Enjoyy ^^
"Kyeong-rye,"
Gilang dan lawannya yang kini berada di hadapan membungkuk dengan penuh khidmat. Jantungnya bertalu-talu, mau sudah sesering apapun dia bertanding, bila sudah berhadapan di atas matras pasti selalu terasa mendebarkan.
Namun, ada sesuatu yang salah di sini.
Gilang sama sekali tidak fokus pada pertandingan.
Dia sudah senior, dan tentu saja pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya.
Tapi inilah masalahnya,
Gilang sedang tidak dalam kondisi primanya.
"shi-jak!"
Sekujur tubuhnya berkeringat dingin yang deras, bahkan sebelum dia mulai bergerak.
Bagian-bagian kepalanya berdenyut-denyut bergantian membuat dirinya merasa lemas dan kesal.
Ahh, lawannya kali ini sangat brutal. Dia seakan-akan menyadari kondisi Gilang.
Berkali-kali Gilang mencoba menghindar dan menangkis setiap tendangan dan pukulannya. Menyerang ketika sedang dalam kondisi tidak fokus dapat berakhir fatal, jadi dia tidak melakukannya.
Matanya berkunang-kunang.
Tenanglah, kita selesaikan dulu urusan ini. Tendangan demi tendangan berusaha dihindarinya, tapi tetap saja
Bughhh!
Sial, dua poin.
Tendangan polos, telak di bagian dada pelindung.
Heh, mungkin serangan sedikit masuk lah ya. Gilang mencoba mengatur temponya agar sukar ditebak lawan. Dan syuttt!
Yahh, lolos. Jika saja tendangan itu tepat mengenai kepalanya... tak apa, mari coba lagi nanti. Lawannya kali ini menyebalkan sekali, menyerang bertubi-tubi seakan energinya tak terbatas. Hampir tak ada celah untuk menyerang balik.
Hampir.
Bukan berarti kesempatannya 0%.
Tapi untuk dalam kondisi seperti ini pilihan terbaiknya ialah menjaga fokus dan kejernihan pikiran. Gilang mencoba mengambil jarak darinya sambil tetap berusaha mempertahankan otaknya agar terus berjalan.
Ah tolonglah, ini baru ronde pertama dari sesi bertandingnya yang pertama. Jangankan untuk mendapat 3 poin, 1 poin saja susah.
Persetan. Jika saja bukan karena kondisi ini pasti takkan susah. Dia selalu menang di setiap pertandingan apapun yang dia mainkan.
Salahnya juga sih, kenapa semalam dia begadang mengumpulkan merekap foto-foto? Memori kameranya memang sempat kepenuhan, cuma ya itu. Dia terlena melihat sosok-sosok si ikal merah yang memenuhi isinya.

KAMU SEDANG MEMBACA
MONOKROM (BL INDO) (ONGOING)
RomanceTerima kasih, karena telah memberi banyak warna di hidupku. Salam dari manusia batu, Gilang Guntur Samudera. Written by Verayo-07 and MYA57100