Happy Reading!!
•
•
•
Mata Aura kini ditutup, Valdy mulai memasukkan benang ke jarum yang tajam itu. Kebiasaan nonton film bergenre misteri thriller yang penuh adegan operasi tanpa sensor membuatnya ingin mencoba. Ya, mencoba.
"Gue mulai ya."
Tusukan pertama tertancap sangat lembut di kulit Aura, Genggamannya semakin kencang pada pergelangan tangan Alin, merasakan dirinya gemetar hebat.
"Alin, sakitttt...." Rintih suara Aura merasakan jahitan pertama dikulitnya.
Tarikan antar kulit membuatnya menggerang kesakitan, tetapi ia hanya bisa menahan dan merasakannya. Sementara itu yang lain mulai beranjak dan pergi kembali ke depan tenda karena tak sanggup mendengar gerangan Aura yang menyakitkan itu, menyisakan Aura, Alin, Valdy dan Ryu.
"Ini udah jam setengah 7, kenapa belum ada tanda-tanda orang dateng. Ini mereka tau apa kagak sih." Risau Alzar.
"Petasannya udah ga ada lagi kahh?" Tanya Bara.
"Enggak, semuanya udah dinyalain."
"Seharusnya, paling enggak 1 jam itu mereka udah nyampe kesini." Ucap Haidar.
"Lu kira mereka jalan mobil?" Ucap Alzar.
"Lah emang jalan apa coba?!." Ucap Haidar.
"Ya terus ga mungkin kan kalo ada kecelakaan gini ga dibawa pake mobil, yang sakit dibawa pake apa? Keranda gitu?" Pekik Bara.
Mereka diam sejenak.
"Rombongan yang dibelakang juga kok belum nyampe-nyampe, yakin ga kesasar nih?" Tanya Talita cemas.
"Lagian kalo ada rombongan belakang dateng, Aura mau dibopong bareng-bareng gitu?." Tanya Alzar.
"Aura ga selemah itu orangnya." Ucap Valdy yang tiba-tiba nimbrung.
"Udah? Aura gimana?" Tanya Alzar khawatir.
"Udah kok aman, tadi gue cuman ga bisa ngiket bagian terakhir. Untung Ryu bisa, Aura juga udah tidur bareng Alin." Jelas Valdy sembari mencuci tangannya pada air yang mengalir didepan tenda.
Semuanya mengangguk, mereka terjaga pada malam itu memikirkan hari esok. Ditemani rintik hujan yang mulai menipis.
•
•
•
Mentari mulai terbit memancarnya sinarnya, dengan udara yang sangat sejuk. Terpaan angin dingin menembus jaket mereka yang tebal, semangat kembali muncul, tenaga pun sudah diisi. Anak lelaki membongkar tenda dan membereskan alat-alat untuk melanjutkan perjalanan.
"Kita ga bisa terus-terusan disini nungguin para guru, bisa aja mereka ga tau titik koordinat kita berada." Jelas Valdy.
"Val, lo sadar ga? Aliran sungai ke pantai udah ga keliatan dari kemaren." Ujar Talita.
"Lahh iyaa, jangan-jangan beneran kesasar lagi." Ucap Haidar.
"Ishh jangan ngomong gitu dulu, berarti kita tinggal pergi kearah timur sampai kita nemuin aliran sungai itu." Ujar Valdy.
"Bukannya kita punya peta?" Ucap Bara.
"Peta ga berguna kalo kita ga tau titik koordinat kita sekarang." Ucap Talita.
"Udah semuakan?" Tanya Valdy yang sudah menyandang tas nya, dijawab anggukan oleh semuanya.
Aura yang sedari tadi duduk bersender dipohon kini bangun dibantu Alin dan Alzar. Selama perjalanan ia dipapah oleh Alin, dengan tasnya yang disandang oleh Alzar.
KAMU SEDANG MEMBACA
3 Days
خيال (فانتازيا)Sebuah SMA mengadakan sebuah kegiatan outbound untuk para siswa kelas XI. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 3 hari, para siswa akan meneliti, menganalisis isi disekitar hutan dan mereka akan bertahan hidup dihutan tersebut. Hingga suatu kejadian...
