Zelinna Amaira Namata putri sulung dari pasangan Hendra Namata dan Hania Citra Namata. Kepopuleran, kekayaan, kecantikan, kekuasaan semuanya ia punya.
Namun apa jadinya jika semua itu sirna dalam sekejap mata?
Zelinna yang hendak pulang dari caffe...
"Woi Jeli! Cepetan keburu kehabisan tiket kereta!" teriak Azeril dari luar rumah. Ia tak habis fikir dengan sahabat kecilnya ini, bagaimana bisa mengajaknya pulang ke jakarta dengan alasan tidak jelas.
"Berisik Jeri! Gue denger ege, udah ayo berangkat." Mereka menaiki sebuah transportasi umum yaitu sebuah angkot untuk menuju ke terminal bus. Ya, mereka berada jauh dari kota, harus melewati beberapa kilo meter untuk sampai di Stasiun Rajawali. Itupun harus tiga kali menaiki kendaraan yang berbeda.
Mereka pun sampai di stasiun. Zalora turun lebih dulu dari taxi diikuti oleh Azeril.
Zalora meregangkan tangannya, "Akhirnya nyampe juga di tujuan pertama, tujuan keduanya itu adalah... Memesan tiket ke jakarta!" Semangatnya berlari menuju pembelian tiket.
"Permisi mbak, saya mau pesan tiket ke jakarta untuk dua orang malam ini ada?" tanyanya pada penjaga kasir. Penjaga kasir itu tersenyum ramah, "Ada, sekitar pukul dua malam dini hari, mbak." Zalora melihat ponselnya di sana tertera masih pukul 20.08 wib. Yang artinya masih sekitar enam jam-an lagi untuk ke jakarta.
"Bagaimana mbak? Apakah jadi untuk memesan tiket ke jakarta?" tanya penjaga kasir itu membuyarkan lamunan Zalora. "Eh, iya mbak, jadi untuk dua orang ya."
"Baiklah akan segera saya proses. Untuk jumlah harganya jadi Rp. 488.000,00 mbak," Zalora pun segera menyelesaikan pembayaran lalu menyusul Azeril di tempat tunggu. "Ze, kita berangkatnya jam dua pagi.." adunya bersandar pada pundak Azeril.
"Gitu aja udah lemes. Mending kita makan dulu, laper kan lu," ucap Azeril dan dibalas anggukan kecil oleh sang empu. Mereka pun pergi mencari caffe terdekat untuk mengisi perut.
"Jeli, sini gue fotoin pasti bagus," ujar Azeril dengan ponsel yang sudah siap di tangannya.
"Boleh," Cekrek..
Mereka menghabiskan waktu bersama untuk menunggu kereta selanjutnya, dan kini pukul sudah menunjukkan 01.55 dini hari yang artinya lima menit lagi kereta dengan tujuan Kota Jakarta akan segera berangkat. Mereka sudah siap di tempat duduk masing - masing.
[Harap para penumpang duduk dengan tenang di kursi masing - masing, karena sebentar lagi kereta akan segera berangkat menuju Kota Jakarta.] Suara sang supir kereta mengintrupsi agar penumpang tetap tenang.
"Ze, bentar lagi kita balik ke jakarta! Gue nggak sabar..." ucap nya lalu tertidur di bahu Azeril. Azeril geleng kepala. Padahal tadi anak itu masih bersemangat tapi lihatlah sekarang, sudah tepar dia. Kebiasaan Zelinna ternyata belum berubah sama sekali, tertidur tiba - tiba saat sudah sangat lelah.
Azeril memainkan ponsel lalu membuka aplikasi ber-logo warna - warni. Ia memposting sebuah foto yang ia ambil sebelum menaiki kereta.
> azzrlelvn_
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.