Empat tahun telah berlalu, hubungan antara Hao dan Hanbin masih tetap berjalan dengan baik. Meski sering kali ada pertengkaran dalam hubungan mereka, mereka bisa menyelesaikannya dengan kepala dingin dan mencoba saling mengerti satu sama lain. Dan meski sibuk dengan pekerjaan masing-masing, mereka tetap bisa meluangkan waktu berdua setelah pekerjaan selesai atau saat sedang libur.
.
.
.
Saat ini, Hao seperti biasa sedang mengajar para siswa-siswi bermain biola di sekolah dasar tempat ia mengajar. Para siswa-siswi tampak fokus dengan pembelajaran yang disampaikan dan dipraktekkan oleh Hao. Sampai kemudian, ia mendengar suara ketukan kaca jendela. Saat ia melihat ke luar, ternyata Hanbin ada di luar kelas.
Hao :"Hanbin?... Anak-anak. Tolong tunggu sebentar ya"
Hao kemudian berjalan keluar kelas dan menghampiri Hanbin.
Hao :"Hanbin-ah. Apa yang kau lakukan disini?"
Hanbin :"Aku ingin menjemputmu. Tapi sepertinya kau masih mengajar"
Hao :"Sebentar lagi waktu pulang sekolah. Apa kau bisa menunggu sebentar lagi?"
Hanbin :"Baiklah. Aku akan tunggu di luar gedung sekolah"
Hanbin mengecup bibir Hao dan langsung pergi meninggalkan pria manis itu. Hao terdiam sebentar dengan aksi Hanbin tadi, karena biasanya ia yang lebih dulu mengecup bibir Hanbin, tapi sekarang Hanbin yang mengecupnya duluan.
Setelah Hanbin pergi, Hao kembali masuk ke dalam kelas dan mengajar seperti biasa.
***Satu jam kemudian***
Hao keluar dari gedung sekolah dan ia melihat Hanbin sudah menunggunya di depan gerbang sekolah. Hao pun berjalan menghampiri Hanbin.
Hao :"Maaf jika aku membuatmu lama menunggu. Tadi ada rapat sebentar dengan para guru"
Hanbin :"Tidak apa-apa, hyung"
Hao :"Tapi, biasanya aku yang menjemputmu. Kenapa sekarang malah sebaliknya?"
Hanbin :"Gyuvin dan timnya sudah bisa berlatih sendiri sekarang. Jadi, aku hanya mengawasi mereka jika sewaktu-waktu mereka melakukan kesalahan saat menari. Dan sekali-kali aku ingin menjemputmu agar kau tidak perlu capek-capek datang ke gedung agensi hanya untuk menjemputku"
Hao :"Ya sudah. Terimakasih kau sudah menjemputku"
Tanpa malu, Hao mengecup bibir Hanbin. Hal itu membuat Hanbin terkejut dan sedikit memukul lengan Hao.
Hanbin :"Kalau kau ingin menciumku, cari tempat yang aman. Ini tempat umum. Bagaimana jika anak didik mu melihat?"
Hao :"Anak-anak sudah pulang sedari tadi, jadi sekarang suasana sekolah mulai sepi... Ya sudah. Ayo kita pulang sekarang"
Hanbin menganggukkan kepalanya. Kemudian, ia menjentikkan jarinya. Dan secara ajaib, pintu mobil terbuka. Merekapun masuk ke dalam mobil dan pintu mobil kembali tertutup dengan sendirinya. Hanbin mulai melajukan mobilnya namun tanpa memegang setir, mobil Hanbin justru berjalan sendiri karena ia menggunakan sihirnya untuk melajukan mobilnya, sehingga Hanbin bisa duduk tenang.
Selama perjalanan pulang, keduanya hanya diam. Sampai kemudian, Hao mulai berbicara kepada Hanbin.
Hao :"Hanbin-ah..."
Hanbin :"Iya, hyung. Ada apa?"
Hao :"Apa nanti malam, kau ada rencana pergi keluar?"
Hanbin :"Tidak ada. Memangnya ada apa?"
Hao :", Tidak. Aku hanya ingin jalan-jalan berdua denganmu. Sudah lama kita tidak pergi keluar saat malam hari. Bagaimana? Kau mau?"
Hanbin :"... Baiklah. Nanti malam, kau datang saja ke rumahku"
KAMU SEDANG MEMBACA
Love is Magic | HaoBin [END]
FanfictionZEROBASE Magic School merupakan sekolah sihir terkenal di Korea Selatan. Orang yang memiliki kekuatan sihir bersekolah di sekolah ini untuk dilatih menjadi seorang penyihir. Zhang Hao merupakan siswa paling populer di sekolah tersebut. Dia memiliki...
![Love is Magic | HaoBin [END]](https://img.wattpad.com/cover/366571188-64-k420317.jpg)