Saat semua murid sedang menyantap makanan mereka dan beraktivitas, tiba-tiba ada pengumuman melalui speaker yang berjajar di setiap lorong atau ruangan sekolah.
"Selamat siang anak-anak SMA 48 Jakarta, bapak ada sedikit informasi untuk anak basket dan anak cheers, mohon didengarkan dulu ya." Ucap pak Jabieb, pemilik suara yang bergema itu.
"Oh anak basket sama cheers, lanjut makan deh." Ucap sebagian siswa.
"Nanti bagi yang merasa ikut ekskul basket dan cheers harap berkumpul di ruangan ekskul masing-masing ya setelah jam pelajaran, ada yang ingin dibicarakan. Semua harus hadir, jangan ada yang kabur. Terima kasih perhatiannya anak-anak." Lanjut pak Jabieb di speaker.
"Baru aja diomongin." Ucap Zee di kantin.
"Shel, lu ketua cheers kan? Nanti gue bareng lu ya?" Pinta Zee.
"Dih, ogah. Lu kan bisa ama Jessi sama Ketrin, ngapain ngintilin gue?" Tolak Ashel mentah-mentah.
"Mereka berdua tim B, gue tim A sendiri disini, ruangan tim A sama ruangan cheers kan deket." Rengek Zee.
"Gaada gaada, lu pergi sendiri. Ketua geng motor kok gini." Tolak Ashel, lagi.
"Ih Ashel jahatnya Ashel..." Ledek Marsha.
"Lu diem deh, lu nanti yang bareng gue, cheers juga kan?" Ucap Ashel ke Marsha.
"Iya Ashel."
_______
"Man, lu juga basket kan? Ntar barengan ya?" Kata Reva di kantin satu lagi.
"Gue kan tim A, lu tim B, gak bisa bareng kak." Jawab Manda sambil mengunyah baksonya.
"Oh iya, gue lupa. Lu juga tim A ya Niel?" Sekarang giliran ke Oniel nanya nya.
"Iya Rev, lu sendiri banget ya?" Jawab Oniel.
"Iya nih, ribet banget sistem basket di sekolah ini." Protes Reva.
"Sekolah emak lu juga blegug." Toyor Flora.
Reva hanya tertawa, lupa mama nya yang punya sekolah.
_______
Bel pulang sekolah sudah berdering, semua siswa berhamburan. Ada yang pulang, ada yang ke kantin lagi, ada yang masih di ruang guru, ada yang bersiap untuk ekskul, ada yang pacaran juga.
Saat hendak memasuki ruang rapat basket tim B, Reva memutar badan dan berlari ke toilet, iya kebelet.
Setelah menyelesaikannya urusannya dengan kamar mandi. Ia cuci tangan sebentar. Saat berbalik badan ia menabrak siswa lain.
"Eh sorry sorry, gue gak seng... WEH LO YANG TADI DI UKS KAN?"
Tiba-tiba banget???
"Santai aja kenapa si?" Jawabnya singkat.
Saat Zee melangkah akan ke kamar mandi, kerahnya ditarik oleh Reva.
"Lo jawab gue dulu, ngapain buka buka kancing gue trus nyentuh nyentuh gue hah? Lu pikir gue cewe apaan bangsat?"
Kini tubuh Zee ditekan ke tembok, Zee hanya tersenyum kecil, ia kembali mendorong tubuh Reva dan membalikkan posisinya. Kini Reva yang bersandar keras di tembok.
"Gue disuruh sama kak Indah, gue udah bilang tadi dan gue juga udah nolak tapi dibantah sama kak Indah. Gue juga najis ya nyentuh lo." Ucap Zee sedikit membentak.
Zee menarik kerah Reva.
"Kalo gue gak nolongin lo waktu pingsan tadi, lo udah mati disana. Lain kali mikir kalo mau ngomong, seenggaknya makasih kek, gak diajarin sama orang tua lo?" Ucap Zee.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Hate Relationship (Zeedel)
Teen FictionReva & Zee, dua anak "pembuat onar" SMA 48 Jakarta tiba-tiba selalu disatukan semesta untuk selalu bersama. "Reva dom, lu juga dom, kalian gabisa pacaran nyet" - A "Gue bisa bikin Reva jadi sub" - Z FIKSI GxG area ⚠️ 18+ | 21+ 🔞 Yang dibawah umur j...
