Beberapa hari setelah mereka berhasil mengalahkan Jeonghyeon, kehidupan Hanbin dan Hao kembali berjalan seperti biasanya. Hubungan mereka berdua pun kembali mesra.
Seperti yang dilakukan mereka saat ini, dimana Hao dan Hanbin sedang jalan-jalan berdua di taman kota. Cuaca taman sore hari ini cukup mendung dan sedikit berkabut, sehingga mereka memakai baju hangat seperti mantel dan syal, karena sekarang sudah masuk musim gugur. Setelah puas berkeliling taman, mereka kemudian duduk di kursi panjang yang ada di taman tersebut.
Hao :"Aku sangat bahagia, karena sekarang kita bisa bersama kembali. Aku sempat takut jika kau akan pergi selamanya"
Hanbin :"Aku juga sempat takut jika sesuatu yang buruk terjadi padamu. Aku tidak bisa hidup tanpa dirimu, hyung"
Hao :"Aku pun begitu. Kau itu separuh jiwaku"
Hanbin :"Kau juga separuh jiwaku, hyung"
Hao memeluk pinggang Hanbin sehingga tidak ada jarak diantara mereka berdua. Tanpa berlama-lama, Hao langsung mencium bibir Hanbin. Hanbin menutup matanya dan membalas ciuman sang kekasih dengan tangannya melingkar di leher Hao.
Setelah cukup lama mereka berciuman, Hao melepaskan ciumannya dan menyatukan kening mereka berdua. Kemudian, ia mendekati telinga Hanbin dan membisikkan sesuatu kepada sang kekasih. Hanbin yang tadinya terkejut perlahan menganggukkan kepalanya.
***Beberapa saat kemudian***
Saat ini, Hao sudah sampai di rumah Hanbin. Ia akan menginap di rumah kekasihnya itu untuk bisa menghabiskan waktu lebih lama dengan sang kekasih.
Begitu Hanbin menutup pintu rumah, Hao langsung memeluk erat pinggang Hanbin dari belakang dan menciumi leher Hanbin yang membuat pemuda tampan itu mengerang pelan. Kemudian, Hao kembali mencium bibir Hanbin dan masih memeluk erat pinggang sang kekasih. Hanbin menutup matanya dan membalas ciuman Hao dengan tangannya kembali melingkar di leher Hao.
Sambil tetap berciuman, Hao menggendong Hanbin ala bridal style dan membawa Hanbin ke kamar sang kekasih.
Setelah masuk ke dalam kamar, Hao menutup pintu dengan kakinya dan membawa kekasihnya ke ranjang. Hao lalu naik ke atas ranjang dan membaringkan tubuh Hanbin dan menindih tubuh Hanbin tanpa melepaskan ciumannya. Hanbin sesekali meremas rambut Hao saat kekasihnya itu mencumbunya semakin dalam.
Hao kemudian melepaskan ciumannya dan melepas satu persatu pakaiannya. Setelah itu, ia juga melepas satu persatu pakaian yang dipakai Hanbin sehingga kini keduanya tidak memakai sehelai benangpun. Hao mulai menciumi tubuh atletis Hanbin yang membuat pemuda tampan itu hanya bisa mengeluarkan erangannya sambil meremas sprei ranjang.
Setelah puas menciumi tubuh Hanbin, Hao menegakkan tubuhnya dan meletakkan kedua kaki Hanbin di atas pundaknya dan mengecup paha mulus sang kekasih.
Hao :"Bisakah aku memasukkan milikku sekarang?"
Hanbin hanya bisa menganggukkan kepalanya dengan tatapan mata yang sayu. Hao perlahan memasukkan kejantanannya ke dalam lubang Hanbin. Hanbin meringis saat kejantanan Hao mulai masuk ke dalam lubang miliknya. Dan saat kejantanan Hao sudah masuk seluruhnya...
Hanbin :"Aaaahhh!!"
Hanbin berteriak dengan tangannya meremas kuat sprei ranjang. Ia masih belum terbiasa karena ini kali pertama mereka bercinta setelah sekian lama mereka tidak melakukannya. Hao mulai menggerakkan pinggulnya, memasuk keluarkan miliknya di dalam lubang sang kekasih. Sementara Hanbin mulai mengeluarkan desahannya dengan tangannya masih meremas sprei ranjang yang mulai berantakan.
Hanbin :"Eeuunngghhh... Aaahh... Aaaahhh... Hao hyung... Aaahhh!!"
Hao :"Apa... Sayang?... Nngghhh... Aaahh... Kau mau... Lebih dalam lagi?... Aaahhh... Aaaahhh!!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Love is Magic | HaoBin [END]
FanfictionZEROBASE Magic School merupakan sekolah sihir terkenal di Korea Selatan. Orang yang memiliki kekuatan sihir bersekolah di sekolah ini untuk dilatih menjadi seorang penyihir. Zhang Hao merupakan siswa paling populer di sekolah tersebut. Dia memiliki...
![Love is Magic | HaoBin [END]](https://img.wattpad.com/cover/366571188-64-k420317.jpg)