"Nyatanya, kita hanya dua orang yang terjebak dimasalalu"
HENDRA MAHESWARA adalah mahkota di SMA Gerhana, sekolah terfavorit di Jakarta. Prestasi akademik dan nonakademiknya membuatnya jadi dambaan banyak orang, tapi di balik itu, tersembunyi trauma...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Udah makan. makan aja harus drama dulu"
Mendadak kantin yg tadinya riuh menjadi hening ketika munculnya empat siswa tampan inti sekolah yaitu Leo, Gilang, Dirga, dan Hendra
Disini maksud dari inti sekolah adalah murid yg berpengaruh bagi sekolah atau yg menyumbangkan banyak penghargaan kepada sekolah, seperti Leo.
Leo adalah kapten basket di SMA Gerhana terhitung belasan piala yang di sumbangkan dan pertandingan yang dimenangkan Leo orang nya humoris ramah agak petantang-petenteng .
Gilang murid pintar, cerdas yang selalu menjadi Perwakilan Olimpiade dan selalu menjadi juara umum di sekolah diantara yang lain dia yang paling dewasa .
Selanjutnya ada Dirga, seorang Atlet Lari yang memecah kan rekor pada O2SN tingkat Nasional 100 meter dengan waktu 10.01 detik tidak terhitung berapa kemenangan yang sudah ia raih,dan pastinya sekolah ikut berpartisipasi dalam kejuaraan itu memberikan uang saku dan hadiah tanda apresiasi bukan yang cuman mau prestasinya tapi ga mau ngeluarin dana.
hobi Dirga membaca novel selain Lari dan Novel tidak ada yang menarik baginya apa lagi cinta, Dirga bukan tidak suka perempuan, tapi mungkin belum menemukan yang tepat.
Dan terakhir ada Hendra yang paling umum yang kita ketahui ia adalah anak basket yang memiliki peran penting dalam tim, tapi yang tidak banyak orang tau ternyata Hendra juga sering ikut Olimpiade dengan Gilang namun ketika ingin diumumkan Hendra selalu menolak dan tidak mengizinkan untuk nama nya di panggil saat penyematan penghargaan bahkan teman-teman nya pun merasa aneh dan tidak tau alasan dibalik itu.
namun yang mereka tau Hendra tidak mau menjadi pusat perhatian mungkin itu juga salah satu alasan ia menolak dan tidak mengizinkan namanya di sebut sebagai juara Olimpiade, walau pada akhir nya dia juga menjadi pusat perhatian karna semua teman nya sangat populer dan tidak sedikit dari murid Gerhana yang mengagumi Hendra .
namun sisi gelap dari Hendra adalah dia sering berbuat onar dan berkelahi tidak jelas, Hendra orangnya juga pendiam tidak suka keramaian dan tidak suka diganggu, dia tidak akan mulai jika orang itu tidak mengusik nya.
Mereka berempat berjalan menuju meja yg kosong lalu keadaan kambali seperti semula riuh bising tapi dengan pujian dan suara centil cabe cabean sekolah yg ditujukan kepada mereka yg dikenal sabagai inti sekolah.
"Siapa yg mau pesen?" tanya Leo
"Gue aja" jawab Dirga "kalian pesen apa" lanjut nya