10

2.6K 217 2
                                        

Kalvin menatap kebawah, menatap  dua iris mata Ruby yang sedari tadi menatapnya.

"Apa?"

" Ini kita gapapa di sini? " Ujar Niven menatap ke sekitarnya.

Kelvin yang tadinya berniat untuk menghampiri Niven malah melihat ketiga orang yang entah mendebati apa dengan aura yang tak mengenakkan.

Melihat Niven yang linglungpun segera ia membawanya pergi secara diam-diam tentunya. untuk kali ini Kelvin tidak mau ada yang menggangu waktunya untuk bersama Niven, majikannya yang imut><.

Di sinilah mereka berdua, di atas gedung Akademi. Melihat Niven berjalan mendekati ujung pembatas. Kelvin pun turut ikut, takut-takut anak orang jatuh kan bisa berabe bukan hanya setengah jiwanya yang hilang nyawanya pun juga akan ikut hilang.

" Awas jatuh"ucap Kelvin memperingati.

Niven mendengus samar
" Kalau jatuh ya tinggal jatuh, paling koma parahnya mati" ujar Niven tanpa menatap ke arah lawan bicara

Plak

" Eh anjing!" Ujar Niven dengan mata yang melotot ke arah kelvin. Kurang ajar emang bibir seksoynya sudah ternodai oleh tangan Kelvin.

" Heh mulutnya. Mau saya tampol hm?!" Ujar Kelvin dengan sebelah tangan yang terangkat menatap datar bocah pendek didepannya.

" Apa! Berani Lo! Sini! sini maju Lo by one kita" Niven mendekat ke arah kelvi dengan kedua tangan yang terkepal dan raut wajah yang di buat seseram mungkin.

Kelvin menaikkan salah satu alisnya ketika melihat Niven yang akan memberikan tinju kepadanya, tersenyum miring
Kelvin memegang kepala Niven dengan satu tangannya.

Tangan Niven yang tak sampai ke tubuh Kelvin pun melayang dengan kedua tangan yang berputar.

Niven menyrengit. Dengan sekuat tenaga ia memberikan pukulan kepada kelvin, tapi kenapa gak kena² malah sekarang ia yang merasa lelah. Seketika Niven berhenti karena merasa capek.

"Pff-tanganmu yang pendek itu tidak akan bisa sampai memukul  tubuh tinggiku"

'tchi sombong'

Bug

" Ssstt! kenapa kau malah menendang masa depanku bgs-t" kesal Kelvin. meringis saat tendangan Niven tepat sasaran.

" Pfff, itu mah belum seberapa kali, ck lemah ! Loyokan ya punyamu" ujar Niven menatap remeh Kelvin yang terduduk memegangi himpitan kedua pahanya.

Kelvin melotot tak terima.
Kemudian menghela nafas kasar.
Berharap dengan begitu kesabarannya akan bertambah.

                           ***

"Ngomong ngomong di mana adik kalian? Kenapa aku tidak melihatnya sedari tadi?" Ucap livey kepada kedua temannya yang berwajah datar itu.
Padahal tadi mereka sudah duduk di dekat adiknya itu, huff mengingat kekeras kepala kedua temannya itu dia hanya bisa geleng-geleng kepala.

" Entah" jawab kalien  datar

" Lah? "Menatap ke teman satunya lagi , lalu menghela nafas ketika dibalas hanya dengan hendikan bahu.

" Sepertinya kalau dia muncul pun pasti tidak akan selamat dari kalian" viou berujar dengan tangan yang bersedekap dada menatap malas sekitarnya.

" Tentu saja, tapi tidak mungkin kami menghukum berat orang yang kami sayang, kecuali kalau dia memilih lepas dari belenggu yang sudah kami buat!" Lifen berbicara dengan santai tapi tidak dengan mereka yang mendengar itu bukan hanya seperti sebuah kata tapi sebuah peryataan .

become an outcast young master Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang