"Tidak ada suara yang lebih menyebalkan dibanding suara celotehan anak kecil, dan tidak ada yang lebih menyedihkan daripada kesunyian yang mereka tinggalkan saat mereka pergi."
•••••
"MEVRICK, ini aku, Myla. Mylaerla Sarxidor," kata gadis bermata biru itu.
Mevrick kontan membulatkan matanya. Ia meneguk saliva, netranya menelisik, menatap dari ujung ke ujung tubuh gadis di sampingnya.
Apa yang dia katakan barusan? Myla? Mylaerla? Mevrick masih tak begitu percaya dengan pemandangan di sampingnya. Ia memutar tubuh, menghadap gadis bernama Myla itu.
"Lo--ah! Kau ... Myla si peri alam itu?" tanya Mevrick, memastikan.
Gadis itu mengangguk tiga kali dengan senyuman yang belum luntur di wajahnya. "Iya, ini aku, Myla. Seekor peri yang kau temukan di taman sekolah."
Mevrick meneguk ludahnya tak percaya. Ia menepuk pipinya sekilas. Sakit. Setelahnya ia memberanikan diri untuk meraba pergelangan tangan gadis di hadapannya. Kemudian menjalar ke wajah eloknya.
"Kau beneran Myla?" Mevrick bertanya sekali lagi, masih dengan mata berbinar.
Gadis itu kembali mengangguk. Setelah mendapat jawaban itu, Mevrick dengan cepat mendekap tubuh gadis itu dengan kuat. Ini seperti mimpi. Seekor peri yang ia temui kemarin berubah wujud menjadi manusia? Ini seperti khayalan dongeng!
"Aku kira kau meninggalkanku Myla. Aku mengkhawatirkanmu," tutur Mevrick, dekapannya semakin dipererat.
Ragu-ragu, gadis bernama Myla itu membalas dekapan Mevrick. Canggung. Perlahan-lahan, ia mengusap punggung gagah milik pemuda itu.
"Aku tidak akan meninggalkanmu, Mevrick. Aku akan terus di hatimu. Di dekatmu." Myla berujar.
Mevrick melepas dekapannya, kedua tangannya memegang bahu Myla. Tatapan membius lantas dilempar begitu saja pada gadis di depannya. Manik biru dan cokelat itu saling bertatapan. Saling berinteraksi tanpa mengutarakan kata. Sesat, manik cokelat Mevrick meneteskan cairan embun dari dalam sana, mengaliri wajah eloknya.
"Aku masih nggak percaya kalau kau bisa berubah menjadi manusia, Myla. Kau begitu ... cantik," puji Mevrick.
Pipi Myla seketika blush! Dia memalingkan wajah dari hadapan Mevrick, sekilas. Perasaan ini kembali menggelayuti hatinya. Perasaan yang lama tak pernah muncul selepas tragedi hebat yang menyerang ras peri beberapa tahun lalu.
Myla tersenyum sembari memutar kepalanya, menatap Mevrick kembali. "Kau juga tampan, Mevrick." Myla ikut memuji.
Mevrick mengembangkan senyumannya, jemari jempolnya mengusap-usap punggung tangan Mylaerla. Pandangannya masih tak dialihkan dari wajah gadis di depannya itu.
"Mevrick," panggil Myla.
Mevrick seketika tersentak, usapan pada tangan Myla terhenti. "Hem, iya, Myla? Ada apa?" balas Mevrick.
Myla menarik tangannya, beranjak berdiri, melangkah beberapa meter, membelakangi Mevrick. Dia hanya diam dengan pandangan lurus ke depan, enggan menoleh ke belakang.
KAMU SEDANG MEMBACA
[END] Lintas Takdir
Fiksi Remaja"Sekalipun kau seekor kupu-kupu--ah, seorang peri maksudku. Aku tetap mencintaimu. Walau, kutahu, pada akhirnya kau sama seperti para gadis yang pernah kutemui--pergi menjauh dari hidupku." [Diikutsertakan dalam event breakheart penerbit Bookoffice]...
![[END] Lintas Takdir](https://img.wattpad.com/cover/362410008-64-k831271.jpg)