"Permisi sus, pasien yang bernama Zelinna Amaira Namata ada di ruang berapa ya?" tanya Hani tidak sabaran.
"Tunggu sebentar biar saya cek dulu ya bu,"
"Cepat sus,"
"Pasien bernama Zelinna Amaira Namata berada diruang No.119."
"Ibu tinggal naik ke lantai tiga terus lurus habis itu belok kanan sekali baru sampai." ujar suster itu lagi.
"Terimakasih sus, ayo pah!"
"Iya mah,"
Mereka segera pergi ke ruangan yang diberitahukan oleh suster.
Sampai didepan ruangan mereka memutuskan untuk menunggu hingga dokter yang memeriksa putri mereka keluar.
Ceklek..
"Bagaiman dok keadaan putri saya?" tanya Hendra
"Putri bapak dinyatakan koma."
Bagai tersambar ribuan petir, sedih? Pasti. Mereka diam masih mencerna apa yang dokter katakan.
"Pah maksud dokter apa sih? Zelin pasti segera sadar kan pah?" tanya Hani dengan air mata yang mulai turun.
"Dokter pasti salah kan? coba periksa lagi dok!"
"Mah jangan gini, putri kita pasti bakal segera siuman kok. Zelin anak yang kuat, mama tenang aja, oke?" ujar Hendra menenangkan istrinya.
"Tapi pah, Zelin.."
"Udah mama sebaiknya istirahat dulu, mama pasti capek."
"Mama mau temenin Zelin aja pah, kasian dia sendirian ya??" kata Hani
"Yaudah ayo,"
"Dok, boleh kami melihat putri kami?"
Dokter itu tersenyum lalu mengangguk, "Boleh. Dan kalau boleh setelah ini bapak keruangan saya, saya ingin membicarakan tentang kondisi putri anda diruangan saya."
"Baik, terimakasih dok,"
"Saya permisi," ucap dokter lalu pergi.
****
"Bagaiman dok kondisi putri saya? baik-baik saja kan dok?" tanya Hendra
"Putri bapak mengalami benturan yang cukup keras dibagian kepala, dan ada beberapa keretakan pada tangannya. Kemungkinan kecil putri bapak akan mengalami Amnesia.
"Dari hasil yang saya periksa kecepatan jantung putri bapak juga sangat lemah, jika berkelanjutan saya tidak bisa menjamin keselamatannya, hanya keajaibanlah yang satu- satunya kita harapkan."
"Terus kapan putri saya sadar dok?"
"Saya masih belum bisa mendeteksi kapan putri bapak sadar. Kita berdoa saja kepada Tuhan untuk keselamatan putri bapak."
Mereka pun melanjutkan pembicaraannya.
****
Keesokan harinya,
"Aws.. sakit banget gila!" lenguh seorang gadis.
Gadis itu mengerjapkan matanya beberapa kali lalu memfokuskan pandangannya kesekitar.
"Bjir ini dimana? perasaan gue habis ketabrak mobil deh kok tiba-tiba ada di tempat kumuh kayak gini sih?!" gerutunya.
Gadis itu berusaha bangkit meski rasanya sakit semua.
"Masa sih gue masih hidup setelah tertabrak mobil sampai nglinding kaya gitu? aneh banget."
"Terus juga kalau ketabrak kan retak ya, lah ini kaya habis dipukul pake tongkat baseball jir lah, mana sakit lagi aws..."
Gadis itu mulai melangkahkan kakinya keluar dengan baju yang sudah banyak bercak darah karena lukanya.
Wait!!
Jika kalian menebak kalau gadis itu adalah Zelinna maka tebakan kalian... Benar!
Zelinna terbangun ditubuh seorang gadis yang entah siapa namanya darimana asalnya.
Back to topic
Langkah demi langkah ia lalui hingga kini ia sampai di depan gerbang sekolah, entah sekolah milik siapa, yang jelas disini masih sepi. Mungkin karena masih terlalu pagi.
"Ini siapa sih yang bawa gue sampe ke sekolah, bukannya bawa ke rs gimana sih"
"Ya ampun! Neng teh kenapa?" suara bapak-bapak yang terasa asing baginya, mungkin sedang memanggil orang dari belakangnya kali ya.
"Neng teh kenapa atuh? pasti sakit ya, ayo biar mang Asep anterin ke Puskesmas" ujar bapak itu lagi.
"Maaf bapak bicara sama saya?" tanya nya bingung.
"Ya iya atuh, mang Asep teh khawatir. Udah ayo ke puskesmas dulu, neng teh tunggu disini." orang yang diketahui namanya mang Asep itu pergi entah kemana lalu kembali dengan mengendarai sepeda motor.
"Ayo neng naik, ini helm nya."
"Emang bisa?"
"Bisa, udah ayo. Situ yang luka saya yang merinding neng." mereka pun pergi menuju puskesmas terdekat.
...
"Cha kamu teh yakin tidak mau cek si perempuan itu?"
"Buat apa Fi, udah atuh biarin aja nanti juga bisa keluar sendiri dia teh"
"Bener Cha"
""Hahahahahhaah!""
...
"Lora kamu teh kemana sih? Dari kemarin dikabarin tidak bisa.. Dini khawatir tau.."
...

KAMU SEDANG MEMBACA
Bertukar Jiwa
RandomZelinna Amaira Namata putri sulung dari pasangan Hendra Namata dan Hania Citra Namata. Kepopuleran, kekayaan, kecantikan, kekuasaan semuanya ia punya. Namun apa jadinya jika semua itu sirna dalam sekejap mata? Zelinna yang hendak pulang dari caffe...