"Nyatanya, kita hanya dua orang yang terjebak dimasalalu"
HENDRA MAHESWARA adalah mahkota di SMA Gerhana, sekolah terfavorit di Jakarta. Prestasi akademik dan nonakademiknya membuatnya jadi dambaan banyak orang, tapi di balik itu, tersembunyi trauma...
Suara bel berbunyi yang menandakan istirahat sudah selesai dan waktunya untuk belajar.
Di dalam ruangan tepatnya didalam kls XIP1pelajaran sudah dimulai, suasana didalam sangat hening mereka sedang fokus mengerjakan soal latihan yang diberikan pak Martaguru matematika
Semua nya tampak kesulitan mengerjakan soal itu kecuali Gilang yang kecerdasan nya tidak usah diragukan lagi sedangkan leo dan Dirga sibuk dengan urusan masing masing leo sibuk dengan Ponsel nya sedangkan Dirga dengan Novel nya
Gilang meletakkan pulpen diatas meja, mengoreksi kembali jawaban nya lalu melempar bukunya ke depan.
Buku itu mendarat tepat di tenga tengah bangku leo dan Dirga, mereka lalu menghentikan aktifitas nya,kemudian mengambil buku tersebut menyalin nya secara bergantian.
"Thanks"ujar Leo tanpa menoleh sembari melempar buku itu kebelakan
Gilang hanya santai dan happpbuku itu sudah ada di antara sela sela jarinya.
Gilang, Dirga, dan leo berdiri serempak, Gilang menoleh kesamping dan menepuk pundak Hendra yang sedang tertidur.
Hendra pun yang merasakan tepukan pelan dari Gilang perlahan membuka mata dan melirik ketiga Teman nya sekilas kemudian duduk dengan tegap.
Gilang memberi isyarat bahwa mereka akan menungu diluar.
dibalas deman oleh Hendra ketiga teman nya itu hanya mengangguk lalu berjalan meninggalkan kelas tidak lupa menaruh buku mereka di atas meja tepat di depan pak Marta kemudian berlalu pergi meninggalkan kelas.
Hendra melihan soal dibuku nya dengan cermat lalu menyelesaikan nya dengan mudah tidak sampei 5 menit tugas nya sudah selesai.
Setelah mengumpul tugas itu Ia langsung berjalan meninggalkan kelas menuju ke arah ketiga teman nya.
"enak banget ya jadi orang cerdas"ujar salah satu teman sekelas Hendra yang sedari tadi memperhatikan gerak gerik nya.
" yee mangkanya belajar"
"Percuma anjir kalo goblok dari sono nya mau lo makan buku sekali pun ya tetep aja bego"
"Orang pinter mana yang mau makan buku tolol"
"Gue"
"Wajar si lo kan mantan RSJ" Hardik teman nya jenga
"Kalian berdua kumpulkan buka kalian sekarang juga!!."
▫ ▫ ▫ ▫
⊱ ────── {.⋅ ♫ ⋅.} ───── ⊰
"Kita mau kema ni"tanya leo "Perpus" jawab Gilang datar
"Bukannya Rules hari ini basket ?" Tanya leo lagi
mereka memiliki rules harian yang mana itu menentukan kegiatan mereka, hari ini hari senin jadi harus nya mereka main basket pas jam istirahat dan pulang sekolah tapi karna Gilang mengikuti Olimpiade minggu depan maka rules mereka diganti belajar di perpustakaan sampai Olimpiade selesai.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Hm.. hari ini rules nya basket" ujar Dirga "tapi minggu depan Gilang ada Olimpiade sains jadi selama seminggu rules nya kita isi pas pulang sekolah"lanjut nya.
"Kenapa" tanya Hendra yang membuat yang lain bingun.
"Gue juga ga tau pak jodi ngasi tau tadi pagi dan gue juga harus cari patner cewe buat Olimpiade ini" sahut Gilang.
"Patner cewe,Olimpiade tentang sains?"tanya leo
Gilang mengangguk pelan "gue si ga masalah, yang jadi masalah nya tu gue harus cari partner cewe dimana dengan waktu sesingkat ini"keluh nya
Tidak terasa mereka suda berada di depan perpus,mereka kemudian berpencar mencari buku tentang sains.
Hendra terus menyelusuri perpus melihat rak rak yanga penuh dengan buku buku.
Disaat sedang mencari buku diantara rak rak yang mengelilinginya tiba tiba pandangan nya terkunci pada seorang gadis, aura positif yang terpancar dari gadis itu berhasil mencuri perhatian seorang,Hendra maheswari