"Nyatanya, kita hanya dua orang yang terjebak dimasalalu"
HENDRA MAHESWARA adalah mahkota di SMA Gerhana, sekolah terfavorit di Jakarta. Prestasi akademik dan nonakademiknya membuatnya jadi dambaan banyak orang, tapi di balik itu, tersembunyi trauma...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"gadis kecil itu"
Didalam sebuah ruangan hening yang menenangkan, memperlihatkan seorang pemuda tampan berseragam rapih dengan badan yang kekar seperti anak atlet yang terlatih, ia sedang memperhatikan seorang gadis yang jika diukur dari pendek nya mungkin sebahu pemuda itu, dengan sela-sela jejeran buku di hadapannya, terlihat gadis itu sedang kesulitan menjangkau sebuah buku di rak yang cukup tinggi,laki-laki itu tersenyum tipis melihat gadis itu yang kesulitan, wajahnya yang memerah menahan kesal tapi terus berusaha untuk meraih buku yang iya ingin kan sangat menggemaskan.
"huuu... Kok tinggi banget sih" gerutu gadis itu
karna rasa nya rak itu terlalu tinggi untuk nya yang sangat mini, lucu imut dan sangat menggemaskan , iya mencari kursi untuk membantu nya agar sedikit lebih tinggi dan bisa meraih buku yang ia inginkan "Emphh.. Ayo bisa di- dikit lagi.."
"Arahkk"
Reflek pemuda yang sedari tadi memperhatikan menarik tangan gadis itu yang akan terjatuh karna kehilangan keseimbangan, alhasil Ia jatuh tertindih dengan posisi gadis itu diatas nya.
Mata gadis itu membulat setelah melihat siapa yang ada dibawah nya.
tampa aba-aba pemuda itu mendorong sang gadis menjauh darinya, alhasil gadis itu jatuh tersungkur,sedangkan pemuda itu dengan tenang berdiri dan merapihkan baju nya.
"Aduhh, ga punya hati ya lo asal dorong aja lo pikir ga sakit apa" gerutu Zia sembari mengelus elus bokongnya yang sedikit terasa nyeri lalu beranjak untuk berdiri.
pemuda itu hanya diam seperti tidak mendengar gerutuan Zia . ia bergerak meraih satu buku di atas rak paling atas lalu memberikannya pada Zia kemudian pergi begitu saja.
sebelum Zia mengerti apa yang tengah terjadi laki-laki itu sudah melangkah menjauh "Ehh, ini Maksudnya apa?" Tanya Zia bingung, tapi saat dia melihat kebelakang laki-laki itu sudah tidak ada.
"Gajelas banget tu orang, tiba tiba dateng tiba tiba pergi kaya setan"
Tok tok
Ketukan pelan dimeja membuat Zia mengalihkan atensinya pada seorang pria jangkung yang berdiri disamping tempat ia duduk.
laki-laki itu tersenyum ramah, mata coklat dan rambut ikal serta postur badan yang begitu tegap bisa dibilang cukup tampan "Gue boleh duduk disini" tanyanya
"Oh duduk aja" jawab Zia lalu menggeser tempat duduknya memberikan tempat untuk laki laki itu.