Chapter 03 : Love on The River

383 51 3
                                        

Semuanya terjadi begitu cepat. Tidak terduga. Tepat di saat Xiao Zhan bersiap menyongsong satu momen penting dalam hidupnya. Dunia yang telah dia bangun, plot yang telah disusun, semuanya hancur total. Untuk alasan yang masih belum dia pahami sepenuhnya. Xiao Zhan tenggelam dalam kegelapan sebelum akhirnya membuka mata perlahan-lahan. Gelombang rasa cemas menekannya, membuatnya sesak, seakan dia didorong ke dasar danau yang gelap dan dingin oleh energi yang tak dikenali. Apa yang sebenarnya terjadi? Dia mencoba berpikir dalam kekacauan sementara matanya menatap lurus pada langit-langit kamar yang terbuat dari kayu.

Di mana aku?

Hening. Tak ada suara-suara manusia maupun musik. Desir angin menyapu jendela, disusul gemerisik ranting dan dedaunan memberinya petunjuk bahwa ia berada di alam bebas. Mungkin sebuah pondok terpencil. Seluruh ruangan terlihat sederhana dan asing. Ada gemuruh merdu di luar sana yang mengingatkan Xiao Zhan pada aliran arus sungai. Pekikan burung elang menggema di angkasa nun jauh, disambut pula oleh kicau burung di sekitarnya.

Mengumpulkan seluruh energi dan kesadarannya, Xiao Zhan mencoba bangun. Dia memposisikan tubuhnya duduk di tepi tempat tidur. Lantai di bawah kakinya juga terbuat dari kayu. Sehelai karpet bulu terhampar di tengah ruangan. Meja kursi, lemari, rak, semuanya terbuat dari kayu. Tak ada barang pribadi miliknya di sini. Dia memang tak membawa apa pun sewaktu keluar dari rumah selain ponsel di sakunya. Tapi kini benda itu pun sudah tidak ada padanya.

Kemudian tatapan Xiao Zhan menyasar jendela kayu di mana cahaya matahari menyelinap masuk ke dalam ruangan. Terseok-seok, dia berjalan menuju jendela, membukanya hati-hati hanya untuk mendapati satu pemandangan yang menakjubkan. Di sekelilingnya adalah hamparan air. Pepohonan berbaris di seberang. Pohon willow melambai dengan sulur-sulur menghijau dihiasi bunga putih dan ungu pucat. Ada dermaga kayu yang menghubungkan pondok dengan tepian, dan di salah satu sudut dia melihat satu kursi lipat yang diduduki seseorang. Meja kecil diletakkan di sisinya, di mana ia melihat dia botol minuman dan satu buah gelas. Nampaknya kursi itu sengaja ditempatkan di sana agar seseorang bisa duduk santai menikmati keindahan pemandangan hutan dan sungai. Mungkin bisa sambil memancing atau bermain gitar. Atau bisa saja hanya membaca surat kabar. Xiao Zhan melihat seseorang duduk di kursi itu, termangu dan tidak melakukan apa pun selain menghisap dan meniup asap rokok. Dia seorang pemuda berjaket hitam, mengenakan topi baseball hitam yang tengah menatap kosong ke kejauhan. Meskipun hanya bisa melihat wajahnya dari samping dalam jarak sekian meter, Xiao Zhan merasakan hatinya berdesir.

Yibo ... dia membisikkan satu nama dalam hati.

Wang Yibo, dia benar-benar melakukan ini ...

Pemuda itu sepertinya tidak tergerak untuk menoleh ke arah jendela pondok yang terbuka. Mungkin ia fokus menikmati pemandangan atau terlalu asyik dengan alur pikirannya. Sosoknya yang gagah dan tampan dalam balutan busana kasual tampak kesepian di tengah indahnya alam. Aura yang sedikit familiar bagi Xiao Zhan, seperti seutas benang merah, meskipun rapuh tapi sanggup membawa lamunan Xiao Zhan kembali ke momen yang pernah dia lewati bersama pemuda itu.

Namun kilasan kilasan peristiwa itu terasa samar dan jauh, bahkan saat dia mencoba mengingat bagian yang paling berkesan, dia mencoba mengenyahkan itu dengan menggoyangkan kepalanya. Xiao Zhan memejamkan mata, berharap rona gelap yang sempat menelannya beberapa waktu yang lalu kembali datang mendekap. Namun semakin ia mencoba menyingkirkan, ingatan itu kian jelas dan terang benderang seperti cahaya matahari di siang hari. Tak peduli betapa menyakitkan kenangan itu, dia tak mampu benar-benar melupakannya.

"Anda terlihat tampan dan mengesankan malam ini."

Suara berat dan rendah itu terdengar dalam benaknya. Pujian dan senyuman penuh ketulusan, melahirkan ekspresi wajah tampan yang menyejukan hati.

𝐃𝐞𝐬𝐩𝐞𝐫𝐚𝐭𝐞𝐝 𝐋𝐨𝐯𝐞 (𝐄𝐧𝐝 𝐏𝐝𝐟) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang