"Nyatanya, kita hanya dua orang yang terjebak dimasalalu"
HENDRA MAHESWARA adalah mahkota di SMA Gerhana, sekolah terfavorit di Jakarta. Prestasi akademik dan nonakademiknya membuatnya jadi dambaan banyak orang, tapi di balik itu, tersembunyi trauma...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Dia, menarik" batin seseorang.
"Sumpah ya kenapa kamu tadi teriak sih, mana ada crush aku lagi, huaa maluuu" rengek Nadia.
"Dih gue yang teriak kok lo yang malu" ketus Quin membela diri.
"kamu pikir sendiri aja ya, kantin yg tadi nya berisik seketika jadi hening denger teriakan kamu yang cempreng itu. sampe geng murid inti sekolah pada liat ke arah kita, bahkan kak Hendra yg terkenal ga peduli sama sekitarnya ikutan ngelirik.aku takut dia merasa terusik terus kita dihabisin atau-atau diteror ihh seremmm"ujar Nadia histeris sambari mondar mandir tidak jelas .
"Ha..? bentar... maksudnya murid inti sekolah gimana? " tanya Zia bingung.
Quin dan Nadia bertukar pandang dengan ekspresi tidak percaya dengan pertanyaan Zia barusan, bagaimana bisa ada yang tidak tahu dengan geng inti sekolah kumpulan pemuda tampan dengan sejuta prestasi.
Quin meraih kedua bahu soyya lalu bertanya dengan ekspresi tak percaya" lo serius, lo ga tau geng inti sekolah"
"Geng , maksud nya kaya geng motor gitu? " tanya Zia bingung
"Bukan jirr gimana ya cara jelasinnya" ujar Quin ikutan bingung, sembari menyenderkan kepala nya di dinding kelas saking pusing nya.
"Udah aku aja yang jelasin" putus Nadia, kemudian menarik Kursi di samping Zia lalu duduk di atas nya.
Zia pun merapikan posisi duduk nya dan menatap Nadia dengan serius.
"jadi murid inti sekolah itu adalah murid yang berpengaruh bagi sekolah, atau murid yang berbakat contoh kak Leo dia kapten basket, kak Gilang yg selalu jadi perwakilan Olimpiade, kak Dirga dia itu atlet lari O2SN tingkat Nasional yang pecahin rekor lari 100 meter , yang terakhir kak Hendra aku sih ga tau kenapa dia bisa jadi bagian dari inti sekolah karna setau aku yg dinobatkan sebagai inti sekolah itu yg sering menyumbangkan penghargaan buat sekolah, tapi setau aku dia jarang ikut kegiatan kecuali basket tapi ada yang bilang kak Hendra itu sama cerdas nya kaya kak Gilang " jelas nadia
"Em terus kata kalian yang geng-geng itu apa " tanya Zia masih binggung
"Itu kerena mereka selalu berempat, dan karena julukan inti sekolah itu udah di resmikan sendiri oleh pihak sekolah, jadi vibes nya kaya geng gengan gitu apa lagi mereka paling mencolok dari murid murid yang lain"
"Ohh.. Berarti sekarang murid inti sekolah itu ada empat yaa. kak Leo Gilang Dirga sama terakhir Hendra? " tanya Zia mulai paham
"Yupss seratus buat kamuu"
"Kalo geng murid inti sekolah itu udah di resmikan berarti ada kemungkinan buat nambah anggota ga sih" tanya Zia ngelantur
"Hah maksudnya"
Quin yang tadi hanya mendengarkan kini membuka suara "Lo bisa masuk dan dapet gelar murid inti sekolah tapi lo harus bisa nandingin kepintaran dan prestasi dari keempat anggota inti sekolah yang sekarang" ujar nya
"Ohh... "
"Berarti yang ngeliatin gue tadi itu salah satu murid inti sekolah anjir abis sih gue, dia kan populer kalo gue di bully atau dilabrak fans nya gimana" pikiran Ziakemana mana dia takut tapi dia juga penasaran dengan geng inti sekolah itu
Quin yg melihat Zia kembali melamun jadi geleng geleng kepala teman nya satu ini suka sekali melamun pikir nya.
"Woi Ziaa"panggil Quin sembari menepuk punggung nya
"ASTAGFIRULLAH"
"ih lo suka bener si ngagetin, kalo gue jantungan gimana"protes Zia yang memegangi dada nya
Quin pun cengengesan tidak jelas "lo yang ngelamun terus "papar Quin.
"Oh iya kamu tadi kan dikantin suruh kita noleh, kenapa?" tanya Nadia mengganti topik
"Oh itu tadi ada yang ngeliatin gue kaya ngeliatin nya itu sampe ga kedip kan gue jadi risih "jelas Zia
"ga heran si,soal nya lo cantik banget" pendapat Quin dan di balas anggukan oleh Nadia tanda setuju.
"tapi yang natap gue itu salah satu murid inti sekolah yang barusan kalian bilang" ujar Zia pelan yang masih bisa di dengar oleh kedua temannya.
"aku tebak Leo, dia itu orang nya humoris diantara yang lain dia paling ramah tapi rada pecicilan, dann ya pastinya fans nya banyak"
"Tapi yang natap lo beneran dari murid inti sekolah" tanya Quin memastikan
"Iya yang meja nya agak pojok kiri kan ga jauh dari meja kita" ujar Zia yakin
"Yang natap kamu siapa kak Leo, dirga, Gilang atau Hendra? " kini Nadia yg bertanya
"Gue ga tau nama nya"
"dia duduk di mana, emm sebelah mana" tanya Quin
Zia kembali mengingat-ingat karena dia juga tidak yakin
"Em.. Kalo ga salah dia tu duduk paling ujung.. menghadap kita" jawab Zia sedikit ragu
Jawaban Zia mampu membuat Nadia dan Quin syok antara percaya dan tidak percaya.