Jadilah diri kamu sendiri, karena orang-orang tidak punya kewajiban untuk menyukai dirimu dan kamu tidak perlu peduli akan hal tersebut. Itu kata Cakra Adiwangsa. Remaja berusia 16 tahun yang mempunyai kemampuan sinestesia dan selalu merasa ingin tahu akan banyak hal. Terutama tentang orang yang disukainya.
Selalu ada orang di sekitar kita yang diam-diam meniru kelakuan orang lain. Padahal faktanya, setiap manusia punya sifat dan keunikan mereka masing-masing.
Namun, yang paling memuakkan untuk disaksikan itu adalah ketika seseorang tidak dapat menjadi dirinya sendiri. Mereka payah, membohongi diri mereka sendiri dan berani menyalahkan orang lain atas kesalahan yang mereka kehendaki sendiri. Kalau kalian tinggal di Indonesia pasti sudah banyak ngelihat kejadian serupa.
Hari ini hati Cakra sungguh berbunga-bunga. Dia kemarin berhasil menanyakan pada Gilang mengenai rasa kesukaannya, yaitu rasa matcha. Dan hari ini dia membeli dua bungkus kitkat rasa matcha untuk diberikan kepadanya.
Cakra berjalan sambil sesekali loncat-loncat ketika melewati koridor lantai dua. Kelasnya dan Gilang hanya berjarak beberapa meter dipisahkan oleh kelas 11 MIPA 4 karena kelasnya Gilang di kelas 11 MIPA 5.
"Permisiii! Nayaa, ada Gilang?"
"Eh. Gilangnya tadi keluar, Cak. Kayaknya ada di lapangan di bawah." Cakra langsung garuk-garuk kepalanya yang sebenernya nggak gatel sama sekali. Dia menjawab 'ok' terhadap pernyataan Naya dan kemudian menuju tangga untuk turun ke bawah.
Lah, Gilang lagi ngobrol sama cewek.
Eh,
dia ngasi cokelat?
Plis jangan bilang ini akhir dunia bagi Cakra. Kalau semisal Gilang ternyata punya gebetan, Cakra harus siap meninggalkan Gilang. Dia gamau kalau harus jadi orang ketiga dalam hubungan orang yang dia suka.
Tunggu Cakra, jangan berprasangka buruk dulu.
Perempuan itupun pergi meninggalkan Gilang di bawah pohon. Cakra langsung menghampirinya.
"Gilang, itu tadi siapa?" Yang ditanya menoleh. Dia terkejut karena tiba-tiba si Cakra udah ada aja di sampingnya.
"Cewek tadi?" Cakra ngangguk.
"Oh. Namanya Alia, pacarnya Ojan temen sekelas. Tadi minta disampein titipan jajannya." Gilang tambah bingung ngelihat Cakra yang justru menghela napas lega.
"Syukur deh kalo gitu. Kirain saingan baru."
Ha?
Saingan paan?
"Oh iya, tadi saya dateng ke kelas mau ngasi ini," Cakra nyodorin dua bungkus kitkat dari kantongnya.
"Wihh beneran nih? Thanks banget. Kok tau saya suka matcha?"
Cakra tersenyum maklum, emang susah kalau punyai doi pengidap amnesia. Jalan satu-satunya dia harus muncul tiap hari biar diinget sama Gilang. Padahal Gilang sendiri yang ngasi tau kalau misal dia suka matcha pas lagi boncengin Cakra pulang ke rumah kemarin.
Akhirnya Cakra dan Gilang mutusin buat ngobrol bareng sambil berteduh di bawah pohon di pinggir lapangan sambil nontonin anak-anak main basket. Kitkat itu akhirnya dimakan bersama.

KAMU SEDANG MEMBACA
MONOKROM (BL INDO) (ONGOING)
RomanceTerima kasih, karena telah memberi banyak warna di hidupku. Salam dari manusia batu, Gilang Guntur Samudera. Written by Verayo-07 and MYA57100