Chapter 6.

15 2 0
                                    

"Ayo yang lain! Cari teman kelompoknya masing-masing berempat yaa!"

Ketika yang lain sibuk dengan urusan mereka masing-masing, lelaki kecil itu hanya berdiri sendirian di belakang. Dia tahu, tak akan ada yang ingin bersama dengannya. Dia bisa saja menyingkir di pojok sana agar tak mengganggu yang lain. Tapi apa pedulinya? Toh sama saja perlakuan yang akan didapatnya tak jauh berbeda dari sebelumnya.

"Eh, Gilang kenapa sendiri? Mana temannya?" Dia bodoh, dia pikir lelaki kecil itu akan menjawabnya. Padahal jelas-jelas hari ini dia menerima banyak tatapan sinis dari semuanya.

"Tolong yang lain, yang masih kurang temannya masukkan Gilang yaa!"


Percuma.


Dia tahu, lebih baik menghilang saja daripada bersama orang-orang yang tak menginginkannya.



Tak hanya itu, mereka yang melahirkannya pun sama saja.

"Ehh Ibuu, lama ngga ketemuu. Gimana kabarnya? Aduhh Gilang, kamu main sendiri dulu yah. Sana main di taman."

Sama saja. Semuanya sama saja.

Ketika yang lain bermain ayunan didorong oleh orang tuanya, dia harus mendorong sendiri ayunannya.


Apa susahnya sih bermain bersama sebentar saja?


Sudahlah.


Hentikan saja semuanya.


"Hai!"

Siapa?

"Nama kamu siapa?"

Aku Gilang.

"Kenapa diam saja? Ayo main itu denganku," Ia menunjuk jungkat-jungkit di sana.

"Hei, kamu manusia kan? Ayoo dong! Kenapa hanya diam?"

Kenapa? Tak bisakah tinggalkan aku sendiri saja?

Jangan menarik tanganku!



Terlambat.

"Hei, aku lupa belum berkenalan hehe. Namaku @3#$%&*---

---Cakra di sinii! Gilang...bangunnn..."




Eh, oh. Gilang terbangun dari tidurnya di atas meja di ruang kelas. Kini di hadapannya Ia disambut dengan senyuman si cantik ikal merah.

Gilang berpikir, sudah saatnya dia melupakan hari-hari sepinya yang dahulu.

Dia kali ini tak akan ditinggalkan.

Dia tidak akan kesepian.




"Hari ini kita ke mana?" Tanya Cakra yang sedang dibonceng Gilang. Kini pertemanan mereka sudah berlangsung sekitar kurang lebih dua bulan. Dan sekarang ritual jalan-jalan pakai motor sudah jadi kebiasaan mereka.

"Hmmm, aku ngga ada ide kali ini. Kalau kamu?" Gilang melirik kaca spionnya melihat si cantik yang pipinya merona merah. Yang mana tandanya dia sangat bersemangat.

MONOKROM (BL INDO) (ONGOING)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang