5

151 93 18
                                        

"KAK HENDRA" pekik mereka berdua serempak

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"KAK HENDRA" pekik mereka berdua serempak.

Zia menutup telinga nya dengan mata yang terpejam kuat,pekikan kedua temannya itu sungguh memekakan telinga. 

"Ih kalian kenapa sih, budek gue lama lama deket kalian" ujarnya kesal

"Ya gimana ga teriak, lo ditatap kak Hendra cowo dingin kaya es batu, itu langka bangett" ujar Quin lebay.

"langkah pake banget banget banget dia tu ya orangnya kaku pendiem terus muka nya datar banget, ada juga yang bilang kalo kak Hendra itu ga tertarik sama cewe dan karna sifat dia yg kasar orang orang ga ada yang berani deketin dia"timbal Nadia

"Gausah lebay deh, jangan jadikan tatapan sebagai harapan" jawab Zia lalu mengambil HP nya dan memutar lagu chiisana koin no uta feat. Nona, lagu yg biasa dia putar ketika sedang lelah, ada masalah atau sedang stres.

"Ihh serius..... "

"Maklum gue kan cantik jadi wajar kalo dia tertarik " jawab Zia dia sendiri tidak sadar dengan apa yg dia bicarakan karena terlalu hanyut dalam alunan musik yang menenangkan.

"Narsis lo"cibir Quin yg tidak digubris oleh Zia

"dasar wibu"

Beberapa saat kemudian suasana menjadi hening alunan musik dari lagu yg diputar Zia sungguh menenangkan membuat mereka seperti terhipnotis dengan suara petikan gitar yang menenangkan.

Ditempat lain...

Di kantin sekolah keempat pemuda tampan sedang asik bercanda, selain Hendra pastinya, laki laki itu hanya diam dan mengamati ketiga teman nya yang sedang membahas perempuan yang beberapa saat yang lalu sempat menarik perhatian dengan pekikan nya yg memekakkan telinga.

"Sumpah ya Ga fans lo pada tantrum tantrum anjir" ujar Leo membuka obrolan

"Biarin" jawabnya singkat tanpa menole dan terus fokus pada novel nya.

"Tapi ya tu cewe cakep anjir, apalagi yang disebelah nya"ujar leo, sembari menyeruput es teh nya.

"punya gue" sahut seseorang yang membuat Leo menyemburkan kembali es teh yang berada di mulut nya, sedangkan yang lain membulatkan matanya kaget.

Untung saja kantin sudah mulai sepi jika tidak mau di tarok dimana muka Leo.

"Ha bentar-banter lu ngomong apa barusan? "Tanya Leo sembari memegang kedua bahu teman nya itu agar menghadapi nya.

Namun seperti nya ia tidak minat untuk menjawab pertanyaan dari Leo, tiba-tiba ia berdiri dan menaruh satu lembar uang berwarna merah muda diatas meja, kemudian berjalan menjauh meninggalkan ketiga teman nya yang melongo kebingungan.

"Lo denger ga tadi"tanya Leo pada kedua temannya.

Dirga melirik kedua temannya secara bergantian "dia bilang, cewe yang di samping Quin tadi. itu punya dia"jawab Dirga dengan sebelah alis terangkat.

"iya bener,lo juga denger kan"ujar Leo sembari menunjuk Gilang yang dibalas anggukan

•❅──────✧❅✦❅✧──────❅•

𝐟𝐨𝐥𝐥𝐨𝐰
𝐢𝐠 : 𝐰𝐩_𝐥𝐞𝐥𝐞𝐤𝐮𝐦𝐢𝐬
𝐭𝐢𝐤𝐭𝐨𝐤 : 𝐬𝐨𝐲𝐲𝐚_𝐠𝐮𝐢𝐧𝐝𝐫𝐚

𝐡𝐚𝐥𝐨𝐨 𝐠𝐮𝐲𝐬 𝐦𝐚𝐚𝐟 𝐲𝐚 𝐚𝐤𝐮 𝐛𝐚𝐫𝐮 𝐮𝐩 𝐬𝐨𝐚𝐥 𝐧𝐲𝐚 𝐥𝐚𝐠𝐢 𝐬𝐢𝐛𝐮𝐤 𝐛𝐚𝐧𝐠𝐞𝐭 𝐡𝐞𝐡𝐞 𝐠𝐚 𝐩𝐚𝐩𝐚 𝐲𝐚 𝐚𝐤𝐮 𝐮𝐩 𝐬𝐞𝐠𝐢𝐧𝐢 𝐝𝐮𝐥𝐮 𝐛𝐞𝐬𝐨𝐤 𝐚𝐤𝐮 𝐥𝐚𝐧𝐣𝐮𝐭 𝐥𝐚𝐠𝐢 𝐩𝐚𝐩𝐚𝐲𝐲𝐲 𝐬𝐞𝐦𝐮𝐚𝐚𝐚𝐚𝐚𝐚

𝐠𝐨𝐨𝐝𝐧𝐢𝐠𝐡𝐭 𝐬𝐞𝐦𝐨𝐠𝐚 𝐦𝐢𝐦𝐩𝐢 𝐇𝐞𝐧𝐝𝐫𝐚 𝐰𝐤"🌹🌹

𝐋𝐨𝐯𝐞 𝐨𝐫 𝐢𝐝𝐞𝐚𝐥𝐬Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang