Hari ini setelah Lisa selesai latihan pagi mereka dan sekeluarga pergi menuju rumah sang kakek dari pihak ibu. Rumah kakek terletak di Jeju dan itu lumayan memakan waktu yang lumayan lama.
Lisa duduk di paling belakang dekat barang-barang, sedangkan kakaknya duduk di tengah dan orang tuanya di depan dengan sang ayah sebagai sopir.
Mereka tidak menggunakan supir karena ingin merasakan liburan yang sesungguhnya.
.
Sampai Ke kediaman sang kakek yang rumahnya 11 12 seperti rumah mereka, mereka disambut hangat oleh kakek dan nenek mereka.
Jisoo jennie berhamburan memeluk kedua kakek neneknya sedangkan Lisa membantu orang tuanya menurunkan barang-barang lalu setelahnya dirinya memeluk kedua kakek neneknya.
"Aigo, cucu ku sudah besar semua." Kata sang kakek lalu menitah mereka semua masuk ke dalam rumah.
Kakek menuju ke halaman belakang diikuti Lisa di belakangnya, kakek yang menyadari cucunya mengikutinya segera berbalik lalu terkekeh.
"Ada apa sayangku? kenapa mengikuti kakekmu ini?" Tatapan Kakek lembut sambil mengusap rambut Lisa
"I-itu aku hanya ingin bilang bahwa handuk pemberian kakek sewaktu itu sudah rusak." Kata Lisa sambil menunduk sedih.
Sang kakek yang mendengar hal itu segera memeluk cucu bungsunya
"Tak apa-apa nanti akan kakek belikan lagi agar kamu tidak repot membeli handuk lagi." Ucap Sang kakek membuat Lisa segera memeluk kakeknya erat
"Kamsahamnida harabeoji!"
"Iya sama-sama, sudah sana istirahat tadi Halemoni memasakan makanan kesukaan kalian."
Lisa Mengangguk lalu segera pergi menuju kamarnya di lantai bawah sedangkan kedua orang tuanya dan kedua Kakaknya tidur di kamar atas.
Sebenarnya kamar Lisa itu punya Sang Bibi tapi karena sang bibi menikah membuat sang Bibi memilih membangun rumah di samping rumah sang kakek, jadi kamar itu sepenuhnya milik Lisa sekarang.
"Astaga apakah Bibi membersihkan kamar ini?"
Kamar Lisa terlihat rapi juga bersih sekali, tak mungkin ditinggal selama 8 bulan akan bersih dan terawat seperti ini.
"Yang Membersihkannya itu kakekmu nak." Nenek datang sambil membawa ubi bakar kesukaan Lisa
"Hareboji? Tapi kasian harus membersihkan nya." Kata Lisa lalu duduk di kasurnya sambil membantu sang nenek untuk duduk di sampingnya
"Memang aku sudah melarangnya dan untuk menyuruh pembantu di sana, tapi kakekmu itu bersikeras ingin membersihkannya sendiri." Ucap sang nenek
"Kau juga harus tahu, saudaramu Miyeon juga kadang tidur di sini."
"Sepertinya kamarku menjadi kamar favorit semua orang." Kata Lisa bercanda tapi justru sang nenek mengangguk kan kepalanya setuju.
"Kakek mu juga menyukainya, kadang jika dia sangat merindukan cucu-cucunya dia akan tidur di sini selama semingguan."
Keduanya Terdiam sejenak karena hanyut dengan suasana kamar itu yang senyap.
"Lisa, bagaimana dengan di kota? apakah kau makan dengan benar?" Tanya Sang Nenek menatap cucunya yang sedikit kurus menurutnya
"Tentu saja aku di sana makan dengan benar! dan juga nenek harus tahu, aku dipuji oleh pelatihku karena latihanku bagus." Ucap Lisa bangga
Sang nenek tersenyum mendengar perkataan Lisa seperti itu, sebenarnya sang nenek tahu bagaimana Shin Hye memperlakukan anak bungsunya.
Sudah beribu-ribu kali dia menegur Shin Hye agar tidak memperlakukan Lisa seperti itu, karena anak mempunyai batasan sendiri dalam hal melakukan apapun.
KAMU SEDANG MEMBACA
Jiwa yang bersedih
Fanfiction"Kenapa kau tidak seperti Kakak mu yang rajin juga berprestasi?! Dipikir membiayai kebutuhan mu tidak repot?! Bocah Nakal sekali!" Lisa, gadis yang selalu tersenyum di kala dunia kejam kepadanya dan hanya kesepian yang menemani dirinya. Jiwa yang be...
