"Jangan pernah memberi tahu tentang apapun kepada siapa pun, jika kamu melakukannya, kamu akan kehilangan semua orang."
•••••
KALI ini Mevrick berada di samping halaman rumahnya. Ia terlentang beralas tikar dengan didampingi seekor makhluk bersayap yang sejak tadi asyik menari di udara. Mevrick menatap ribuan bintang di atas cakrawala dengan tatapan binar. Ia tak hanya memandang bintang dan bulan saja malam ini, tetapi juga memandang makhluk kecil yang terbang ke sana-kemari di atas wajahnya.
Ponsel Mevrick mengeluarkan suara, layarnya menyala. Laki-laki itu lantas merubah posisi, duduk bersila seraya menggapai ponsel di sisinya.
Lefin Bretton:
|| Gue di rumah lo. Lo ada di mana?
Mevrick mendengkus, ia segera mengirim balasan untuk Lefin, memberitahu sahabatnya itu jikalau dirinya tengah berada di samping halaman rumahnya.
Makhluk kecil yang tadinya terbang gembira di udara kini berhenti. Ia menghampiri Mevrick, terbang di samping remaja itu.
"Ada apa, Mevrick? Apa yang benda itu lakukan kepadamu?" Myla bertanya.
Mevrick tertawa kecil, menggeleng singkat, lantas menoleh ke samping. "Nggak ada apa-apa, Myla. Benda ini nggak bermasalah, kok."
"Terus, kenapa wajahmu tiba-tiba lesu begitu?"
"Ah, wajahku lesu, ya?" Mevrick berkaca dengan ponselnya. "Biasa aja, Myla. Tadi ada teman memberitahuku kalau dia datang kemari."
Bunyi lonceng yang berasal dari tubuh Myla kembali berbunyi. "Teman siapa? Apa dia sekelompok manusia kejam, Mevrick?" Myla bertanya lagi.
Mevrick lagi-lagi mengudarakan tawa kecil. "Nggak juga. Dia baik sama sepertiku dan--"
"Woi, Rick! Lo bicara sama siapa malam-malam gini?" Lefin berjalan mendekat ke Mevrick, naik ke tikar, duduk di sebelah sahabatnya.
Mevrick melengok, ia tak langsung menjawab pertanyaan Lefin. "Kenapa lo datang ke sini?" Mevrick bertanya sinis, mengalihkan topik.
"Yeu, emang nggak boleh kalau gue datang ke sini, hah?"
"Boleh, tapi jangan dadakan juga, bloon."
Lefin menyengir, menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Ia lantas melirik pada makhluk kecil yang kini terbang tepat di depan wajah Mevrick.
"Eh, itu peri yang kita temuin tadi, kan? Dia udah bisa terbang?" Lefin mengalihkan pembicaraan.
"Nama dia Myla." Mevrick menjawab, memberitahu.
Kerutan di dahi Lefin lantas tercetak, kedua alisnya bertaut, hampir menyatu. "Myla? Lo ngasih dia nama itu?"
Mevrick menatap makhluk kecil itu, ia tersenyum padanya, sedetik kemudian kembali menatap wajah Lefin.
"Dia yang ngasih tahu sendiri," ungkap Mevrick pada Lefin.
Mendengar penuturan gamblang itu, Lefin lantas menaruh tangannya di dahi Mevrick, memastikan kalau sahabatnya itu masih waras dan tak sakit.
KAMU SEDANG MEMBACA
[END] Lintas Takdir
Teen Fiction"Sekalipun kau seekor kupu-kupu--ah, seorang peri maksudku. Aku tetap mencintaimu. Walau, kutahu, pada akhirnya kau sama seperti para gadis yang pernah kutemui--pergi menjauh dari hidupku." [Diikutsertakan dalam event breakheart penerbit Bookoffice]...
![[END] Lintas Takdir](https://img.wattpad.com/cover/362410008-64-k831271.jpg)