"Nyatanya, kita hanya dua orang yang terjebak dimasalalu"
HENDRA MAHESWARA adalah mahkota di SMA Gerhana, sekolah terfavorit di Jakarta. Prestasi akademik dan nonakademiknya membuatnya jadi dambaan banyak orang, tapi di balik itu, tersembunyi trauma...
"Luka paling dalam seringkali berasal dari orang yang paling dekat"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dua jam telah berlalu bel pergantian jam sudah berbunyi itu tandanya dua jam lagi menuju jam istirahat waktu yang sangat ditunggu-tunggu
Nadia masih duduk tenang mengerjakan soal yang belum sempat terjawab saat bel berbunyi, setelah memastikan semua nya selesai Nadia membuka ponsel nya dan melihat lima pesan dan tiga panggilan tak terjawab.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Setelah melihat pesan itu Nadia membereskan bubuk-buku nya "celinnn kalo nanti ada guru bilangin ya gua Quin sama Zia izin, Zia sakit di UKS"mendapat acungan jempol dari Cerin teman kelas yang duduk sebangku dengannya ia berlari keluar kelas menuju UKS.
Nadia buru-buru masuk UKS ia mendapati Zia telah tertidur pulas dengan mata yang sembam
Quinza yang melihat Nadia datang dengan panik nafas yang terengah engah menyodorkan segelas air minum
"Kemana aja Lo daritadi"
Nadia mengelap bibir menggunakan telapak tangannya" tadi aku kesiangan ga buka hp" jawab Nadia lalu duduk di samping Quinza "Zia kenapa,dari matanya aku bisa liat itu sakit banget sampe sembab gitu"dari nada bicara Nadia, Quinza dapat merasakan kekhawatiran yang tidak bisa di sembunyikan.
Quinza hanya menghela napas ia juga tidak tau apa yang membuat Zia sampai seperti itu karna dari mereka sampai di UKS Zia hanya menangis tampa mengatakan apapun.
"Gua juga ga tau, dia cuman nangis dan ga bilang apapun sampe akhirnya dia ketiduran"
Nadia beranjak dari duduk nya memandang wajah temannya yang tertidur mata sembam, rambut yang tidak teratur lagi bahkan tanpa mendengar ceritanyapun ia dapat merasakan sakit nya.
"Menurut kamu apa yang bisa buat orang ceriah punya energi yang seperti tidak bisa habis jadi serapuh ini" tanya Nadia menatap Quinza lekat.
pertanyaan itu membuat Quinza terdiam sejenak, ada bayangan masalalu yang menggangu pikirannya seolah olah menarik dirinya kembali ke kejadian lima tahun lalu ia melihat tangannya yang bergetar sebelum akhirnya ia kepal kuat.