik dengan serius. "Ichi, celahmu sangat terlihat sekarang. Aku tidak akan bertanya, tapi sekarang fokus untuk melewati malam ini,"

Tentu saja. Meski terkadang bodoh. Yamato tetap leader IDOLiSH7. Dia cepat memahami kerutan di wajah Iori. Yamato tersenyum lebar. Dia mengacak rambut Iori pelan. "Jangan sedih begitu, Onii-chan ada di sini,"

Iori membuang napas berat. Yamato benar. Sikapnya hanya akan membuat orang lain curiga. Iori menepis tangan Yamato. Merapikan rambutnya yang berantakan. "Nikaido-san, rambutku baru saja ditata,"

"Oh kau benar. Maaf," sahut Yamato tertawa menjengkelkan. Yamato merangkul Iori untuk menariknya mendekat ke anggota IDOLiSH7 yang lain. "Ichi gugup karena center kesayangan kita tidak bisa datang. Bukankah dia lucu?"

"Nikaido-san!" seru Iori jengkel.

"Ow, Iori. Tenang saja. Aku ada di sini," Nagi tiba-tiba memeluknya. Iori tertimbun di antara badan besar Yamato dan Nagi. Dia mendelik protes. Berusaha melepaskan diri. "Rokuya-san! Nikaido-san!"

"Ossan, Nagi! Jangan menganggu Iori! Kita harus bersiap!" Mitsuki menarik tubuh Nagi kasar. "Sougo! Jangan diam saja dan tarik Ossan!"

Sougo segera melakukan perintah Mitsuki dengan wajah ragu-ragu. "Apa aku harus menarik Yamato-san sungguh-sungguh atau biasa saja?"

"Ah, tidak perlu, Sou. Itu menakutiku," Yamato tertawa canggung. Dia melepaskan tangannya dan kini berdiri dengan serius. Yamato membenarkan letak kacamatanya. "Hari ini cuacanya memang tidak baik, tapi mari kita lakukan yang terbaik. Kali ini demi Riku,"

Ucapan Yamato sempat mengambang di udara. Mitsuki tersenyum riang. Mengangguk mantap. "Karena tidak ada Riku kita harus lebih bekerja keras!"

Nagi tersenyum lembut. Dia meletakkan tangannya di dada. "Meski kita hanya berenam malam ini, kita tetap bertujuh di hati kita,"

Sougo menarik napas panjang. Wajahnya melembut. Sebelumnya dia terlihat kaku. "Itu benar. Kita harus memberikan yang terbaik. Musik akan selalu membuat kita terhubung,"

Mendengar perkataan dan suasana riang yang coba dibangun teman-temannya, Iori mengembuskan napas lega. Dia terlalu khawatir. Mereka tidak selemah itu. "Kita buat Nanase-san menyesal karena hari ini tidak datang,"

Manik Tsumugi berkaca. Dia menahan diri untuk tidak menangis. Mereka tidak akan senang. Jadi, sebelum dia berbicara, Tsumugi mengelap air matanya. Tersenyum manis. "Aku akan selalu mendukung kalian,"

Mereka tersenyum. Lampu panggung mulai dimatikan. Suara berisik dari penonton perlahan menghilang. Sebentar lagi acara malam ini akan dimulai. IDOLiSH7 bersiap di posisi.

Another Note [IDOLiSH7 Fanfiction: RESTART POiNTER] ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang