Ada cerita sewaktu Lisa kecil, ceritanya ini Lisa dulu itu suka sekali ikut kakaknya lomba di manapun itu, membuat Lisa kebanyakan membolos waktu TK.
Ibunya selalu mengajaknya untuk ikut pergi karena siapa juga yang menjaga Lisa selain sang Ibu, tapi semenjak Lisa terjun menjadi seorang atlet semuanya berubah total.
sikap ibunya juga lebih keras terhadapnya dan suka memarahinya jika Lisa latihan jelek maupun tidak rajin. Tentu Saja kepribadian yang seperti itu membentuk Lisa menjadi anak yang disiplin.
Setelah pulang latihan tadi bersama sang kakak Lisa dimarahi karena meminta minum kepada sang kakak.
Sebenarnya minum Lisa habis dan ingin meminta kepada sang kakak yang masih utuh, tapi karena sang Ibu lebih sayang pada sang kakak membuat Lisa menjadi dimarahi habis-habisan. Masalah sepele namun bisa membuat sang Ibu melontarkan kata yang sangat Lisa tidak sukai.
"Lain kali hemat minum mu, jangan meminta seperti itu. kakakmu juga haus, Kau harus tahu itu."
Lisa menggangukan kepalanya lalu setelahnya dia naik ke atas menuju kamarnya. tentu saja setiap hari Lisa akan selalu mengerjakan tugas-tugas dari sekolah, sebenarnya di antara dirinya dan teman sekelas Lisa lah yang paling rajin mengerjakan Walaupun waktu Lisa terlalu sedikit memiliki waktu untuk belajar.
Pintu kamar Lisa diketuk dan itu adalah kakak pertamanya, sekali kakak pertamanya ini mau ke kamarnya biasanya dia kan selalu menghindarinya.
"Lisa, aku pinjam Sepatu kamu ya? Aku harus menemui seorang klien." Jisoo segera mengambil sepatu berwarna hitam milik Lisa lalu pergi begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata pun lagi.
Huh? ternyata ada udang di balik batu.
Lisa menghela nafas pasrah. kakaknya selalu saja mengambil barang seenaknya tanpa mau mendengarkan jawabannya terlebih dahulu tapi percuma saja dirinya mengatakan 'tidak' pasti akan mengadukannya kepada sang ibu.
"Aku kira menjadi anak bungsu itu sangatlah enak tapi ternyata justru sebaliknya." Gumam Lisa lalu melanjutkan mengerjakan tugas-tugasnya.
🤍
Lisa Tersenyum menatap hasil proyek miliknya, Hari ini adalah hari penilaian proyek membuat karya seni dari stik es krim dan Lisa membuat gazebo lengkap dengan taman juga rerumputan di sana.
"Kenapa punyamu selalu bagus sih? aku jadi iri." Kata Rose sambil melihat hasil kerja Lisa
"Tidak tahu, padahal aku setengah niat dan setengah tidak niat mengerjakannya."
Lalu bel sekolah berbunyi.
jika kalian bosan dengan cerita ini. maka tidak apa-apa, karena memang cerita ini hanya mengisahkan Lisa yang setiap harinya sekolah, latihan, mengerjakan tugas lalu tidur begitu setiap harinya.
"Lisa, Kenapa lenganmu lebam?" Rose melihat luka lebam di lengan Lisa
"E-eh! Ini aku tidak sengaja kepentok meja saat akan mengambil pulpen jatuh." Jawab Lisa
"Bisa sampai gitu ya?" Ucap Rose
Lisa hanya cengengesan saja tapi aslinya itu karena sang ayah yang memukulnya, sewaktu tadi dirinya meminta minuman kepada sang kakak.
Lalu setelah nya mereka berdua fokus mendengarkan Sang guru.
.
Lisa mencicipi sup buatan sang Ibu lalu dirinya mengangguk-anggukkan kepalanya tanda menyukai sup buatan sang ibu.
Walaupun Shin Hye selalu pilih kasih terhadapnya tapi sebagaimanapun sikap ibu terhadap anaknya, Lisa tetap menganggap Shin Hye sebagai ibu yang terbaik yang pernah ada di dunia ini.
"Sup ayam! Lisa aku minta boleh?" Kata Rose dengan mata berbinarnya
"Iya boleh, tapi aku minta kentang mu itu ya boleh kan?" Rose berikan jempol tanda setuju lalu mereka bertukar isi bekal.
"Lisa menurutmu apa yang harus aku lakukan ketika, aku mempunyai pacar tapi pacar itu tidak pernah mengajakmu berbicara seperti orang berpacaran pada umumnya?" Tanya Rose
"Menurutku itu sangatlah aneh, seharusnya kalian saling cinta dan seorang laki-laki tidak mungkin mengacuhkan pacarnya sendiri." Jawab Lisa seadanya, ini sebenarnya sangat anti romantis.
"Kenapa kau bertengkar dengan pacarmu?" Tanya Lisa lalu Rose mengangguk-anggukkan kepalanya
"Bagaimana bisa seperti itu?" Tanya Lisa heran
"Katanya dia sibuk dengan ujian kelulusannya, tapi seharusnya sudah tidak sibuk lagi bukan? ujian kelulusan saja sudah selesai." Tanya Rose
"Menurutku kau putus saja dengannya, mempertahankan lelaki seperti itu tidaklah bagus menurutku." Saran Lisa
"Rencananya malam minggu nanti, aku akan meminta waktu sebentar kepadanya dan aku akan meminta putus juga."
"Bagus! silakan pilih lelaki yang mengantri mu sekarang!"
🤍
Lisa menatap handuknya yang telah diinjak-injak oleh sang senior, padahal handuk Itu handuk kesayangannya yang bergambar bebek berwarna kuning.
"Udah gede masa handuk harus berwarna-warni seperti itu? Minimal kayak gue nih warnanya bagus bukan?" Ejek Jiho kepada Lisa
"Lihat deh Jiho, masa handuknya warna kuning kayak tai!" Kata temannya bernama Yebin.
Mereka bertiga tertawa terbahak-bahak, Lisa lalu memungut handuknya kembali dan langsung melemparkannya ke wajah Jiho.
"Memangnya kenapa kalau Handukku berwarna kuning dan bergambar bebek? justru bagus bukan? sangat indah daripada milikmu yang berwarna ungu seperti warna janda." Kata Lisa ketus
"Kurang ajar lo! ini dibeliin Mami gue! bisa-bisanya Lo menghina pemberian dari orang yang ngelahirin gue!" Balas Jiho marah
"Sama kayak handuk gue yang lo injak-injak itu! itu pemberian kakek gue jadi impas bukan?" Sahut Lisa lalu dirinya pergi dari sana tak lupa dengan handuk berwarna kuningnya.
"Gue Kira anak itu bakalan takut sama kita setelah kita ngelabrak dia, tapi nyatanya dia nggak takut sama sekali sama kita." Kata jiho menatap punggung Lisa yang sudah menjauh
"Gue juga heran sama kayak lo! tapi apa jangan-jangan anak itu emang sebenarnya takut cuman sengaja di berani-berani in biar keren kali ya?" Ucap Yebin
"Halah Anak bodoh kayak gitu! sok-sokan sama kita yang lebih tua darinya bisa apa memangnya?" Sahut Yuju
"Gak tau lah gue males ngebahas dia lagi! pulang aja yuk, gue udah kangen nih sama mami gue."
Jiho dan kedua temannya itu langsung pergi dari sana, tapi sesosok anak yang sepertinya seumuran dengan mereka melihat mereka sedari tadi yang membully Lisa.
"Huh, kenapa Mereka kejam sekali?" Gumam anak itu
"Mereka jahat dan orang jahat harus dihukum tapi kenapa Tuhan tidak menghukum mereka? Kasian orang baik yang di jahatin oleh orang-orang yang iri dengan mereka."
Setelah mengatakan itu Gadis itu segera pergi dari sana sambil melompat-lompat dengan senang.
.
Lisa di kamar mandi sambil terus mencuci handuknya, tapi noda itu tak mau hilang membuat Lisa kesal dan langsung merobeknya begitu saja.
Lisa akan bilang kepada sang kakek, bahwa handuk itu sudah rusak karena tidak sengaja terkena angin yang membuat handuk itu jatuh ke tanah.
"Handuk kesayanganku."
...........
BTW guys book ini tuh Chapter nya singkat banget paling cuman 20-an segitu karena emang mentok segitu sih.
See you next chapter 👋🏻
Vote dan komen ‼️
Follow me on wattpad 📥
Terima kasih sudah mampir 💗
KAMU SEDANG MEMBACA
Jiwa yang bersedih
Fanfiction"Kenapa kau tidak seperti Kakak mu yang rajin juga berprestasi?! Dipikir membiayai kebutuhan mu tidak repot?! Bocah Nakal sekali!" Lisa, gadis yang selalu tersenyum di kala dunia kejam kepadanya dan hanya kesepian yang menemani dirinya. Jiwa yang be...
