4. Rasa yang berubah

451 31 5
                                        

Dua bulan berlalu, Hanbin selalu berhasil meraih peringkat pertama di setiap ujian sihir, sedangkan Hao selalu berada di peringkat kedua. Hal ini membuat Hao semakin tidak suka kepada Hanbin, bukan benci, hanya tidak suka kepada Hanbin. Karena di satu sisi, ia tidak tega saat memasang ekspresi kesal dan selalu marah kepada Hanbin. Tapi di sisi lain, egonya jauh lebih besar dibandingkan rasa empatinya.

Sementara itu, Hanbin semakin populer setelah ia selalu berhasil meraih peringkat pertama di setiap ujian sihir. Beberapa siswi selalu memberikan hadiah untuk Hanbin ketika pemuda tampan itu lewat, dan Hanbin yang terkenal murah hati selalu menerima hadiah yang ia dapatkan. Tak hanya siswi, beberapa siswa yang berpapasan dengan Hanbin juga selalu menyapa dan memberikan hadiah kepada Hanbin.
.
.
.
Hari ini, para siswa-siswi ZEROBASE Magic School sedang mengadakan camping di sebuah hutan. Camping ini diadakan untuk merayakan kelulusan siswa-siswi kelas 12. Saat ini, semua orang sedang membangun tenda masing-masing. Hao satu tenda dengan Ricky, dan sekarang mereka sedang membangun tenda mereka. Saat sedang fokus membangun tenda, pandangan Hao tertuju pada Hanbin yang berada tidak jauh dari tempat ia berdiri. Pemuda itu sedang membangun tenda juga bersama Gyuvin. Hao melihat Hanbin melipat lengan bajunya sehingga terlihat lengan Hanbin yang kekar berotot. Wajahnya yang sedikit berkeringat membuat Hanbin terlihat seksi di mata Hao.

Ricky yang melihat Hao tampak melamun mengikuti arah pandang Hao, dan saat itu ia tahu kalau Hao sedang melihat Hanbin yang sedang membangun tenda bersama Gyuvin. Dan ia yakin jika Hao salah fokus dengan lengan kekar Hanbin. Harus Ricky akui selain tampan, Hanbin juga memiliki bentuk tubuh atletis dengan otot-otot yang sempurna. Meski ia tidak melihat Hanbin telanjang dada secara langsung, tapi dari bentuk lengan kekarnya ia sudah tahu jika Hanbin memiliki bentuk tubuh yang sempurna. Ricky langsung menepuk pundak Hao sehingga pemuda manis itu tersadar dari lamunannya.

Hao :"Ada apa, Ricky-ya?"

Ricky :"Kau sedari tadi melihat Hanbin yang sedang membangun tenda, bukan?"

Hao :"Tidak. Aku tidak melihat ke arah Hanbin"

Ricky :"Bohong. Aku melihatmu sangat fokus menatap Hanbin. Dan aku yakin kau salah fokus dengan lengan kekar dia, bukan?"

Hao :"Sudahlah. Aku akan masuk ke dalam tenda"

Hao langsung masuk ke dalam tenda. Sementara Ricky pergi menemui Hanbin dan Gyuvin yang sedang mengobrol.

Ricky :"Hai, Hanbin hyung, Gyuvin-ah"

Gyuvin :"Oh! Kau sudah selesai membangun tenda bersama Hao hyung?"

Ricky :"Sudah"

Gyuvin :"Terus, mana Hao hyung?"

Ricky :"Dia sudah masuk ke dalam tenda. Mungkin dia mau istirahat sebentar... Hanbin hyung, apa kau mau tahu sesuatu?"

Hanbin :"Sesuatu apa?"

Ricky membisikkan sesuatu kepada Hanbin, ia juga ikut membisikkan sesuatu kepada Gyuvin.

Hanbin :"Jadi, Hao hyung sedari tadi melihatku? Aku tidak tahu"

Gyuvin :"Aku juga. Karena aku dan Hanbin hyung sangat sibuk membangun tenda tadi"

Ricky :"Dan sepertinya, Hao hyung salah fokus dengan lengan kekar mu, hyung. Sepertinya Hao hyung terpesona melihatmu membangun tenda tadi dengan lengan baju yang kau lipat tadi. Apa rahasia mu bisa memiliki bentuk tubuh sesempurna itu?"

Hanbin :"Aku tidak memiliki rahasia apapun. Aku hanya sering menghabiskan waktu luang ku dengan berolahraga dan makan makanan sehat"

Ricky :"Bagaimana kalau akhir pekan nanti, kita pergi ke gym bersama. Aku juga ingin memiliki bentuk tubuh atletis sepertimu, hyung"

Love is Magic | HaoBin [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang