•2

3.5K 246 2
                                        

.

.

.

.

.

Setelah pembicaraan itu, mereka bertiga berjalan ke ruang makan.

Bertepatan dengan mereka yang keluar dari lift, Lozi baru saja akan memasuki lift.

"Ngapain aja?" Tanya Lozi datar

Mereka hanya tersenyum canggung. Akhirnya, makan siang dimulai.

.

.

Setelah makan siang, mereka berkumpul di ruang keluarga.

"Nasib punya 3 kembar..yang kenapa napa salah satunya, yang kena langsung semua" Ucap Seria tiba tiba, kebetulan hari ini mood nya sedang tidak baik

Sedangkan yang di sebut hanya diam dengan wajah datar. Malas menjawab karena pasti nanti kena omel.

"Gak ada yang jawab nih? Mommy ngomong sama patung?" Tanya Seria jengkel

"..." Mereka semua masih diam karena bingung harus menjawab apa

"Oh gitu, gak akan mommy urusin kalian. Lakuin aja semuanya sendiri" Seria langsung berdiri dari duduknya, membuat yang lain panik

"Gak gitu mom...kita cuma bingung mau jawab" Ucap Lozi

Mata Seria memicing curiga.

"Yaudah mommy ke kamar" Ucap Seria, ia langsung berjalan ke kamarnya

Jefran sendiri akhirnya ikut berdiri dan menyusul Seria, meninggalkan keempat anaknya.

"Dasar pasangan kompak" Sindir Fenzi dengan suara kecil

Mereka hanya mengangguk setuju.
Mereka akhirnya memutuskan untuk fokus pada ponsel masing masing.

Jezian mengernyit kan alisnya ketika mendapat pesan masuk, begitu pun dengan Zefri dan Fenzi.

Kumpulan cogan

Oza
"Heh kembar 3"

"Kalian kemana? Kok gak masuk? Tumben?"

Jovi
"Kalian kemana?"

Fenzi
"Jezian sakit, jadi dampak nya ke kita"

Bara
"Lah? Kok bisa gitu? Yang sakit kan si Jez doang?"

Zevon
"Cepet sembuh"

Fenzi
Membalas @Bara "bisa lah, kan kembar🙄"

Oza
"Kok lo diem aja Jez? Lo yang jawab kek"

"Ya"

Bara
"Jir"

"Dijawab singkat doang?"

Jovi
"Sabar sabar deh punya dua sohib dingin + pendiem kek gitu"

Zevon
"Ngatain gue?"

Jovi
"YMMA, yang merasa merasa aja"

.

Karena malas, Jezian langsung mematikan ponselnya dan berniat untuk kembali ke kamarnya.

Lagipula ia juga harus siap karena besok ia akan bertemu dengan protagonis utama wanita dan pemeran lain.

Zefri dan Fenzi pun akhirnya ikut berjalan ke kamar mereka.

Rean OR JezianTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang