Special chapter

917 43 9
                                        


"Selamat ulang tahun sayangku"First memberi sebuket bunga dengan sekotak kado yang berikatkan pita merah yang sangat amat cantik.Khao menaruh kue ulang tahunnya dan menerima pemberian First.

Tahun ini adalah ulang tahun pertamanya yang dirayakan oleh First sebagai pacarnya.Khao begitu senang ketika menerima buket dan kado yang First berikan kepadanya.Khao tidak sabaran membuka kotak kado yang berikatkan pita merah,ia segera membukanya.

"Waahhhhhhh jam tangan,aku menyukainya terimakasih"Khao sangat senang mendapatkan hadiah yang sangat dia inginkan

"Aku senang kau menyukainya, sini aku pakaikan"First memakaikan dipergelangan tangan Khao.Setelah itu ia tidak langsung melepas tangan Khao,ia mengambil tangan yang satu dan menggenggamnya sambil berkata

"Ini pertama kalinya aku merayakan ulang tahunmu sebagai seorang pacar,aku harap kita bisa terus bersama"Mendengar itu,Khao buru buru memeluk First

"Aku menyanyangimu,janji ya kau tidak akan meninggalkanku"Suara Khao tidak terlalu jelas karena ia menempelkan kepalanya didada First,tapi First masih bisa mendengarnya dan tau apa yang dikatakan Khao.

Setelah berpelukan cukup lama,mereka berdua  melepaskan pelukan.Khao agak sedikit menongak melihat wajah First yang lebih tinggi darinya.Dengan mata puppynya ia memandang wajah First tersenyum manis dan mengecup pipi First.Tidak puas First menoleh sedikit kesamping menyuruh Khao mencium pipi yang satunya lagi,Khao kembali mengecup pipi yang satunya lagi,First tersenyum sangat lebar dan kembali memeluk Khao singkat.

.

.

.

.

Mereka  berkeliling kota,karena First ingin Khao menikmati hari ulangtahunnya.Sesampainya dirumah Keduanya membersihkan diri,mandi,mengganti baju dan bersiap siap untuk istirahat.

Tapi bukan First namanya kalau tidak kecanduan game.Khao sudah menarik selimutnya bersiap siap untuk tidur,sedangkan First masih menyempatkan dirinya untuk bermain game diponselnya.
"First ayo tidur"
"Sebentar lagi,aku masih main"
"Apa gamemu lebih penting dariku?"
"Sebentar Khao,kau tidur saja duluan"

Tidak senang dengan jawaban First Khao menjadi kesal.

First sudah selesai dengan gamenya,ia lalu menyusul Khao ditempat tidur untuk beristirahat.

"Khao"First memastikan pacarnya sudah tidur atau belum.Tidak ada jawaban dari Khao,pikirnya ia sudah tidur.First meletakkan tangannya dipinggang Khao tapi Khao menepisnya tiba tiba.
"Kau belum tidur ternyata"
Tidak ada jawaban dari Khao
"Khao kau kenapa?"tanya First
Lagi lagi tidak ada jawaban.First lalu membalikkan Khao menghadapnya terlihat Khao dengan wajahnya yg cemberut mungkin karena First tadi menolaknya saat mengajak tidur.
"Kau marah?"Tanyanya
"Aku kesal denganmu pacaran saja dengan gamemu sana"
"Yasudah ak minta maaf yaa"First mendekatkan dirinya menarik kepala Khao kedalam pelukannya, sedangkan yg dipeluk hanya pasrah tidak balas membalik
"Masih cemberut hmm?"
First mengecup bibir Khao,satu kali,dua kali,tiga kali,Khao tersenyum tipis.
"Boleh cium?"Tanya First
"Memangnya siapa yang melarang"

First menciumi bibir Khao dengan lembut,mengusap lembut lehernya.

"Cukup ah"First menarik mundur kepalanya
"Firsttttt"Khao dengan nada manjanya seolah olah memprotes
"Hmm kenapa?"
Khao membuat raut wajah cemberut,Khao masih ingin melanjutkan tapi First menghentikannya tiba tiba.

"Kenapa pacarku lucu sekali sihhhh"First mencubit gemas pipi Khao
"Sakittt iihh First"Sambil memegangi pipinya
"Siapa suruh kau lucu begini"
"Terserah aku mau tidur"Khao membalik tubuhnya membelakangi First
"Kenapa membelakangi ku?Kau masih marah?"First berusaha membujuk tapi Khao tetap membelakanginya

Karena tidak mendapat respon dari Khao,ia beranjak dari tempat tidur,Khao pikir First pergi meninggalkannya semakin membuatnya kesal,bagaimana bisa disaat ia sedang marah begini First malah pergi?

Tapi ternyata salah,First malah berdiri didepannya.Perlahan ia berjongkok agar bisa melihat jelas wajah Khao.First bisa melihat jelas wajah pacarnya yang cemberut.

First mengusap wajah Khao,sambil membujuknya
"Khao jangan marah lagi yaa"

Khao tidak mau menatap wajah First,ia melihat kearah lain.

First mengecup pipinya,kemudian keningnya dan terakhir hidungnya.Khao lalu menatap wajah First,hatinya sekarang luluh.Perlahan senyumnya mulai kelihatan

"Masih marah?"Tanya First
"Hmm masih"
"Astaga benarkah?Apa yang harus aku lakukan supaya pacarku ini tidak marah lagi"

Khao lalu mendudukkan dirinya,First juga ikut duduk disampingnya.
"Mmmm mau cium"Pinta Khao dengan nadanya yang manja
"Pacarku suka sekali dicium ya?kan tadi sudah,mau cium lagi?"
"Ee em cium lagi"Khao mengangguk pelan
"Yasudah sini"

First menciumi kembali pipi dan kening Khao

"Sudah tidak marah lagi?"

Khao hanya menatap wajah orang didepannya lalu menjawab

"Masih kurang"
"Lagi?"
"Iyaa masih kurang masa kau tidak tau"
"Hmmm apa yang kurang"Tanya First
"Iniiii"Khao menunjuk bibirnya
"Bibir?"

Khao mengangguk sambil tersenyum tipis.First lalu mengecup bibir Khao singkat lalu kembali keposisi semula.

"Firstttt"
"Apa lagi?"
"Lagiiii tapi harus lama"

First kembali mengecup bibir Khao cukup lama,sampai dirasa sudah cukup lama First hendak memundurkan kepalanya tapi Khao menahannya,menarik tenguk First.Keduanya saling menciumi bibir satu sama lain,bukan hanya mengecup saja tapi saling berbelit lidah masing masing.Tangan First yang mengalungi pinggang Khao semakin memperdalam ciuman mereka.Tidak sadar ciuman itu mulai turun ke leher,Khao langsung menghentikan kegiatan mereka

"First cukup"
"Kalau lanjut kau akan semakin liar sebaiknya kita tidur saja"Lanjut Khao

Keduanya lalu berbaring dengan posisi berpelukan.Khao menjadikan dada pacarnya itu sebagai bantal,ia sangat menyukai ketika berpelukan dengan First,rasanya begitu nyaman dengan First yang memberi usapan halus pada rambut Khao semakin membuat Khao nyaman.

"Mimpi indah sayangku"First lalu mengecup puncak kepala pacarnya itu lalu mereka tertidur pulas.






Chapter ini fokus nyertain Khao yang manja kalau udah sama First hehe...
Semoga kalian suka yaaa🤗
Jgn lupa vote yaa😉


Friendzone (Firstkhao)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang