Selamat Membaca (◍•ᴗ•◍)
Entah apa yang Naren ucapkan pada teman-temannya itu, yang pasti Lia lihat adalah raut wajah Naren yang marah dan tampak kesal.
"Li, Kak Naren kenapa kaya marah banget ya?" Tanya Clara yang juga heran.
"Hmm, ga tau juga sih. Yaudahlah itu urusan dia juga. Kita balik ke kelas aja kali yuk." Lia berdiri dan menggaet tangan Clara, tanpa memikirkan Yura dan Raya yang juga duduk bersamanya.
Clara langsung mengikuti Lia. Sebenarnya apa yang terjadi di kantin itu membuat Clara cukup miris dengan temannya itu. Mau sekeras dan sekukuh apapun hati Lia mengejar Naren tapi Clara yakin bahwa hati Lia juga ada rasa sakit yang ia tahan melihat kebersamaan Naren dan Mira. Namun, apa boleh buat, ini semua keputusan Lia, hatinya dan perasaannya milik Lia jadi hanya Lia yang tau bagaimana ia harus bertindak kedepannya. Kalau Clara diposisi itu, sudah dipastikan ia akan memilih untuk menyerah.
"Pulang nanti mau main ga Li?" Tanya Clara.
"Kemana? Mau sih, tapi pengennya berburu jajanan di pasar malem, ada ga sih?" Ujar Lia,
"ADA!! Di deket rumah gua ada pasar malem, gimana mau?" Clara tersenyum riang karena ternyata keinginannya dengan Lia sama.
"Yaudah ajak yang lain juga ga sih?" usul Lia.
"Woy! Kok kalian ninggalin kita berdua sih!" Suara kencang dari Yura sebagai protes dengan tindakan Lia di kantin.
"Salahin nih Lia, dia main asal narik tangan gua juga." Tunjuk Clara ke Lia sebagai tanda tak ingin disalahkan.
"Y-ya maaf, tadi gua agak gak nyaman aja di kantin. Oh ya, kalian berdua mau ikut ke pasar malem? Gua sama Clara mau ke pasar malem nih nanti." Ujar Lia,
"Ih ikut dong, udah lama banget ga ke pasar malem nih gua." Jawab Raya
mereka berempat pun jalan menuju kelasnya lagi karena masih harus mengikuti satu mata pelajaran sebelum akhirnya bel pulang berbunyi.
✿
Sebelum para gadis itu melaksanakan rencana untuk pergi ke pasar malem yang masih sekitar tiga jam lagi dibuka, mereka memutuskan untuk singgah dulu di rumah Clara. rumah yang tampak mewah itu kerap sekali menjadi tempat para gadis berkumpul bersama sebelum kedatangan Lia sebagai murid baru di sekolah.
"Eh, Btw kalian udah pada ngabarin orang tua kalian belum? Pastiin mereka ga khawatir." ucap Clara.
"Astaga gua lupa," Lia menepuk jidat karena kebodohannya. Segera pun ia mengambil handphone-nya yang ada di dalam tas sekolahnya itu.
"Hallo, Ayah" – Lia
"Kamu dimana Li? Sudah pulang? Ayah tadi ke sekolah katanya semua anak-anak sudah pada pulang. Tapi kamu ga ada kabar, ayah khawatir." Jeriandra terus berbicara di balik telepon.
"Maaf ayah, Lia lupa kabarin kalo Lia main dulu ke rumah Clara, maaf buat ayah khawatir." ujar Lia pada sang ayah.
"Astaga Lia, yasudah kalau gitu ayah kabarin Naren juga biar dia berhenti cari kamu, jaga diri hati-hati, jangan membeli makan sembarang di sana."
"Iya ayah, Lia sekali lagi minta maaf ya"
"Iya gapapa, ayah tutup dulu telponnya."
Setelah telepon ditutup, Lia menghela nafas lega lantasan ayahnya tidak terlalu marah karena ia lupa memberikan kabar. Tapi, tiba-tiba alisnya mengkerut mengingat ayahnya ternyata juga menghubungi Naren untuk juga mencari dirinya.
"Gimana Li? Kok diem aja?" tanya Clara.
"Ga gimana-gimana sih, Cuma tadi ayah gua sempet ke sekolah nyariin gua, terus karena udah khawatir jadi dia minta tolong kak Naren buat cari gua juga." jelas Lia kepada teman-temannya.
"Kak Naren nyariin lu juga? Kayaknya ga mungkin sih, setau gua dia ada janji sama kak Mira buat belajar bareng sama kak Mira, hmm lebih tepatnya kak Naren ajarin kak Mira sih." Sambung Raya.
"Lu tau darimana kak Naren sama kak Mira ada janji?" tanya Yura heran, lantas sedari tadi di sekolah ia tidak ada ketemu dengan Haidar, lalu bagaimana Raya tau semua hal itu.
"T-tadi gua chat Haidar buat ngajak dia ke pasar malem, terus dia bilang nanti dia kesana bareng sama yang lain kecuali kak Naren. Hehe-" Raya tertawa kikuk.
"LAH!? Berarti nanti bakal ada Cleo juga?" Clara terkejut mendengar pernyataan dari Raya, dan di balas anggukan oleh Raya.
"RAYA! SUMPAH LU RESE BANGET!" Clara melempar bantal yang ada disampingnya. Bagaimana Clara tidak kesal? Niat sebenarnya Clara adalah untuk menghibur Lia, kalau kaya gini yang ada Lia akan lebih merasa terpojok atau akan merasa menjadi nyamuk diantara para remaja yang sedang kasmaran.
"Ih udah guys! Jangan ribut-ribut. Lagi kalo yang lain mau ikut kenapa? Gapapa, lebih rame lebih asik kan?" tutur Lia menengahi Clara dan Raya.
Menurut Lia, tidak masalah sama sekali jika memang banyak yang ikut, toh juga Naren tidak ikut, jadi Lia tentu tidak merasa terganggu sama sekali.
Bersambung...
-26 Januari 2025
Vote dan komennya ya kawan :>
Maaf yaw aku baru balik lagi xixixi
KAMU SEDANG MEMBACA
You, Me, and Accounting
AcakLalia Jeriandra seorang gadis yang mempunyai sisi positif dalam dirinya tapi jatuh cinta pada sosok Narenanda Tiowirya yang sikapnya memang terkenal dingin. Namun tidak ada kata menyerah untuk Lalia, ia akan terus berjuang mendapatkan cintanya itu d...
