Zefri berlari kencang di sebuah jalan sepi. Ini semua gara gara Fenzi yang mengajak nya dan Jezian untuk keluar.
Flashback
Jezian dan Zefri sedang sibuk dengan ponsel masing masing di kamar Jezian. Hingga Fenzi datang dengan raut senang.
"Weh..keluar yukk, bentar doangg" Ucap Fenzi ceria
"Gak ah, males" Tolak Zefri
"Ayolah...masa kembaran sendiri gak boleh seneng dikit?" Ucap Fenzi dengan wajah memelas
"Ya kalo lo mau keluar ya keluar aja, gak usah ngajak ngajak" Ucap Jezian malas
"Diihh..jahat banget jadi kembaran" Fenzi memasang wajah dramatis
Jezian dan Zefri melirik sinis.
"Gak usah maksa lo!" Ucap Zefri
Pada akhirnya, Jezian dan Zefri pun menerima ajakan Fenzi. Mereka izin keluar, dan Fenzi hanya mengatakan akan pergi ke taman kota.
Mereka pergi menggunakan mobil, dengan Fenzi yang menyetir. Dan rupanya, mereka buka pergi ke taman kota, melainkan ke sebuah tempat terpencil.
Jezian dan Zefri langsung menatap Fenzi tajam.
"Lo bilang mau ke taman kota, terus ngapain ke sini?!" Ucap Zefri
"Yaa habis nya kalo gue bilang mau ke sini, kalian pasti bakal nolak-"
"YA IYA LAH PAKE NANYA!" Zefri memotong ucapan Fenzi
Fenzi hanya cengengesan, sedangkan Jezian dan Zefri berdecak kesal.
"Gue gak mau tau, pokoknya kita harus balik-"
"Wah..sepertinya kita sedang untung. Ada tiga anak kembar di sini" Ucapan Jezian terpotong, saat ada enam orang yang datang dan menatap mereka
Si kembar langsung menatap tajam dan waspada. Dari mana datangnya orang orang ini?
"Mau apa kalian?" Ucap Zefri dengan aura mengintimidasi
"Wah~ tatapannya membuatku takut..lebih baik kalian ikut kami" Ketika mereka akan menarik si kembar, si kembar langsung menghindar dan memberikan pukulan
"Heh! Nambah orangnya! Mending kita per- SIALAN LO FENZI! NGAPAIN NINGGALIN KITA?!" Murka Zefri
Jezian dan Zefri pun ikut berlari, mereka bertiga berpencar.
Flashback off
Kembali lagi, Zefri bersembunyi di sebuah gang sempit.
"Fenzi sialan..padahal gue tadi bisa ngelawan, ngapain juga gue ikut lari" Rutuk Zefri
Ditengah nafasnya yang tak teratur, ia sesekali mengintip, karena gang nya benar benar sempit, hanya muat untuk satu orang, apalagi cukup gelap, dan atasnya tertutupi atap.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rean OR Jezian
Teen FictionReando Asfar Aksendra, pemuda berusia 18 tahun yang sedikit dingin. Awalnya hidupnya biasa saja, tapi setelah membaca novel itu, kenapa ia malah sial begini? apalagi mati dengan tidak elitnya. Dan sekarang ia malah masuk ke tubuh bocah kembar beru...
