Bertransmigrasi ke tubuh figuran dalam novel?
"Yah gimana lagi kan udah terjadi, manut pencipta aja gue mah" -Arya
"Males banget turun tangga, gendong dong bang" -Arya
"Mager gue Ren,"
"Ayah uang sakuku habis minta duitnya dong" -Arya
"Anggep aja gu...
"Lah kenapa?" Zayden yang sedang duduk di motornya di menimbrung. "Kata bokap gue kalo menang boleh beli mobil lagi wkwk yakali gue ngilangin kesempatan buat beli mobil, ya nggak?" ucap Noah sambil membusungkan dada
"Siapa yang ngajarin? Lu ga mungkin cuma nyoba-nyoba kan" Alex bertanya pada Noah. Noah menunjuk orang di sampingnya "ni orang yang ngajarin gue, Michael tuh jago tau kalo soal beginian"
"Orangnya aja yang males mamerin apa yang dia bisa" pemuda itu menyenggol lengan sang empu yang dibicarakan.
"Lain kali hati-hati, kalo tadi sampe kenapa-kenapa gimana" William mengomeli Noah, dia adalah orang yang perhatian pada temannya.
Noah yang di omeli oleh Will menganggukkan kepala, "nggih🙏"
Arya hanya menatap mereka dalam diam, well.. dia mengantuk sekarang.
Arya menaruh kepalanya di pundak Zayden dan memeluknya dari belakang "bang ayo pulang, gue ngantuk" ucapnya dengan lirih, Arya memejamkan mata.
Zayden melihat jam tangannya, terlihat sekarang pukul setengah 10 malam. "Lu yakin udah ngantuk?"
"Iya.. ngantuk" jawab Arya tanpa membuka matanya. Zayden menanggapi dengan berdehem.
"Bang lu balik kapan, gue mau balik. Ni bocil udah ngantuk katanya" Zayden bertanya pada kembarannya yang sedang duduk di motor.
"Bareng sama lu"
"Ohh ya udah."
"Gaiss gue pulang duluan, kalian balik nanti atau sekarang?" Zayden bertanya pada mereka. "Gue mau balik sekarang, kata bunda ga boleh pulang kemaleman katanya" ucap Henry.
"Ayo sengg kita pulang sekarang" Henry mengajak Alex untuk pulang. "Dih najis" balas Alex
Noah menatap William, William hanya mengangguk. "Kita juga balik sekarang"
"Hati-hati pulangnya jangan kebut-kebutan" Will menasehati mereka. "Ay ay kapten" -Alex
"Oke" Arya berpegangan pada jaket yang dipakai Zayden dan tetap memejamkan mata,
_____________ _____________
Arya menguap, dia turun dari motor Zayden dan melepas helm. Setelah itu ia langsung masuk ke mansion, dia ingin cepat-cepat menuju kamarnya.
Di ruang tamu ia melihat kuro sedang rebahan di samping Daren. Arya menuju kucing itu, sebelum mengangkat kuro ia memeluk ayahnya 1 detik dan mengatakan "aku pulang ayah."
Lalu ia menaiki tangga dan menuju ke kamar.
"???" Duda 3 anak itu terkekeh pelan "dasar aneh"
Arya menutup pintu kamar dan menaruh kuro di kasur, dia melepas hoodie yang ia pakai lalu memakai kaos biasa berwarna putih. Dan juga mengganti celana dengan celana pendek selutut.
Ia merebahkan tubuhnya di kasur, mengelus kuro dengan lembut.
"Selamat malam sayangku cintaku" Arya dengan gemas mencium pipi kuro. Arya lantas memeluk guling miliknya lalu menyelami alam mimpi.
Kamar itu sepi, hanya terdengar suara dengkuran kucing yang tengah tertidur
*
*
*
Paginya, di sekolah
"Gue udah sarapan tapi masih laper" batin Arya yang sedang mengerjakan soal ujian.
"Males banget"
Arya menyangga kepalanya dengan tangan kiri dan menatap Zayn yang memejamkan mata.
"......."
"Lu tidur bang?"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.