Chapter 19| Gladi Resik untuk si Idiot

48 9 16
                                        

HAPPY READING 📖 and ONLY FUN MY BAE🤍

SORRY FOR TYPO

Jangan lupa jejaknya, ya, Sayang!🐐

•••

Surat Cinta untuk Starla sepertinya indah, ya?

♡Arvin Putro Rekatama♡

•••

"Vin," panggil Elard.

Kini Elard dan delapan temannya sedang berjalan menuju kelas masing-masing, kebetulan sekarang jalur mereka masih sama.

Arvin menoleh menatap Elard, tatapannya sungguh tidak mengenakkan. "Opo?" sahutnya sedikit ngegas.

"Lo pernah ketemu cowok seumuran kita dan mirip gue gak?"

Langkah Arvin langsung berhenti seketika, dia berbalik badan menghadap Elard yang membuat semuanya berbalik pula.

"Pernah." Arvin menatap ke tanah, mengingat perkataan bagaikan sampah yang dilontarkan cowok tersebut di rumah sakit kala itu. "Dan dia sampah."

"Kenapa lagi?" tanya Dery terdengar muak.

"Pasti masalah lagi," timpal Kean, tangannya meraup wajah yang sedang berekspresi kesal.

"Kalian kan memang langganan masalah!" teriak anak-anak basket yang tidak sengaja mendengar percakapan mereka.

"Iya tuh, udah gitu gak pernah akur lagi! Ew, dasar problematik!" cecar siswi-siswi yang suaranya sudah serak akibat meneriaki idola-idola mereka di lapangan basket sana.

"HEH! Ora perlu kakean bacot-lah!" teriak para gadis yang dari tadi santai saja di kursi taman.
-Gak usah banyak omong lah-

"Mereka yang punya masalah, kalian yang bacot. Minimal kalau hidup masih acak-acakan, gak usah sok-sokan ngurusin hidup orang, Mbak." Itu suara lantang nan kompak dari para siswi-siswi kelas sepuluh, yang dengan berani menentang para kakak kelas cerewet juga lemes.

Kenapa mereka membela 9'Lintang? Jawabannya, sudah pasti karena mereka satu angkatan dengan 9'Lintang dan karena mereka juga mengidolakan sembilan remaja laki-laki yang bersatu dalam sebuah band itu.

Kompak sembilan cowok itu menoleh ke gadis-gadis yang berani menentang kakak kelas. Mereka tidak bersuara, hanya tersenyum manis, menunduk singkat sebagai ucapan terima kasih, setelahnya mereka berjalan pergi.

Biasanya mereka akan menyepa lebih dari senyuman, tapi kali ini mereka lebih memilih menghindar dulu sebab suasana hati dan pikiran mereka sedang tidak baik-baik saja

"Akhhhh, celupin kepala gue ke susu dinosaurus sekarang juga, Rek!"
-guys-

"Diem, diem, harus kalem ... tapi gak bisa!"

"Mas Arvin, ya Allah, Mas."

"Mas Arvin, teteh-teteh Sunda juga butuh mas-mas Jawa."

"Gila gue, udah gila, pegangin jantung gue. Jantung gue udah ketarik mas Janu."

"Udah gak usah histeris, bentar lagi juga gue yang gemblong."
-gila-

Anggota 9'Lintang meninggalkan begitu saja teriakan histeris dari gadis-gadis yang tidak terlihat anggun seperti pada saat melawan argumen kakak kelas tadi.

9 Lintang; Arvin [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang