"Nyatanya, kita hanya dua orang yang terjebak dimasalalu"
HENDRA MAHESWARA adalah mahkota di SMA Gerhana, sekolah terfavorit di Jakarta. Prestasi akademik dan nonakademiknya membuatnya jadi dambaan banyak orang, tapi di balik itu, tersembunyi trauma...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kalo gue panggil ica aja gimana"
"Anjir nama gue malica Quinza jauh amat mental ke Ica" ujarnya tidak Terima
"Ya kan lo sendiri tadi yg bilang nama lo malica tulisan malica kan 'M' 'A' 'L' 'I' 'C' 'A' jadi gua ambil 3 huruf belakang jadinya Ica ga salah kan" jelasnya santai
"Eh Malica itu 'C' nya dibaca 'K' jadinya Malika, pokok nya gua ga mau dipanggil Ica"
"Tapi kalo diambil nya 'I' 'C' 'A' nya doang,jadi Ica kan masa Ika atau lo mau gue panggil Ika?"
"SUMPAH YA LO NGE-"
"Ada apa quin, heboh sekali disini tempat belajar bukan ngerumpi" ujar buk Eka dengan mata tajam nya menatap Quin
"Engga kok, bu. tadi.. Anu, itu bu, tadi tadi saya cuman terlalu seneng dapet temen, em temen sebangku ya- yang cantik banget iya cantik banget" ujar Quinza yang tanpa aba aba memeluk Zia "Lo apa an si,le pa sin ga!" Ujar Zia berbisik bisik yang masih bisa didengar oleh yang lain.
"Kalian berdua bisa ngobrol lebih keras lagi? Ini kelas bukan pasar"tegur Bu Eka mata nya menatap Zia dan Quinza tajam ditambah dengan kacamatanya mendukung sangat mirip dengan guru-guru yang ada di Drakor.
"Kamu juga udah telat,dateng-dateng ngobrol aja kerjaan nya, ini berlaku untuk kalian semua ya, yang harus kalian ingat sikap baik dan disiplin itu lebih penting dari kemampuan apapun, dalam garis besar itu etika dan adab"tutur Bu Eka tegas
"Gara gara kalian kita juga kena" sinis salah satu teman kelas yang duduk didekat mereka
"Iya baru masuk buat ulah" timpal siswi yang lain
"Eh berani ngatain cewe gua,siap-siap aja berurusan sama gua"
"Udah lagi Oyot semua cewe Lo akuin pacar, ga mungkin juga mereka suka sama modelan kaya Lo" celetuk temannya
"Eh mala kalian yang ribut! Mau satu kelas saya hukum keliling lapangan?!" Bu Eka kembali menggebrak meja membenar kan kaca mata nya dengan jari telunjuk.
"Jangan dong buuu"ujar mereka serempak, Zia dan Quinza bertukar pandang tanpa mengatakan apapun mereka berdua kempak menganguk seperti Bluetooth yang tersambung.
"Ibu soal yang tadi saya minta maaf ya Bu, sumpah ga ulangi lagi tadi saya reflek buu" ujar Quin sembari menunduk mata nya terpejam sebenar nya ia sedikit malu untuk meminta maaf rasanya sedikit aneh.
"Saya juga minta maaf buk karna tadi saya telat, dan ribut di kelas" timpal Zia ia meremas ujung roknya sembari tukar pandang dengan Quinza
"Ya sudah lain kali jangn di ulangi, untung ibu kalo sama guru lain mungkin kalian sudah dibawa ke BK"ujar nya
"Ya sudah ibuk mau ke kantor ada rapat, kalian jangan ada yg keluar sampai bel berbunyi sayaakhiri wasalammualaikumwarohmatulohi wabarokatu,"