HAPPY READING 📖 and ONLY FUN MY BAE🤍
SORRY FOR TYPO
Jangan lupa jejaknya, ya, sayang!
•••
|Begitulah kehidupan yang memiliki tokoh pun kenangannya di setiap masa. Berganti masa, berganti pula rasanya. |
—by Eka yang membuat Caily bahagia—
•
°•°•
"Gimana? Udah puas lihat teman masa kecil lo?" tanya seorang pemuda jangkung dengan suara beratnya.
Seorang gadis yang berdiri dihadapannya hanya mengangguk tipis sebagai jawaban. Padahal sebenernya dia tidak bertemu dengan teman masa kecilnya. Melainkan, dia lari karena takut tak bisa mengendalikan diri.
Pemuda bersuara berat itu mencekik leher gadis berkerudung hingga wajahnya benar-benar memerah. "Ingat, ya. Setelah lo buat anak gue lenyap. Lo itu cuma jalang di mata gue, sama kaya Ibu gue!" Gadis tersebut dihempaskan begitu saja ke lantai hingga tersungkur.
"Lo mau apa?" Tanya gadis itu dengan suaranya yang bergetar, matanya berkaca-kaca, ingin sekali dia menangis hingga air matanya berganti darah.
"Mau lo bantu gue susun rencana atau Nenek lo meregang nyawa di tangan gue."
Seringai kejam pemuda itu berhasil menghipnotis gadis yang tadinya mau memberontak.
"Gue akan bantu, gue bantu semaksimal mungkin!"
"Good girl, Caily." Setelah menepuk lembut puncak kepala gadis yang dia panggil, Caily. Pemuda itu menutup pintu dengan keras dan terdengar pintu terkunci dari luar.
Di dalam kamar sana, Caily meringis merasakan sakit yang mendalam di hatinya. Mengingat perkataan Alert seputar anaknya, itu fitnah.
Caily tidak pernah mengandung, sungguh dia tidak pernah mengandung, dan laporan keguguran yang sewaktu dulu di temukan oleh Alert di kamarnya. Itu bukan miliknya.
"Gama?" bisik Caily ketika melihat seorang pria berambut keriting di jendela kamar ini.
"Shhtt...." Jari telunjuk pria itu menempel dibibirnya sendiri, mengisyaratkan untuk Caily tetap diam. Lalu, tangannya melambai memanggil Caily agar mendekat.
Perlahan Caily mendekat, laku dia tersenyum lebar, sangat lebar sebab dia teramat bahagia.
"Ayo pulang, saya obati lukanya," ujar pria itu dengan nada lembut.
"Nenek gimana?" tanya Caily yang berada di tengah-tengah kebimbangan antara ikut atau tinggal.
Pria pemilik nama Gama itu tersenyum tipis, dia naik masuk lewat jendela. Dia tarik Caily untuk terbenam ke pelukannya.
"Tenang aja. Si brengsek itu tidak bakal macam-macam ke nenekmu. Kalau dia ngelakuin itu, misinya bakal gagal, karena dia nggak bisa lagi memperalat kamu, kan?"
"Iya, gue ikut lo aja deh," finalnya, Caily menengadah menatap pria yang tengah dia peluk erat-erat.
Tangan pria itu naik membenahi kerudung Caily yang acak-acakan. "Tangan Alert akan segera hancur karena berani menyentuh milik ku, sampai melukainya," ujar Gama penuh ambisi.
"Masa, sih?" Caily bertanya dengan nada main-main.
"Um, percayalah. Ini janji suamimu, Cah Ayu."
—bocah cantik—
KAMU SEDANG MEMBACA
9 Lintang; Arvin [END]
Teen Fiction"Mana boleh menyimpan tiga perempuan dalam satu hati?" Sebuah kalimat tanya yang dikhususkan untuk Arvin Putro Rekatama, seorang cowok berbelangkon coklat. ♡? ♡? ♡? "Goblok, lo itu cewek goblok yang cuma gue jadiin pengganti! Lo harusnya sadar, muka...
![9 Lintang; Arvin [END]](https://img.wattpad.com/cover/365760792-64-k513959.jpg)