"Masuk!"
Ceklek..
"Kak, tadi katanya mau tanya sama aku, mau tanya apa?" tanya Zayn yang baru saja masuk.
"Sini duduk samping kakak," pinta Zelinna sambil menepuk single sofa disamping. Zayn manggut lalu duduk di sofa itu.
"Zayn, kamu tau desa xxx nggak?" tanya Zelinna serius.
"Hm.. Pernah denger tapi kapan ya?? Oh!"
"Kamu tau??"
"Oh! Itu kan desa tempat bang Zeril dihukum kak," ujar Zayn setelah ingat desa apa itu.
"Zeril?"
"Bang Zeril atau Azeril Elevano itu sahabat kakak dari paud loh." jelas Zayn.
"Tapi kenapa kakak nanya desa itu, apa kak Zelin ada ingat sesuatu?" lanjut Zayn.
"Nggak ada, tapi bisa kamu minggu depan ikut kakak kesana? Ada yang harus kakak cari tau di desa itu." ujar Zelinna serius.
"Buat apa kak? Tapi minggu depan kan ada ujian kalo gak salah," tanya Zayn sambil berpose 🤔.
"Duh iya lagi, kakak lupa. Kalo gitu selesai ujian kamu mau kan temenin kakak kesana?" ujar Zelinna.
"Boleh kak, tapi kakak belum jawab pertanyaan aku tadi."
"Em.. itu ada yang mau kakak cari tau disana. Nanti kamu juga tau." jelas Zelinna menyakinkan.
"Tapi sebelum itu ..kamu janji jangan benci sama kakak?"
"Kak Zelin ngomong apa sih aku kan adek kakak ya jelas gak akan benci lah." ujar Zayn.
"Janji?"
"Iya janji. Eh kak si Randi telfon nih aku angkat dulu ya," ucap Zayn pamit angkat telpon.
Zelinna tersenyum tipis. "Iya sana angkat dulu." Zayn manggut lalu segera keluar untuk angkat telpon.
Zelinna memandang sendu pintu kamarnya. 'Andai kamu tau kalau aku bukan kakak asli kamu, mungkin kamu bakal benci dan minta aku untuk kembalikan kakak aslimu kan dek?'
•••
Jeri 🐁
Online
Pe! Jer keluar yuk bosen nih
| dirumah mulu.
Selesai membersihkan perpustakaan tadi siang Zalora tak lupa untuk meminta nomor handphone Azeril supaya lebih mudah untuk berkomunikasi seperti sekarang contohnya.
Ayoklah gass gue juga bosen di kost sendirian. |
'Katanya orkay kok nge-kost' -Author
'Biar hemat elah thor' -Azeril
Lo jemput gue, gue gak tau daerah sini.
|📍 location.
Oke, jam 3 gue otw rumah lo. |
Setelah mengirim pesan itu Zalora bergegas untuk mandi dan bersiap-siap.
Pukul 15.17 WIB
Tok.. tok.. tok..
Zalora melangkah keluar ia membuka pintu depan melihat siapa yang mengetuk pintu, pasti Azeril, dan benar saja Azeril ada didepan rumah.
"What's up bro! Ayo cepet nanti kemaleman," sapa Azeril.
"Sabar napa gue kunci dulu ni rumah. Udah ayo!"
Mereka pun pergi dengan mengendarai motor matic milik Azeril menikmati hembusan angin sore di desa. Udaranya yang sejuk membuat pikiran tenang dan damai.
Sampailah mereka di pasar malam yang sering diadakan saat hari-hari tertentu.
"Lo tunggu sini, gue mau parkirin dulu." pinta Azeril lalu pergi ke area parkir.
Sudah sekitar empat menit Zalora menunggu. "Lama elah tu orang,"
"Dor! Nungguin ya??"
"Eh kamchagyia!! Gue buang mau lo!?"
"Haha bercanda Jel sensi amat deh. Yaudah yok!" ucap Azeril lalu merangkul pundak Zalora. Mereka pun masuk menelusuri pasar malam dan bermain berbagai game seperti mancing ikan, menembak bola dan mendapat boneka (nama game nya lupa aku pokoknya itu, gak ngerti hedsot kepalanya. Canda) dan sebagainya.
Kini Zalora dan Azeril ada didepan wahana ayunan muter (Taukan ya ayunan muter).
"Jer foto-in dong," pinta Zalora sambil menyerahkan ponselnya pada Azeril.
"Hp gue aja, hp lo belum di upgrade."
"Dih ngeremehin lo?"
"Nggak, kan emang kenyataannya gitu."
"Lo kalo ngomong suka bener ya, yaudah cepet," ucap Zalora ia pun mengambil pose untuk foto.
Cekrek ..cekrek 📸
"Udah nih, gue kirim ke hp lo ya."
"Oke thanks bestie,"
•••
Setelah sesi foto-memfoto akhirnya mereka keluar dari kerumunan dan kembali ke parkiran untuk menjemput si Rije kesayangan (Motornya si Azeril)
"Jer laper kagak? Beli makan yuk!" ucap Zalora tiba-tiba.
"Hm, ayo udah laper juga."
Zalora dan Azeril memutuskan untuk membeli bakso mercon di pinggir jalan untuk mereka makan.
(Makanan dipinggir jalan tidak seburuk yang kalian kira kok.)
"Wih baksonya lumayan gede ya kuahnya merah banget lagi pasti pedes, harus ambil gambar nih terus post biar polowers gue liat." ucap Zalora lalu mengambil ponselnya dan membuka aplikasi kamera.
Cekrek ..cekrek 📸
"Kan lo udah bukan Zelinna lagi Jel," ujar Azeril menghentikan aktivitas Zalora yang asyik memotret makanannya.
"Ga usah diingetin sakit tau,"
Azeril tertawa renyah melihat respon dari sahabatnya itu. Mereka mulai makan dan diselingi oleh candaan.
Dan tanpa mereka sadari ada seseorang yang melihat interaksi mereka berdua dari jauh, orang itu mengepalkan tangannya kuat.
"Awas aja kamu teh! Di sekolah abis kamu sama aku!" setelah mengatakan itu orang itu pun pergi entah kemana.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bertukar Jiwa
RandomZelinna Amaira Namata putri sulung dari pasangan Hendra Namata dan Hania Citra Namata. Kepopuleran, kekayaan, kecantikan, kekuasaan semuanya ia punya. Namun apa jadinya jika semua itu sirna dalam sekejap mata? Zelinna yang hendak pulang dari caffe...
