9

59 35 4
                                        

"semua orang pasti punya kenangan indah tentang hujan"

"semua orang pasti punya kenangan indah tentang hujan"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.




Pagi ini rasa nya kelabu mataharitak bersinar menunjukkan kilaunya yang indah yang terlihat hanya awan gelap diikuti rintik rintik hujan.

Dari kejauhan terlihat seorang gadis yang tampak murung menatap langit yang kelabu seakan akan ikut bersedih untuk nya.

"Selamat pagi duniaaaaa" suara nyaring yang menggelegar memekakkan telinga berhasil mengalihkan pandangan semua orang yang ada diruangan itu, sedangkan perempuan itu berjalan tanpa beban memasuki kelas tanpa memperdulikan sekitar nya.

Ia duduk di bangkunya dan melihat gadis cantik yang biasa nya ceria dan paling bersemangat untuk menjalani hari terlihat murung "Heh, Lo pagi pagi udah ngelamun awas kerasukan" tegur Quin yang baru saja datang dan duduk di sebelah Zia.

"Lo kenapa? lagi ada masalah? Cerita sini sama gua, itu juga hidung Lo merah, Lo nangiss?!"

"Lo bisa diem gaa?" tanya Zia tampa menjawab satupun pertanyaan dari Quinza

"Gua kawatir..,kalo ada masalah cerita aja,gua siap kok jadi tempat curhat Lo,kasih saran,bahkan kalo gua bisa bantu gua usahain yang terbaik"melihat tidaka da respon dari teman nya, tangan Quin bergerak menuntun kepala Zia untuk bersandar di bahunya.

"Gapapa kalo Lo ga mau cerita,kalo ga bisa ditahan lagi ga papa nangis aja"Zia merasakan tepukan pelan di punggung Zia mendongak menatap Quinza, sekarang Quinza dapat melihat matah indah teman nya yang berkaca-kaca menahan tangis.

Quinza melihat sekitar, dengan suasana kelas yang ramai rasanya memang tidak mungkin Zia bisa mengeluarkan keluh kesah nya apalagi menangis.

Quinza membuka handphonenya jari lentik nya mengetik dengan cepat setelah memastikan pesan itu terkirim tanpa mengatakan apapun ia menarik tangan Zia melangkah keluar kelas.

Ditempat lain tampak seorang gadis terburu buru napas nya tidak beraturan rambut yang berantakan namun tetap terlihat manis ia berjalan cepat memasuki aula Gerhana.

Dia berhenti mengintip jendela kelas yang hening ia merapikan rambut dan pakaianya melangkah maju memasuki ruangan yang bertuliskan Welcome XP3

"Permisi pak"

Didalam kelas tampak seorang peria parubaya tengah menjelaskan materi fisika mekanik gerak & gaya

"Siapa nama kamu"

"Nadia Mulya pak"tangan nya gemetar jantung nya berdebar kencang bapak itu menoleh kearah Nadia menatap nya sekilas lalu membuka absen "Nadia Mulya" ulang nya

𝐋𝐨𝐯𝐞 𝐨𝐫 𝐢𝐝𝐞𝐚𝐥𝐬Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang