Chapter 21| Ternyata (1)

37 8 7
                                        

HAPPY READING 📖 and ONLY FUN MY BAE🤍

SORRY FOR TYPO

Jangan lupa jejaknya, ya, Sayang!🐐

•••

Caily memalingkan wajahnya, menatap Gama dengan tatapan panik. Caily panik, Gama panik, yang lain lebih panik.

Gama menatap gadis berhijab itu dengan tatapan datar, terlihat sangat santai, tidak ada raut tegang sedikit pun. Padahal sebenarnya dia juga sedikit ketar-ketir.

"Tak apa, aku akan bicara tentang ini semua, tapi jangan di sini," ucap Gama menenangkan Caily, gadis yang sudah mengemban status sebagai istri.

Lecya mendekat ke Caily. "Caily, kenapa bisa begini?" bisiknya, menjaga suaranya tetap pelan karena tidak enak dengan yang lain.

"Nah, udah mulai! orang-orang kenapa kalau pakai bahasa Indonesia bisa se-baku ini, coba?" Galih protes dengan refleks.

"Bang, bercanda lo gak tepat waktu," tegur Janu.

"Yek, sok serius lo, ini cuma prank kali!" cibir Buana yang masih sempat cengar-cengir.

Caily hanya menunduk dalam, menutup-nutupi wajahnya yang memerah. Tangannya dicengkeram oleh Gama, Caily ditarik pelan untuk mendekat pada pria dewasa itu.

Gama menatap Dery yang diam mematung seperti anggota Sembilan lintang yang lain, kecuali Arvin yang masih sibuk membujuk Jira yang merajut tadi.

"Band mu punya markas, kan? Boleh kumpul di sana sekarang?"

"Boleh, boleh," respon Dery diiringi anggukan.

Dery menatap teman-temannya. "Pamit ke anak-anak dulu, terus kita ke markas," perintahnya.

"Cih." Buana dan Janu berbarengan berdecih. "Markas-markas memangnya kita geng motor berandalan?" cibir mereka bersamaan pula.

"Kan kita sering mabuk, sering baku hantam juga di studio. Sebenarnya kita nih nakal, cuma ketutup muka imut kita," papar Kean yang membuat mereka tertawa.

Sekarang bukan rahasia lagi bahwa 9'Lintang adalah berandal. Mereka sudah berkali-kali masuk ruang BK karena berbagai kasus kenakalannya.

"Najis," celetuk Elard sebelum pergi bersama Liam meninggalkan lapangan menuju motor Ducati miliknya. Diantara sembilan orang hanya dia dan Liam saja yang memiliki motor Ducati.

Yang lain? Mereka ada yang hanya memiliki motor Beat, Revo, Supra, atau custom.

Lecya diam ditempat mematung diam, kebingungan sendiri. Karena yang lain sudah menuju parkiran motor, begitupun Caily yang sudah masuk ke mobil Gama. Sedangkan dia? Dia ingin ikut, tapi tidak ada yang mengajaknya.

"Lecya, ayo ikut gue aja! Nanti Arvin biar nyusul," ajak Nielsen yang melajukan motornya dan berhenti di sebelah seorang gadis berkepang dua.

Lecya tersenyum tipis dan mengangguk cepat. Dua langkah kakinya bergerak mendekat pada motor Nielsen, langsung terdengar teriakan teman dari monyet kelaparan.

"Lecya Aure Putri! Kamu selingkuh?" Arvin berlari dengan raut wajah marah, di lehernya sudah ada puluhan marsmellow yang baru dia beli bersama Jira tadi.

Nielsen menepuk jidatnya dengan telapak tangan. "Halah, pacar bukan kok merasa diselingkuhi," celetuknya yang semakin membuat Arvin meradang.

•••

Arvin memutar bola matanya jengah ketika melangkahkan kakinya ke studio musik milik 9'Lintang.

Semenjak dia tahu bahwa teman-temannya sering merokok dan meminum alkohol, Arvin sedikit malas untuk berbaur dengan mereka. Hanya malas, bukan tak ingin.

9 Lintang; Arvin [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang