16. Danzel's Birthday

3.6K 183 203
                                        

SUARA tangisan memenuhi ruangan kamar mandi. Hampir satu jam lamannya Allera menghabiskan waktunya untuk menangis. Satu hal yang membuatnya sedih selain dicium habis-habisan oleh Langgam, ternyata Langgam benar-benar melarangnya pergi untuk menghadiri acara ulang tahun Danzel.

Padahal, Danzel itu temannya, ia memang tidak terlalu dekat, namun kerap beberapa kali berbincang bersama pria itu karena dia merupakan kekasih sahabatnya. Selain itu juga, karena ia sudah janji pada Gavra dan ketiga sahabatnya.

Allera semakin membenci janin di dalam perutnya, ia juga semakin benci pernikahan konyol ini. Ia benci keadaan yang seolah-olah merengut semua kebahagiaan masa remajanya.  Hatinya sakit, mengingat betapa bahagianya dulu sebelum ia mendapat musibah ini. Betapa indahnya masa-masa yang hanya diisi oleh Gavra dan ketiga sahabatnya.

"Fuck you," Ujar Allera lirih sambil terus memukul perutnya yang mulai membuncit itu. Sampai detik ini, Allera memang belum sepenuhnya menerima kehadiran calon sang buah hati. Malahan yang ada, semakin lama ia semakin benci kehadirannya. Ditambah lagi, karena anak inilah yang membuat Daddy nya pergi, dan semua kebahagiaannya direggut secara paksa.

Allera mencoba menahan tangisnya. Gadis itu menghapus kasar aliran bening yang lagi-lagi tak henti mengalir. Allera menarik napas dalam, kemudian dihembuskannya secara perlahan. Tubuhnya sudah lelah dan lemas, ia tidak kuat lagi kalau harus berlama-lama di kamar mandi.

Allera berjalan ke luar kamar mandi, ia meyakinkan dirinya untuk nekat datang ke acara ulang tahun Danzel, ia tak peduli larangan Langgam meskipun nanti pria itu akan marah besar padanya. Yang terpenting saat ini, Allera menepati janji pada ketiga sahabatnya dan bertemu Gavra untuk meminta maaf atas kejadian tadi malam karena ia mengingkari janjinya.

Langgam sudah pergi sejak pukul tiga sore tadi. Pria itu tidak mengatakan secara spesifik akan pergi kemana. Toh selama pernikahan mereka, Langgam selalu pergi sesuka hati tanpa memberi tahu dirinya.

Allera mengobrak-abrik isi lemarinya untuk mecari pakaian yang akan ia pakai hari ini. Ia sedikit kesal mengingat niatnya untuk mencari costum gagal. Sehingga, ia tidak punya pakaian yang sesuai dengan tema.

***

Kediaman Danzel yang berada di daerah Cimbuleuit merupakan tujuan utama Allera dan Gavra saat ini. Acara ulang tahun memang diadakan di rumah mewah milik Danzel, tak heran karena rumah itu sangat besar, ada kolam renang dan juga taman belakang yang sangat luas, memandai acara ulang tahun pemuda itu.

Allera menarik napasnya dalam, parkiran disekitaran rumah Danzel sudah penuh oleh mobil mobil mewah, dapat Allera pastikan, kebanyakan pemilik mobil itu anak sekolahnya. Terbukti dari beberapa mobil sport yang seringkali ia lihat diparkiran sekolah.

Allera turun dari mobil milik Gavra, kemudian ia bergandengan tangan dengan pacarnya, mereka berdua mulai melangkah masuk ke dalam. Allera menyempatkan diri untuk menarik napasnya dalam-dalam, bersiap barangkali ia bepapasan dengan Langgam. Kemungkinan besar pria itu akan marah besar, atau mungkin sebaliknya? Allera tak tahu, dan tak mau tahu. Namun sebisa mungkin ia menghindari tempat-tempat yang ramai oleh teman-teman Langgam.

"Kamu kok kaya tegang gitu, sayang?" Tanya Gavra merasakan gelagat aneh Allera. Tangan gadis itu mengeluarkan banyak keringat membuat Gavra menyadari ada yang beda dari Allera.

Allera melirik Gavra, ia tersenyum, mencoba menutupi ketegangannya saat ini. "Tegang? Aku biasa aja kok, cuma agak deg degan aja, pasti banyak anak sekolah kita kan di dalem? Pasti mereka cantik-cantik. Nanti kamu berpaling dari aku gimana?" Ujar Allera.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 23, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

LANGGAMTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang