"Ikhlas seakan menjadi cara terakhir saat semua yang kita inginkan tidak bisa lagi kita raih dan dapatkan."
•••••
SUDAH berulang kali Mevrick menyatakan perasaannya pada seorang gadis tapi berakhir mengenaskan. Ini kali pertama dirinya mengungkapkan perasaannya pada sosok yang berbeda ras dengannya. Dia sosok dari ras peri bernama Mylaerla Sarxidor yang membuat Mevrick Zacharis jatuh cinta dengan sekali tatapan atau cinta pada pandangan pertama.
Mevrick hanya diam dengan pandangan mengarah ke bawah. Malu. Sudah pasti. Mereka baru bertemu belum genap satu hari tetapi dengan bodohnya Mevrick sudah menyatakan rasa sukanya.
Seekor peri yang Mevrick sukai itu terduduk di pojok gazebo dengan pandangan enggan menatap ke arahnya. Mereka saling bungkam sudah hampir setengah jam, tapi keduanya masih sama-sama egois, tak ingin membuka suara dan mungkin ... saling tegur sapa kembali?
Pemuda yang masih mengenakan seragam sekolah itu memutar tubuh, menghadap pada Myla yang masih saja membelakanginya.
"Myla," panggil Mevrick.
Perlahan-lahan, makhluk kecil bersayap itu menoleh. "Ada apa, Mevrick?" jawab Myla dengan disertai suara lonceng dari tubuhnya.
Mevrick yang mulanya duduk di pinggir gazebo lantas berdiri, mendekati Myla. "Kau marah padaku karena aku mengatakan seperti itu?"
Myla diam sejenak, sedetik kemudian ia menggeleng tanpa mengeluarkan sepatah kata.
"Terus, kenapa kau dari tadi menghiraukanku?" tanya Mevrick kembali.
Myla berdiri, mengepakkan sayapnya lantas mendarat pada bahu Mevrick. "Aku tak bermaksud menghiraukanmu, Mevrick. Aku hanya teringat sahabatku saat kau mengatakan hal itu kepadaku tadi," ungkapnya.
"Emang kenapa dengan sahabatmu?"
Myla mengembus napas berat. "Sahabatku pernah mengatakan kalimat seperti yang kau ucapkan barusan, Mevrick. Dia mencintaiku. Tapi, aku tak berani menerimanya karena kita beda golongan. Dia peri kerajaan. Sedangkan aku peri alam. Kita berbeda."
Sesaat selepas mendengar penuturan gamblang itu, Mevrick termenung. Untain kata yang terucap dari bibir Myla barusan mengandung makna tersendiri baginya.
Mevrick mendapat kesimpulan bahwa, cinta beda ras, golongan, itu tidak akan pernah bersama. Sama seperti cinta beda agama, mereka tidak mungkin hidup bersama. Mereka yang terjerat cinta beda ras, golongan, suku ataupun agama, harus merelakan keyakinan, keluarga, dan kelompoknya. Mereka harus memilih, antara melepas sosok yang ia cintai, atau ... terjerat dalam lingkungan, keluarga, kelompok, dan agama yang baru.
Setelah beberapa saat termenung, Mevrick mendongak, walau begitu sesak, ia kembali berkata, "Terus, ke mana sahabatmu itu pergi?" Mevrick bertanya lagi.
Ada jeda beberapa saat ketika Myla hendak menjawab. "Dia udah tiada di tangan manusia saat dirinya hendak menolongku."
Mevrick semakin iba dengan latar belakang dari sosok makhluk kecil yang ia temui di taman sekolah waktu itu. Ia tidak menyangka jikalau makhluk sekecil itu bisa memiliki latar belakang yang kelam dibanding dirinya.
Remaja laki-laki itu mengembus napas. Dadanya terasa sesak setiap mendengar pengakuan dari mulut Myla. Setelah napasnya kembali normal, dia kembali melontarkan pertanyaan.
KAMU SEDANG MEMBACA
[END] Lintas Takdir
Novela Juvenil"Sekalipun kau seekor kupu-kupu--ah, seorang peri maksudku. Aku tetap mencintaimu. Walau, kutahu, pada akhirnya kau sama seperti para gadis yang pernah kutemui--pergi menjauh dari hidupku." [Diikutsertakan dalam event breakheart penerbit Bookoffice]...
![[END] Lintas Takdir](https://img.wattpad.com/cover/362410008-64-k831271.jpg)