Be Friends

4.9K 333 7
                                        

Pagi-pagi buta, Reva sudah didudukkan dan disidang di ruang tamu rumah kediaman keluarga Abraham. Ternyata berita CCTV itu sudah sampai ke Shani.

"Ibun gapapa Del kamu mau pacaran sama Zee, tapi jangan di sekolah. Ibun juga gak pernah kan larang kamu pacaran? Kalo mau pacaran di luar lingkungan sekolah, biar gak malu-maluin kamu sama Zee." Ujar Shani dengan nada yang sedikit tinggi.

"Sekarang mau sekolah juga malu kan? Ibun gak tau itu berita bener apa enggak, sekarang jelasin ke Ibun." Lanjutnya.

"Bun, itu gak bener. Dengerin Adel ya..." Ucap Reva dengan suara yang bergetar.

Reva menceritakan semua kejadian yang sebenarnya, sesekali ia mengusap punggung tangan Ibun nya. Ia meyakinkan Ibun nya bahwa ia dan Zee tak bersalah.

Selesai cerita, Shani pun memahami keadaan anak sulungnya itu. Ia mengusap rambutnya, Reva sudah menangis tersedu-sedu disana.

"Yaudah, kalo begitu ceritanya kamu harus mempertanggungjawabkan perbuatan kamu, udah ada solusinya?" Tanya Shani.

"Aku udah bikin video klarifikasi sama Zee, nanti siang mau diupload, udah persetujuan bu Melody juga bun."

"Maafin aku ya bun, aku selalu bikin kesalahan akhir-akhir ini, aku lagi gak bisa kontrol diri aku."

"Gapapa sayang, itu diluar kendali kamu, Ibun nanti bantu usut siapa yang sebar cctv itu ya, sekarang kamu siap siap sana buat sekolah. Jangan jadiin masalah ini buat penghambat belajar kamu." Shani mencoba damai dengan dirinya sendiri.

"Aku sama temen-temen udah nemuin pelakunya bun, nanti kita mau samperin dia dan coba ngomong baik-baik." Ujar Reva.

"Oke kalo gitu, Ibun minta data orang itu ya, kirim secepatnya."

Reva mengangguk dan mulai menyiapkan dirinya untuk sekolah. Ia mandi, sarapan dan berangkat sekolah satu mobil dengan Manda.

_______

Hari ini anak-anak Trapstar dan Markas 48 berkumpul di satu titik berniat berangkat ke sekolah bersama, kecuali Ashel karena ia wakil ketua osis.

Saat sudah sampai di titik kumpul yang sudah mereka rencanakan, mereka saling bertegur sapa.

"Yang malem maboknya jelek banget siapa ya guys? Mabok kok menyatakan perasaan gitu." Ucap Ketrin dengan nada yang meledek, ia melirik ke arah Zee.

Karena tidak ada yang memberi tahu tentang Zee yang mabuk semalam kepada Reva maupun Zee sendiri, mereka menghiraukan ucapan Ketrin.

"Iya nih, gerr banget ya gak Zee?" Celetuk Olla.

"Tinggal dalam keadaan sadar aja nih menyatakan cinta kepada neng repa nya." Timpal Christy sambil mencolek colek bahu Zee.

Semua yang menyaksikan ucapan Zee malam itu hanya bisa cengar-cengir kalo kata Reva.

"Apa sih? Gajelas deh lu pada." Sahut Zee, ia merasa tak melakukan apapun.

"Aduh sayang banget gak ada yang rekam semalem, padahal manis banget kata-kata abang Zee." Ledek Oniel.

Semuanya tertawa ringan, mereka tak ada yang membeberkan secara jelas bahwa Zee menyatakan perasaannya untuk Reva malam itu.

Mereka berangkat ke sekolah bersama. Sebagian ada yang pakai mobil dan sebagian pakai motor.

Saat sampai di sekolah, semua mata memandang mereka. Terlebih Reva menyetir mobilnya dengan penuh kharisma, ia memakai kacamata hitam dan kaca mobil sengaja ia buka.

"Ya Tuhan, mereka kece banget"

"Reva keren banget pake kacamata item gitu"

Love Hate Relationship (Zeedel)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang