Bab 17

69 4 0
                                        

Selamat Membaca (⁠。⁠♡⁠‿⁠♡⁠。⁠)

Setelah menaiki bianglala tadi, mereka semua berkumpul kembali untuk melihat-lihat pasar malam lebih jauh lagi. Karena semua membawa pasangan masing-masing kecuali Rayan alhasil Lia berjalan bersama dengan Rayan.

"Lu mau jalan di samping Naren ga?" bisik Rayan pada Lia.

"E-eh? Tiba-tiba banget kak nanya kaya gitu." Ujar Lia.

"Serius jawab, mau ga?" Rayan kembali bertanya

"M-mau aja sih tapi kan kak Naren udah sama kak Mira" lanjut Lia.

"Naren!" Rayan dengan tiba-tiba memanggil Naren yang berjalan di depannya. Sosok yang dipanggil itu tentu menoleh ke belakang.

"Apa?" tanya Naren.

"Ini kaki Lia katanya sakit, lu yang gendong deh, gua ga kuat. Liat sendirikan dia berat." Perempuan yang namanya dipanggil itu seketika terkejut mendengar penuturan Rayan.

"Emang iya?" tanya Naren pada Lia memastikan.

"I-iya, aduh sakit banget ini kak," Lia berakting seperti orang terkilir.

"Eh Lia, lu kenapa?" tanya Yura yang melihat Lia seperti kesakitan.

"Ini kaki gua kayaknya sakit lagi deh yang bekas jatuh dari tangga beberapa hari yang lalu." Lia menjelaskan pada Yura dan temannya yang lain sambil mengedipkan mata sebelah untuk memberi kode kalau ia sedang berpura-pura.

"Jivero, Lu aja deh yang bantu dia, lu kan sepupunya." Ucap Naren pada Jivero.

"Ga ah, pinggang gua lagi sakit." tolak Jivero.

Naren masih setia ditempatnya untuk memikirkan bagaimana agar yang menolong Lia bukan dirinya.

"Kak Naren! Kok bengong sih," ucap Lia

"Huh, andai aja ada kak Lino, pasti dia yang bakal nolongin gua, kemarin pas gua jatuh aja dia mau nolongin gua," ucapan Lia yang bisa didengar oleh Naren.

"Naik!" Naren memberikan punggungnya untuk Lia naiki,

"Ga bisa, ketinggian, masa kaki lagi sakit gini suruh loncat? Aneh banget," keluh Lia

Mendengar hal itu akhirnya Naren lebih membukukan dirinya sedikit agar Lia bisa naik kepunggungnya.

"Berat banget sih," ucap Naren

"Gimana ga berat, orang aku disuruh makan mulu," kata Lia

"Kak, mau gulalinya ga? Ini sengaja tau aku beli bentuk ini," Lia memamerkan gulali yang ia pegang ke Naren dari samping.

"Eh Lia, emang ini kamu beli gulali ini harganya berapa?" tanya Mira mencoba untuk membuka obrolan dengan Lia. Sebenarnya Lia tidak ingin menjawab atau merespon pertanyaan itu.

"Sepuluh ribu aja sih kak, tadi di sana," jawab Lia menunjuk ke arah ia membeli gulali tersebut.

"Lucu ya Ren, nanti pas balik temenin aku beli ya." Ujar Mira ke Naren yang langsung dianggukan oleh Naren.

"Sekarang udah malem Mir, kamu mau balik aja?" tanya Naren.

"Mau balik sih, tapi itu Lia gimana? Li, kamu ga keberatan kalo sama yang lain?" tanya Lia yang masih ada dalam gendongan Naren.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 31, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

You, Me, and AccountingCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang