Bab sebelumnya:
Jezian masuk ke kelasnya bersama Zefri dan Fenzi. Saat masuk, mereka mendengar bisik bisik dari teman sekelas mereka.
Entahlah para siswa itu sedang membicarakan apa, tapi sepertinya ini menyangkut si kembar.
Dengan acuh, si kembar duduk di kursi masing masing tanpa peduli pada tatapan sekitar.
~19~
Bel istirahat berbunyi, semua siswa pergi ke kantin untuk mengisi perut, tak terkecuali dengan si kembar.
Begitu sampai, mereka bergabung dengan Jovi dan yang lain. Si kembar sempat bingung, karena tak melihat kehadiran Oza.
"Si Oza kemana? Tumben gak ada" Tanya Fenzi, selagi menunggu pesanan mereka datang
"Katanya sih sakit, gue denger dari guru. Sempet gue chat tapi anaknya belum baca" Jawab Bara
"Lah kok bisa? Apa kita jenguk aja?" Tawar Zefri
"Masalahnya, ayahnya itu kaya tertutup banget. Bener bener berubah, gak kaya dulu. Pas sebulan lalu gue dateng ke kediaman nya, ayahnya kaya gak suka gitu" Ucap Bara
"Hah? Emang kenapa sama ayahnya?" Heran Fenzi
"Ya gatau, beda aja gitu, berubah" Jawab Bara acuh
Tak lama, pesanan mereka datang. Mereka makan diselingi dengan candaan dan perbincangan ringan.
"Eh tumben gak ada drama, biasanya kan ada yang cari ribut mulu" Zefri tiba tiba berucap
"Gatau, denger denger katanya si Aqila lagi sakit, udah gak masuk dua hari" Jovi menjawab dengan malas
"Oh bagus deh, tenang dikit jadinya" Fenzi menyahut sambil meminum es teh nya
Setelah selesai, mereka kembali ke kelas masing masing. Bel masuk berbunyi tak lama setelahnya.
.
Si kembar dan Azka sedang menunggu jemputan, bel pulang sudah berbunyi beberapa menit lalu.
"Gue denger katanya Aqila sakit ya?" Zefri memulai pembicaraan
Azka mengangguk sambil menghela nafas.
"Iya, katanya sih habis jatuh kepleset" Ucap Azka
"Lo mau jenguk dia?" Tanya Fenzi
"Awalnya sih iya, tapi gajadi..takut ganggu" Ucap Azka
Tak lama setelah pembicaraan itu, mobil Jefran berhenti di depan mereka. Di perjalanan, sempat hening, hingga akhirnya Jefran mulai bertanya.
"Gimana tadi? Lancar aja? Ngga kenapa napa kan?" Jefran bertanya
"Lancar dad, aman kok" Jawab Fenzi
Setelahnya, tak ada percakapan lagi, hingga mereka sampai di mansion. Begitu masuk, mereka langsung berteriak, kecuali Jezian yang hanya diam.
"Kita pulang!"
"Hus! Jangan teriak teriak, mandi sana bersih bersih" Ucap Deva
KAMU SEDANG MEMBACA
Rean OR Jezian
Novela JuvenilReando Asfar Aksendra, pemuda berusia 18 tahun yang sedikit dingin. Awalnya hidupnya biasa saja, tapi setelah membaca novel itu, kenapa ia malah sial begini? apalagi mati dengan tidak elitnya. Dan sekarang ia malah masuk ke tubuh bocah kembar beru...
