.
.
.
Si kembar yang mendengar teriakan mommy nya, langsung berlari keluar kamar.
Lebih tepatnya Jezian dan Fenzi, sedangkan Zefri berusaha jalan sendiri dengan cepat.
"Kembaran gak ada otak! Udah tau saudaranya cedera kaki bukannya ditolongin biar bareng ke sana, malah di lupain" Zefri mendumel kesal sambil berjalan tertatih
Dan begitu sampai di sana, ia terkejut melihat Seria yang tengah terduduk sambil meringis kesakitan.
Jefran dengan cepat menggendongnya dan membawanya ke kamar, di ikuti Lozi dan si kembar.
Kali ini, Jezian dan Fenzi membantu Zefri setelah tadi mendapat tatapan tajam.
.
Setelah di periksa oleh dokter Eraz, si kembar bertanya dengan khawatir.
"Mommy gapapa? Masih sakit? Kok bisa jatoh mom? Kenapa? Ada yang nyandung?" Tanya Fenzi
"Mommy gapapa, cuma kepleset aja karena gak hati hati. Lantainya licin soalnya" Ucap Seria
"Kok bisa licin? Kan biasanya selalu bersih, udah di pel" Ucap Jezian
"Iya mom..tadi pagi aja pas kita basah basahan, pasti udah di pel sama maid kan?" Timpal Zefri
"Udah gapapa...ini juga Zefri..kamu ngapain ke sini? Udah tau kaki lagi sakit, kenapa malah dipaksain jalan?" Tanya Seria balik
"Y-ya Zefri kan khawatir mom, takut mommy kenapa napa" Ucap Zefri
"Aduhh lucu nya anak mommy..udah sekarang kalian ke kamar masing masing" Ucap Seria
"Tapi kita kan mau jagain mommy" Ucap Lozi
"Ada daddy...hus hus sana" Jefran mengibaskan tangannya mengusir
Lozi dan si kembar keluar kamar dengan kesal.
"Mau abang gendong?" Tanya Lozi melihat Jezian dan Fenzi yang kesusahan memapah Zefri
Tentu saja kesusahan, tinggi mereka bertiga sama, Zefri juga sepertinya sengaja memberatkan tubuhnya agar Jezian dan Fenzi kesusahan.
"Gak usah bang..nih Jezian sama Fenzi bisa kok, iya kan?" Zefri menatap kedua kembarannya bergantian sambil memukul punggung mereka
Yang di tatap hanya mengangguk kesal.
Lozi pun akhirnya berjalan ke ruang keluarga, menyelesaikan tugas kuliahnya yang sempat tertunda.
Begitu sampai kamar Zefri, Jezian dan Fenzi melepaskan tangan Zefri yang ada di pundak mereka.
Zefri langsung duduk dengan wajah kesal.
"Kok lo yang kesel? Harusnya kita lah! Berat tau gak?!" Ucap Fenzi
"Lah..suruh siapa ninggalin gue sendiri di kamar?! Bukannya bantuin! Lo kira gak sakit apa jalan cepet ke dapur?!" Balas Zefri
KAMU SEDANG MEMBACA
Rean OR Jezian
Teen FictionReando Asfar Aksendra, pemuda berusia 18 tahun yang sedikit dingin. Awalnya hidupnya biasa saja, tapi setelah membaca novel itu, kenapa ia malah sial begini? apalagi mati dengan tidak elitnya. Dan sekarang ia malah masuk ke tubuh bocah kembar beru...
