"Nyatanya, kita hanya dua orang yang terjebak dimasalalu"
HENDRA MAHESWARA adalah mahkota di SMA Gerhana, sekolah terfavorit di Jakarta. Prestasi akademik dan nonakademiknya membuatnya jadi dambaan banyak orang, tapi di balik itu, tersembunyi trauma...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"KAK HENDRA" pekikmereka berduaserempak.
Zia menutup telinga nya dengan mata yang terpejam kuat,pekikan kedua temannya itu sungguh memekakan telinga.
"Ih kalian kenapa sih, budek gue lama lama deket kalian" ujarnya kesal
"Ya gimana ga teriak, lo ditatap kak Hendra cowo dingin kaya es batu, itu langka bangett" ujar Quin lebay.
"langkah pake banget banget banget dia tu ya orangnya kaku pendiem terus muka nya datar banget, ada juga yang bilang kalo kak Hendra itu ga tertarik sama cewe dan karna sifat dia yg kasar orang orang ga ada yang berani deketin dia"timbal Nadia
"Gausah lebay deh, jangan jadikan tatapan sebagai harapan" jawab Zia lalu mengambil HP nya dan memutar lagu chiisana koin no uta feat. Nona, lagu yg biasa dia putar ketika sedang lelah, ada masalah atau sedang stres.
"Ihh serius..... "
"Maklum gue kan cantik jadi wajar kalo dia tertarik " jawab Zia dia sendiri tidak sadar dengan apa yg dia bicarakan karena terlalu hanyut dalam alunan musik yang menenangkan.
"Narsis lo"cibir Quin yg tidak digubris oleh Zia
"dasar wibu"
Beberapa saat kemudian suasana menjadi hening alunan musik dari lagu yg diputar Zia sungguh menenangkan membuat mereka seperti terhipnotis dengan suara petikan gitar yang menenangkan.
Ditempat lain...
Di kantin sekolah keempat pemuda tampan sedang asik bercanda, selain Hendra pastinya, laki laki itu hanya diam dan mengamati ketiga teman nya yang sedang membahas perempuan yang beberapa saat yang lalu sempat menarik perhatian dengan pekikan nya yg memekakkan telinga.
"Sumpah ya Ga fans lo pada tantrum tantrum anjir" ujar Leo membuka obrolan
"Biarin" jawabnya singkat tanpa menole dan terus fokus pada novel nya.
"Tapi ya tu cewe cakep anjir, apalagi yang disebelah nya"ujar leo, sembari menyeruput es teh nya.
"punya gue" sahut seseorang yang membuat Leo menyemburkan kembali es teh yang berada di mulut nya, sedangkan yang lain membulatkan matanya kaget.
Untung saja kantin sudah mulai sepi jika tidak mau di tarok dimana muka Leo.
"Ha bentar-banter lu ngomong apa barusan? "Tanya Leo sembari memegang kedua bahu teman nya itu agar menghadapi nya.
Namun seperti nya ia tidak minat untuk menjawab pertanyaan dari Leo, tiba-tiba ia berdiri dan menaruh satu lembar uang berwarna merah muda diatas meja, kemudian berjalan menjauh meninggalkan ketiga teman nya yang melongo kebingungan.
"Lo denger ga tadi"tanya Leo pada kedua temannya.
Dirga melirik kedua temannya secara bergantian "dia bilang, cewe yang di samping Quin tadi. itu punya dia"jawab Dirga dengan sebelah alis terangkat.
"iya bener,lo juga denger kan"ujar Leo sembari menunjuk Gilang yang dibalas anggukan