Chapter 04| Fans Arvin

117 36 14
                                        

HAPPY READING 📖 and ONLY FUN MY BAE🤍

SORRY FOR TYPO!

JEJAKNYA, JANGAN LUPA YA, SAYANG.

••

|Berharap dengan apa yang belum pasti itu, cara melukai diri sendiri tanpa memperlihatkan lukanya.|

—by Eka yang melukai hati tokohnya—

°•°•°

Langkah Arvin lebar mematri, secepat mungkin dia berlari menuju kelasnya untuk mencari gadis berkepang dua itu.

Keramik lantai koridor berderit-derit akibat gesekan dari sepatunya. Sesekali dua terpeleset juga, hingga dia sampai di kelasnya. Matanya menangkap sosok temannya, Rara sedang mengobrol dengan seorang gadis berkepang dua. Rambutnya berwarna coklat gelap.

Arvin berdehem, menetralkan perasaan gugup pada dirinya. Lalu dia berjalan santai, dengan peluh yang masih menetes membasahi baju dan wajahnya. Blankonya sudah Arvin lepas dan berada di sakunya.

"Siapa yang nyariin gue?" tanya Arvin membuat Rara dan gadis berkepang itu kontan menoleh. Lalu mereka beranjak dari kursi bersamaan.

Kaca mata bulat dengan bingkai ungu muda, pita kupu-kupu kecil di masing-masing kepangnya, senyum manis, dan disertai satu gingsul di bagian atas kanan.

"Hai, Arvin, kenalin aku Lecya. Lecya Aure putri."

Mematung Arvin. Datar wajahnya terpampang, rasa kecewa tentu menguasai dadanya. Indra pengkihatannya bergulir, melirik tangan gadis berkulit kuning Langsat yang berharap diterima salam kenalnya.

Berharap dengan apa yang belum pasti itu, cara melukai diri sendiri tanpa memperlihatkan lukanya.

Melihat Arvin yang menatapnya datar, lantas gadis bernama Lecya itu menghela napas, segera dia menahan senyumnya untuk tetap mengembang.

Lecya turunkan tangannya perlahan, Arvin tak membalas salam kenalnya, ini berarti dia sudah ditolak sebelum menawarkan hatinya, kan?

"Lecya itu fans banget sama vokalis Sembilan Lintang," akunya dengan penuh semangat.

Arvin mengangguk dan tersenyum tipis. "Terima kasih, fans gue ternyata ada yang secantik lo."

•••

Melihat sudah ada remaja-remaja yang akan baku hantam, bude Muti hanya geleng-geleng kepala, ini sudah biasa.

Sejak sekolah menengah kejuruan di samping warungnya membuka pendaftaran angkatan 15, mereka mulai datang kemari, memberi secuil demi secuil kenangan dan banyak keramaian pada warungnya.

Mereka adalah para anggota 9' Lintang. 9'Lintang merupakan sebuah Grup musik yang sering tampil di acara sekolah, di jalan tampil bersama pengamen cilik, dan sekedar di panti asuhan untuk menghibur anak-anak yang tidak memiliki orang tua atau sengaja ditinggalkan orangtuanya.

Beranggotakan 9 orang, memiliki nama grup bernama 9'Lintang. Lintang adalah bahasa jawa yang memiliki arti bintang, sedangkan 9 merupakan jumlah anggota grup ini.

Sampai sekarang pun ketua 9'Lintang ini belum memberitahu apa alasan menamai kelompok nan tadinya hanya terbentuk karena ada kegiatan ekstrakurikuler musik yang mereka ikuti itu di bangun.

Sejauh ini kelompok mereka memberikan dampak positif bagi sekitar atau mereka sendiri.

"Kalian udah lihat Twitter sekolah belum?" Tanya Kean sembari fokus melihat handphone-nya yang dia otak-atik.

9 Lintang; Arvin [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang